spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1194

Demi Fortnite, Microsoft Hadirkan Xbox One S Warna Ungu

Telko.id, Jakarta – Fortnite masih menjadi game paling populer. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Microsoft pun ingin melayani para pemain Fortnite dengan menyediakan konsol edisi terbatas, Xbox One S warna ungu.

Menurut laporan Ubergizmo, bocoran gambar menunjukkan bahwa Microsoft segera menawarkan bundel Fortnite dengan Xbox One S berwarna itu.

Menurut WinFuture, Microsoft akan merilis Xbox One S ungu dalam beberapa minggu ke depan. Bundel tersebut ditujukan untuk penggemar Fortnite sehingga akan mencakup skin baru yang disebut Dark Vertex.

{Baca juga: Pemain Fortnite Tak Lagi Bisa Turun di Tilted Towers}

Harganya 2000 V-Bucks dalam mata uang game, mendapat bonus EA Access, Xbox Live Gold, dan Xbox Game Pass selama satu bulan.  Pemain tidak perlu menyalin permainan karena Fortnite Battle Royale tersedia gratis.

Microsoft telah mengonfirmasi kapan akan mulai menjual konsol edisi terbatas itu. Microsoft bakal mengumumkannya pada konferensi pers 9 Juni di E3 2019. Microsoft yakin kehadiran konsol tersebut sangat dinanti.

Beberapa waktu lalu, Microsoft diketahui juga mendaftarkan paten desain controller Xbox untuk gamer tunanetra. Berdasarkan dokumen paten yang diserahkan oleh Microsoft, desain controller Xbox bakal memiliki huruf Braille.

Menurut Inverse, desain controller Xbox ber huruf Braille memiliki nama haptic vrailler chording capability. Gamer tunanetra bisa merancang fungsi controller sesuai keinginan lewat bantuan huruf Braille.

{Baca juga: Ada Pakaian Baru Star-Lord di Game Fortnite}

Nantinya, di controller itu terdapat aksesoris berupa paddle. Paddle bisa digunakan untuk mengetik teks menjadi sebuah kombinasi huruf Braillle. Paddle bisa pula membaca huruf Braille yang diterjemahkan dari teks. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo.com

AS-China Perang Dagang, Pabrik Apple Pindah ke Indonesia

Telko.id, Jakarta – Indonesia nampaknya akan mendapatkan keuntungan dari imbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kabarnya perusahaan pemasok perangkat Apple, yakni Pegatron, akan memindahkan produksi non iPhone dari China ke Indonesia mulai bulan depan.

Dilansir Telko.id dari Wwcftech pada Selasa (28/05/2019), selama ini Apple memiliki 3 mitra manufaktur yang beroperasi di China, yakni Foxconn, Pegatron dan Wistron.

Namun pada bulan Juni mendatang, Pegatron akan beroperasi di Indonesia melalui PT Sat Nusapersada yang berpusat di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Belum jelas produk mana yang akan diproduksi oleh perusahaan tersebut. Walaupun kabar berhembus jika MacBook dan iPad yang bakal diproduksi di Indonesia. PT Sat Nusapersada hanya mengonfirmasi jika produk mereka akan dikirim ke Amerika Serikat.

{Baca juga: Tahun Depan, Pabrik Perakit iPhone akan Pindah ke Batam}

Pegatron sendiri telah menginvestasikan USD$ 300 juta atau Rp 4,3 Triliun untuk perbaikan 2 fasilitas manufaktur di Indonesia. Tetapi perpindahan Pegatron mengakibatkan hilangnya pekerjaan bagi pekerja China yang tampaknya telah menjadi target pertama perang dagang antara AS dan China.

Sebelumnya isu perpindahan Pegatron di Batam sudah berhembus sejak tahun lalu. Dilansir dari Nikkei Asian Review, nantinya pabrikan ini akan menyewa sebuah pabrik di Batam dalam enam bulan ke depan untuk memproduksi sebagian produk non-iPhone yang terkena tarif impor Amerika Serikat.

Perang dagang antara AS dan China juga memasuki babak baru. Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional.

{Baca juga: Amerika Serikat Desak Korea Selatan Embargo Huawei}

Trump terkhusus sangat antipati untuk membuka jalan terkait larangan melakukan bisnis dengan Huawei. Perintah yang diteken oleh Trump akan mendorong undang-undang ekonomi internasional untuk memberi wewenang kepada presiden mengatur perdagangan. [NM/HBS]

Sumber: Wwcftech

Riccardo Zacconi akan Lepas Jabatan Bos Candy Crush

Telko.id, Jakarta – Riccardo Zacconi, pencipta waralaba Candy Crush, mengundurkan diri sebagai CEO King Digital Entertainment. Hal itu terungkap pada pengajuan peraturan dari perusahaan induk Activision Blizzard.

Zacconi, yang telah memimpin pengembang game selama lebih dari 16 tahun, akan mengundurkan diri dari jabatan mulai 1 Juli 2019. Namun, ia akan tetap menjabat sebagai kepala King Digital Entertainment.

Nantinya, seperti dilansir CNET, ia bertugas untuk memberikan panduan bagi manajemen di King dan Activision Blizzard. Waktunya pun tidak akan total terfokus di King Digital Entertainment.

Baca juga: 11 Oktober, Candy Crush Debut di Android dan iOS}

Activision Blizzard sudah menjadi salah satu penerbit game terbesar ketika mengakuisisi King Digital Entertainment pada 2016 sebesar USD 5,9 miliar. Candy Crush merupakan aplikasi ponsel paling menguntungkan sepanjang masa.

Belum lama ini, Aplikasi video game, termasuk Candy Crush, akan dilarang menawarkan skema “bayar untuk menang” kepada anak-anak. Biasanya, anak-anak rela membayar untuk peningkatan fitur dan bonus.

Pelarangan tersebut bahkan akan ditetapkan dalam bentuk undang-undang. Senator Josh Hawley dari Missouri mengusulkan RUU untuk permainan yang secara eksplisit mencari uang dari pemain di bawah umur.

{Baca juga: Game Candy Crush Diangkat ke Layar Kaca}

Selama ini, marak video game yang menargetkan anak-anak untuk mendulang uang. Praktik itu memaksa orang tua membayar sejumlah uang untuk pembelian fitur untuk meningkatkan bonus di sebuah game. [BA/HBS]

Sumber: CNET

Lampu Lalin akan Bisa Prediksi Perilaku Pejalan Kaki

Telko.id, Jakarta – Peneliti dari Austria sedang mengembangkan inovasi baru di lampu lalu lintas (lalin). Mereka sedang mengembangkan teknologi lalin yang mampu memprediksi perilaku pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (28/05/2019), mereka ingin mengembangkan supaya lampu lalu lintas bisa lebih pintar. Misalnya lampu lalu lintas akan otomatis menjadi merah jika pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan.

Peneliti akan menggunakan kamera untuk memindai perilaku pengguna jalan. Ketika mendeteksi  ada orang yang berdiri di posisi kanan yang menunjukkan niat mereka untuk menyeberang, maka ia akan mengirim sinyal ke lampu lalu lintas.

{Baca juga: Di China Ada Jalur Khusus Pejalan Kaki Sambil Main Ponsel}

Menurut para peneliti metode ini sebenarnya sekitar 3-4 detik lebih cepat dibandingkan dengan jika pejalan kaki meraih tombol di lampu lalu lintas. Selain dapat memindai pengguna jalan, teknologi ini juga membantu menciptakan sistem yang dinamis di mana jika mendeteksi sekelompok orang yang berusaha menyeberang.

Nantinya, lampu lalu lintas akan memperpanjang durasi lampu hijau untuk memungkinkan lebih banyak orang menyeberang jalan. Perusahaan asal Wina, Austria Günther Pincher berencana meluncurkan lampu merah ini di negara tersebut. Teknologi untuk pejalan kaki memang terus dikembangkan, demi keselamatan mereka.

Sebelumnya Pemerintah Kota Tel Aviv, Israel memasang lampu LED khusus di trotoar jalan raya. Lampu tersebut bernama Lampu Zombie yang berfungsi untuk melindungi para pejalan kaki yang berjalan tanpa bisa lepas dari penggunaan ponsel.

{Baca juga: Israel Bikin “Lampu Zombie” Biar Pejalan Kaki Gak Ketabrak}

Kepala Divisi manajemen Lalu Lintas Kota Tel Aviv-Yafo, Tomer Dror mengatakan, lampu itu dipasang di trotoar sebelum penyeberangan jalan atau zebra cross. Dengan begitu, mereka yang masih sibuk mengoperasikan ponsel tahu kapan berhenti. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Travis Strikes Again, No More Heroes Hadir di PS4 dan PC

Telko.id, Jakarta – Travis Strikes Again, No More Heroes yang diluncurkan secara eksklusif pada Januari 2019 untuk Nintendo Switch akan menuju ke platform baru. Menurut Game Spot, game ini akan hadir di PlayStation 4 dan PC.

Tidak ada kabar kapan Travis Strikes Again akan diluncurkan di PlayStation 4 dan PC. Demikian pula perbedaan apa yang mungkin ada dibandingkan dengan edisi Switch. Atau, jangan-jangan Travis Strikes Again No More Heroes juga akan dirilis di Xbox One.

Pengembang Grasshopper Manufacture berjanji akan mengumumkan lebih banyak detail pada waktunya. Yang jelas, Travis Strikes Again, No More Heroes bakal hadir tujuh tahun setelah peristiwa No More Heroes 2: Desperate Struggle.

{Baca juga: Gameloft Rilis Dua Game Mobile Bertema Disney}

Dengan plot yang tidak masuk akal, Travis Touchdown menemukan dirinya terjebak dalam konsol video game berhantu yang disebut Death Drive Mk-II. Bersama Badman, Travis harus berjuang keras untuk keluar dari enam game hack-and-slash style Death Drive yang berbeda.

Permainan ini cukup kooperatif dengan satu pemain sebagai Travis dan yang lainnya sebagai Badman. Ada juga serangan khusus co-op yang unik.  Ke depan, Suda51 mengatakan bahwa mungkin ada lebih banyak game serupa di E3 pada bulan Juni 2019.

{Baca juga: 3 Game Gameloft Ini Dapat Dukungan Xbox Live}

Akhir dari Travis Strikes Again dengan sangat kuat menyarankan bahwa game No More Heroes baru sedang dalam pengembangan. Asal tahu saja, Seri No More Heroes dimulai dengan No More Heroes 2007 untuk Nintendo Wii. [BA/HBS]

Sumber: Game Spot

Ilmuwan Temukan Simpanse Makan Kura-kura, Pertanda Apakah Ini?

Telko.id, Jakarta – Para peneliti dari dua perguruan tinggi di Jerman, University of Osnabruck dan Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, menemukan perliaku simpanse yang tidak biasa.

Dalam sebuah studi terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, menggambarkan bagaimana sebuah kelompok simpanse di Taman Nasional Loango di Gabon tertangkap kamerea sedang menghancurkan cangkang reptil, kemudian memanjat pohon untuk menikmati makanan ringan mereka.

Sekelompok Simpanse ini telah tertangkap kamera sedang melahap kura-kura. Para peneliti mengatakan teknik yang ditampilkan oleh simpanse ini menunjukan simpanse mempunyai kemampuan untuk meningkatkan perangkat alat kognitif mereka yang sangat besar dan fleksibel.

{Baca juga: Ilmuwan Teliti Otak Buaya Pakai MRI dan Musik Klasik

Ini merupakan pertamakalinya, para peneliti menyaksikan simpanse yang  berburu kura-kura dan memakannya. Para peneliti melihat perilaku tak biasa seklompok simpanse Rekambo antara Juli 2016 dan Mei 2018.

Mereka mengamati 10 simpanse yang sedang berburu kura-kura berengsel, yang berasal dari Afrika, pada 38 kesempatan. 34 di antaranya para simpanse ini berhasil menyantap kura-kura.

Simpanse yang berburu kura-kura umumnya berkelamin jantan dan menggunakan teknik pemukulan cangkang yang berbeda.

Daging kura-kura dibagi dengan simpanse lain, termasuk mereka yang tidak berhasil membuka cangkangnya, sebanyak 23 kali.

“Dalam dua kasus dimana simpanse remaja berusaha menghancurkan kura-kura, mereka tidak berhasil,” tulis para penulis.

Para simpanse ini membuka cangkang kura-kura seperti ketika sedang membuka kulit kacang. Sebuah teknologi yang hanya dikuasai simpanse yant berusia sekitar sembilan hingga sepuluh tahun.

{Baca juga: Ilmuwan Israel Berhasil Bikin Jantung Buatan, Dicetak 3D}

Kemampuan atau teknik untuk menghancurkan cangkang kura-kura juga bergantung pada kekuatan simpanse. Teknik penghancuran yang serupa juga telah diamati ketika membuka kacang-kacangan dan buah-buah bercangkang keras.

“Selain itu, mungkin juga melibatkan periode waktu yang relatif lama untuk belajar, berlatih, dan memperbaiki,” tulis jurnal penelitian tersebut. [BA/HBS]

Sumber: Metro.co.uk

ByteDance Segera Rilis “Smartphone TikTok”

0

Telko.id, Jakarta – Perusahaan induk TikTok, ByteDance dikabarkan ingin membuat smartphone sendiri. Nantinya, smartphone TikTok ini akan membuat aplikasi buatan ByteDance, seperti Jinri Toutiao, TikTok, dan masih banyak lagi.

Dikutip dari The Verge, Selasa (28/05/2019), CEO ByteDance, Zhang Yiming memang telah lama bermimpi untuk membuat smartphone dengan aplikasi bawaan buatan mereka.

Bahkan, perusahaan ini kabarnya telah bekerja sama dengan produsen smartphone, Smartisan dan mengakuisisi portofolio paten di awal tahun ini.

Beberapa karyawan Smartisan juga dikabarkan telah mengembangkan smartphone ByteDance ini. Sayang, belum ada informasi valid soal desain, spesifikasi, hingga pasar yang dituju oleh smartphone ini ketika resmi dirilis nanti.

{Baca juga: Pemilik TikTok Luncurkan Aplikasi Pesan Instan, Seperti Apa?}

ByteDance sendiri di tahun 2018 tercatat sebagai startup paling tajir sejagat, dengan nilai mencapai US$ 75 miliar atau setara Rp 1.141 triliun.

Perusahaan pemilik aplikasi Tik Tok ini meraih posisi pertama setelah mendapat suntikan modal sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 45,6 triliun dari SoftBank. Bytedance melengserkan Uber dari posisi puncak startup paling tajir, yang kini bernilai sekitar US$ 72 miliar atau setara Rp 1.095 triliun.

{Baca juga: Bernilai Rp 1.141 Triliun, Ini Dia Startup Paling Tajir}

Kabar ini cukup mengejutkan, mengingat Byteance tak banyak hadir di luar China. Kemungkinan, kekayaan perusahaan ini disokong oleh kepopuleran aplikasi Tik Tok dikalangan remaja Barat.

Pada awalnya aplikasi siaran langsung karaoke itu bernama Musical.ly sebelum diakuisisi dan kemudian dimerger dengan layanan Douyin milik Bytedance dan berubah nama menjadi Tik Tok. (NM/FHP)

Sumber: The Verge

Fitur Spotify Ini Cocok untuk yang Suka Ketiduran

Telko.id, Jakarta – Spotify untuk Android baru saja menghadirkan fitur Sleep Timer atau pengatur waktu tidur. Fitur Spotify ini cocok bagi penggunanya yang suka tertidur sambil mendengarkan musik di Spotify, karena dapat menghentikan musik ketika Anda tidur.

Dikutip dari Ubergizmo, pada Selasa (28/05/2019), fitur Sleep Timer sebenarnya sudah lama hadir di iOS, tetapi tidak jelas mengapa platform streaming itu baru meluncurkan fitur tersebut untuk Android.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk dapat menghentikan pemutaran musik setelah 5 menit, hingga satu jam setelah pemutaran musik terjadi.

{Baca juga: Amazon Siapkan Layanan Streaming Musik Gratis, Saingi Spotify?}

Dengan adanya fitur tersebut, pengguna Spotify pun tidak perlu lagi menggunakan aplikasi pihak ketiga. Asal diketahui, sebelum kehadiran fitur ini, pengguna versi Android harus beralih ke aplikasi pihak ketiga untuk menggunakan fitur serupa.

Sebelumnya, Spotify juga tengah menguji fitur baru untuk platform musiknya. Fitur ini dipanggil Storyline, yang memungkinkan para musisi berbagi konten bergaya stories kepada penggemar.

Storyline sedang dalam pengujian untuk beberapa pengguna Android dan iOS. Sayangnya, aplikasi tersebut tidak memberi tahu kapan fitur ini akan tersedia secara luas.

{Baca juga: Spotify Uji Coba Fitur Storyline untuk Musisi, Seperti Apa?}

“Perusahaan selalu menguji pengalaman baru,” ucap pihak Spotify.

Penambahan fitur itu akan memberikan Spotify konten diluar album dari musisi secara eksklusif. Para musisi bisa menceritakan kisah mengenai lagu yang mereka buat. Jika benar-benar dirilis, fitur Storyline bisa membuat aplikasi lebih relevan untuk generasi milenial yang senang dengan fitur berbagi cerita. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Ford Bikin Robot Pengirim Barang, Ini Penampakannya

Telko.id, Jakarta – Produsen mobil asal Amerika, Ford, telah meluncurkan Digit, sebuah robot berkaki dua menyerupai manusia yang mampu mengantar paket ke depan pintu rumah Anda.

Robot pintar ini merupakan hasil kolaborasi Ford dengan Agility Robotics. Digit dapat berjalan, naik turun tangga, dan membawa paket hingga seberat 40 pound (lebih dari 18kg.

Robot ini dapat berjalan seperti manusia, mengambil parsel dari kendaraan otonom tanpa pengemudi dan mengantarnya ke rumah klien atau pemesan.

{Baca juga: Keren! Mobil Listrik BMW Bisa Isi Daya Tanpa Kabel}

Digit juga dirancang agar dapat dilipat supaya mudah disimpan dan diangkut di atas kendaraan otonom, hingga ia diperlukan lagi.

Tujua dari proyek ini adalah untuk membuat mobil dan robot yang dapat berkomunikasi. Sehingga mobil dapat berbagi rincian pengiriman dan memetakan jalur dengan robot.

Digit dilengkapi dengan kamera dan sensor LiDAR (deteksi cahaya dan pengukur jarak) untuk menghindari rintangan dan mencapai pintu rumah tanpa menjatuhkan barang yang dibawa.

{Baca juga: Ford Rancang Mobil “Knight Rider” di Dunia Nyata}

Departemen teknologi, penelitian, dan pengembangan Ford kini penuh kejutan. Dalam beberapa bulan terakhir, ia telah menghadirkan tempat tidur pintar,  kandang anjing pintar dan kereta belanja yang dapat mengerem sendiri. [BA/HBS]

Sumber: Malaymail

Bank Indonesia Resmikan QR Code Indonesia Standard

0

Telko.id – Akhirnya, Bank Indonesia meresmikan juga  QR Code Indonesia Standard (QRIS).  Peluncuran ini dilakukan sebagai langkah awal transformasi digital di Sistem Pembayaran Indonesia. Harapannya, perkembangan ekonomi dan keuangan digita di Indonesia pun dapat lebih cepat.

“Adanya QRIS ini maka, pembayaran melalui QR akan terinterkoneksi dan terinteropabilitas dengan menggunakan satu standar QR Code. Antara ekosistem keuangan digital pun dapat saling terhubung,” ujar Pery Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia menjelas saat membuka Seminar Internasional yang bertema “Digital Transformation for Indonesian Economy”, hari ini 27 Mei 2019 di Jakarta.

Dalam tahap awal, BI memperkenalkan QRIS untuk Merchant Presented Mode (MPM) dan akan mulai diimplementasikan pada Semester II – 2019.

QR Code Indonesia Standard (QRIS) ini, menurut Pery merupakan langkah, Bank Indonesia juga memaparkan 5 (Lima) Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 untuk memastikan arus digitalisasi berkembang dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kondusif.

Visi ini merupakan respon atas perkembangan digitalisasi yang merubah lanskap risiko secara signifikan, yaitu meningkatnya ancaman siber, persaingan monopolistik, dan shadow banking yang dapat mengurangi efektivitas pengendalian moneter, stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran.

Adapun 5 (Lima) Visi SPI 2025 adalah Pertama, mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung inklusi keuangan.

Kedua, mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi-keuangan digital melalui open-banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan.

Ketiga, menjamin interlink antara Fin-tech dengan perbankan untuk menghindari risiko shadowbanking melalui pengaturan teknologi digital (seperti Application Programming Interface-API), kerjasama bisnis, maupun kepemilikan perusahaan.

Keempat, menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumers protection, integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang sehat melalui penerapan Know Your Customer (KYC) & Anti-Money Laundering / Combating the Financing of Terrorism (AML/CFT), kewajiban keterbukaan untuk data/informasi/bisnis publik, dan penerapan reg-tech & sup-tech dalam kewajiban pelaporan, regulasi dan pengawasan.

Kelima, menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi-keuangan digital antar negara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerjasama penyelenggara asing dengan domestik, dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.

Kelima Visi SPI 2025 tersebut akan diwujudkan melalui lima inisiatif, baik yang akan diimplementasikan secara langsung oleh Bank Indonesia sesuai tugas dan kewenangannya, maupun diimplementasikan melalui kolaborasi dan koordinasi yang produktif dengan Kementerian dan Lembaga terkait beserta industri. (Icha)