spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1193

Tips Aman Menggunakan Oppo F11, Penting Buat yang Peduli Privasi

Telko.id, Jakarta – Mengamankan Oppo F11 Anda tidak cukup hanya dari pencuri saja. Adakalanya Anda juga perlu mengamankan data-data yang ada di dalamnya dari mata orang lain, tak terkecuali teman atau keluarga sendiri. Untuk itu, Anda akan membutuhkan kode sandi untuk diakses.

Di Oppo F11, Anda akan berkenalan dengan sebuah fitur bernama Private Safe. Fitur ini sudah bisa ditemukan di ColorOS 5.2, dan memungkinkan Anda mengunci semua atau data tertentu sehingga memiliki brankas rahasia untuk file.

{Baca juga: Mengintip 5 Fitur Tersembunyi di Smartphone Oppo}

Dalam panduan ini, kami akan membantu Anda menyiapkan brankas pribadi di Oppo F11, yang akan membuat Anda merasa tenang bahkan saat harus meninggalkan ponsel pada teman.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah masuk ke menu  Settings, lalu pilih Security, dan klik Private Safe.

 

Masukkan kata sandi yang telah Anda pilih untuk Oppo F11 Anda, lalu kelola file yang ingin Anda jaga tetap pribadi.

{Baca juga: Kini Oppo F11 Punya Warna yang Cantik, Jewelry White}

Adapun file yang dapat ditambahkan di fitur ini adalah foto, video, audio, dokumen, dan file lainnya yang didukung oleh aplikasi.

Supaya lebih praktis, Anda bahkan dapat membuat shortcut di layar utama smartphone untuk memudahkan akses.

Sekedar informasi, Oppo F11 merupakan salah satu perangkat Oppo yang sudah datang dengan ColorOS terbaru. Selain fitur Private Safe, Anda juga akan menemukan banyak fitur lainnya yang tak kalah unik, termasuk Kids Space, Smart Driving dan sebagainya.

Oppo F11 ditopang prosesor octa-core 2,1 GHz MediaTek Helio P70, lengkao dengan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi VOOC Flash Charge 3.0. Buat pengguna yang menginginkan banyak file untuk tersimpan di perangkatnya, sepupu F11 Pro ini membawa RAM dan ROMmasing-masing 4GB dan 128GB.

Polri dan Telkomsel Hadirkan Saluran Mudik Hepi 2019 Didukung 50 CCTV

Telko.id – Untuk memudahkan pelanggan mendapatkan informasi mudik, Telkomsel bekerjasama dengan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) menghadirkan saluran Mudik Hepi 2019 di  aplikasi MAXstream yang dapat diakses dari tanggal 27 Mei 2019 hingga 26 Juni 2019 dengan tanpa biaya tambahan.

Saluran Mudik Hepi 2019 di MAXstream menghadirkan pantauan keadaan jalur mudik melalui 50 CCTV Korlantas yang terletak di berbagai titik keramaian termasuk Pelabuhan Merak, Bakauheni, hingga Ketapang dan lain-lain.

Selain itu, tersedia juga berbagai video-video edukasi dan informasi terkini tentang arus mudik 2019, serta akses call center NTMC Polri  yang dapat dihubungi selama 24 jam dari MAXstream.

Untuk dapat mengakses saluran Mudik Hepi 2019 dengan lebih hemat,  pelanggan dapat menggunakan paket MAXstream yang tersedia mulai dari Rp 10 dengan kuota internet 1 GB untuk 2 hari.

“Telkomsel gembira atas kerjasama kami dengan  Korlantas Polri untuk mendukung Mudik Hepi 2019 agar masyarakat bisa mudik dengan aman, lancar,dan  selamat sampai tujuan. Dengan adanya saluran khusus mudik di MAXstream, kami harap pelanggan dapat merasakan pengalaman mudik yang lebih nyaman dengan berbekal informasi mudik yang memadai selama perjalanan,” ungkap Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel.

Sedangkan mengenai saluran khusus mudik 2019 di MAXstream tersebut, Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.SI. mengatakan pentingnya masyarakat mengetahui akan informasi yang tersedia di MAXstream. “Silahkan ini juga di sosialisasikan, karena ini juga informasi penting bagi masyarakat yang hendak melakukan mudik,” ujar Kakorlantas. (Icha)

 

 

 

Saat Mudik Lebaran pun, Kominfo Tetap Pantau Media Sosial

0

 

Telko.id, Jakarta – Menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tetap memantau aktivitas media sosial. Melalui Tim AIS Kominfo, mereka bekerja kerja untuk memberikan informasi seputar konten hoaks di media sosial (medsos).

Menurut Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu  pemantauan konten-konten negatif dan sebaran berita bohong tersebut didukung oleh 100 tim verifikator yang berkomitmen untuk senantiasa memantau dan memverifikasi informasi yang tersebar di berbagai platform media sosial.

“Mereka (Tim Verifikator) terus bekerja 24 jam. Jadi, meskipun kita liburan, teman-teman di Tim AIS itu tidak libur, sudah diatur jadwal mereka masing-masing,” kata Ferdinandus pada Selasa (28/05/2019) siang.

{Baca juga: Kominfo Resmi Cabut Pembatasan Akses Media Sosial}

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Rabu (29/05/2019)   lebih lanjut, Ferdinandus menjelaskan, pembagian jadwal para verifikator yang bertugas telah diatur oleh tim. Tim Verifikator Mesin AIS yang bekerja di masa Lebaran nanti dibagi menjadi tiga Shift.

“Ini artinya apa? Kominfo tidak libur sama sekali (khusus untuk Tim Verifikator AIS. Jadi, kami mengawasi isu medsos melalui mesin AIS,” ucap Ferdinandus.

“Mereka yang nanti bekerja di hari Lebaran itu pada umumnya yang non-muslim. Teman-teman yang Kristiani, yang non-muslim itu datang bekerja seperti biasa,” imbuhnya.

Selain itu, kata Ferdinandus, selama mudik lebaran. Kominfo juga telah mendorong operator telekomunikasi untuk melakukan berbagai upaya meningkatkan kualitas layanan internet kepada para pemudik.

{Baca juga: Kominfo Temukan 486 Konten Hoaks, Mayoritas Isu Politik}

Kominfo telah mengoperasikan mesin pengais (crawling) atau Mesin AIS konten negatif sebagai langkah untuk menangkal konten-konten negatif di internet sejak tahun 2018 lalu. Mesin sensor internet senilai Rp 200 miliar ini siap menghalau konten-konten seperti pornografi yang menyebar luas di dunia maya. [NM/HBS]

Indonesia Optimis Bakal Kuasai Pasar e-Commerce 52% Pada 2025

Telko.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro optimis Indonesia bakal kuasai pasar e-commerce 52% pada 2025. Optimisme itu disebabkan karena komitmen Indonesia untuk terus berinovasi dalam menerapkan ekonomi digital yang mampu membuat Indonesia meningkatkan produktivitas ekonomi dan membuka kesempatan lapangan kerja baru.

Komitmen tersebut disampaikan di Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019 dalam pembahasan tema “Unlocking the Potential of Digital Transition: The Role of Governments and Importance of International Cooperation”.

“Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce Asia Tenggara dengan prediksi share sebesar 52% pada 2025. Capaian tersebut akan tercipta berkat dorongan perkembangan masyarakat kelas menengah dan perbaikan akses infrastruktur digital,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (23/5/2019).

Optimisme tersebut muncul salah satunya karena keberhasilan Indonesia di daftar peringkat teknologi informasi dan komunikasi dalam laporan Global Information Technology Report. Indonesia melesat ke peringkat 64 dari 148 negara pada 2015, naik signifikan dari peringkat 76 di 2013 dari 144 negara (World Economic Forum).

Namun, meski berhasil menduduki peringkat yang cukup baik, pertumbuhan teknologi informasi Indonesia masih dapat ditingkatkan dengan penyediaan infrastruktur yang lebih mumpuni.

“Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak, tak terbatas hanya pada pemerintah saja. Di era digital seperti saat ini, inklusi, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya,” ungkap Menteri Bambang.

Pemerintah Indonesia terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 143,26 juta jiwa atau sebesar 54,7% dari total penduduk Indonesia, sementara penetrasi gawai (telepon genggam/tablet) mencapai 50,1% pada 2017.

Hingga 2019, data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan progres signifikan terkait teknologi informasi dan komunikasi Indonesia, di antaranya sebanyak 478 dari total 514 kabupaten/kota sudah terjangkau Palapa Ring, 1086 Base TranceiverStations sudah tersebar di area perbatasan dan tertinggal, 4.111 akses internet bagi sekolah, fasilitas kesehatan, dan kantor-kantor perkotaan, hingga penyediaan 150 Gbps High Through put Satellite.

“Tidak dapat dipungkiri, teknologi informasi harus menjadi salah satu prioritas pembangunan karena selain menjadi jendela informasi, juga bisa membantu mendistribusikan kesejahteraan masyarakat melalui Bantuan Pangan Non Tunai, misalnya.

Digitalisasi juga membantu Indonesia untuk menerapkan kebijakan yang lebih tepat dan akurat dengan menggunakan data valid yang tersedia melalui One Data Indonesia yang keseluruhan operasionalnya menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya. (Icha)

Mengintip 5 Fitur Tersembunyi di Smartphone Oppo

0

Telko.id, Jakarta – Oppo merupakan salah satu pabrikan yang memilih untuk menjalankan versi Android custom yang disebut ColorOS. Ada yang berbeda disini, khususnya jika dibandingkan dengan sistem operasi Google versi asli. Dan ibarat inovasi, di satu sisi bisa menjadi sangat cepat, di sisi lain sebaliknya.

Kami telah mencoba beberapa ponsel Oppo yang beredar di pasaran. Jadi boleh dibilang telah berurusan dengan banyak fitur yang ada di ponsel ini. Mulai dari yang kelihatan, sampai yang tersembunyi. Nah, buat Anda yang mungkin baru berkenalan dengan ponsel asal Tiongkok ini, berikut beberapa bocoran mengenai fitur-fitur tersebut.

{Baca juga: Cerita Dibalik Warna Gradasi Oppo F11, Jewerly White}

Sebagai catatan, disini kami menggunakan Oppo F11 sebagai aalat uji, dengan versi ColorOS terbaru.

Mode diam

Tidak seperti beberapa ponsel Android lain, menurunkan volume pada perangkat Oppo tidak akan membuat ponsel Anda bergetar. Jadi jika Anda ingin membuat Oppo F11 Anda bergetar, Anda harus mengakses pusat kontrol. Anda dapat melakukan ini dengan men-swipe home screen ke bawah.

Setelah Anda menemukan pusat kontrol, tekan ikon Senyap atau Mute untuk mendapatkan getaran dari setiap notifikasi.

Kids Space Oppo

Kids Space adalah versi terkunci dari sistem operasi Oppo yang hanya memungkinkan akses ke aplikasi yang telah Anda beri otorisasi dan tidak dapat keluar tanpa PIN. Seperti namanya, ini adalah ruang aman yang memungkinkan Anda menyerahkan ponsel kepada anak tanpa khawatir mereka secara tidak sengaja mengirim pesan berisikan bahasa planet ke seluruh daftar kontak Anda. Selain mengunci aplikasi mana yang dapat diakses anak-anak Anda di ponsel, Kids Space juga memungkinkan Anda membatasi waktu yang dapat mereka habiskan untuk menggunakannya.

Untuk mengakses fitur ini, Anda bisa pergi ke menu Setting atau Pengaturan, lalu pilih Security atau Keamanan, dan klik Kid Space.

“Screen-Off” Gestures

ColorOS gesture memungkinkan Anda menjalankan aplikasi atau melakukan tindakan tertentu dengan men-swipe saat ponsel dalam posisi tidur. Anda dapat mengaktifkannya dengan mengikuti instruksi ini:

Buka Pengaturan > pilih Convenience Aid > lalu ketuk Gesture & Motion > Screen-Off Gestures

Secara default, Anda dapat mengaktifkan opsi tersebut dengan melakukan beberapa langkah ini:

  • Ketuk dua kali untuk menghidupkan layar
  • Gambarlah O untuk mengakses kamera
  • Gambar V untuk menghidupkan lampu senter
  • Kontrol Musik dengan mengggambar II untuk menghentikan sementara/memutar trek atau menggambar < atau > untuk mengganti trek saat layar mati

Dan Anda juga dapat menambahkan gerakan khusus untuk menjalankan aplikasi apa pun yang Anda suka.

OPPO Share

Jika Anda memiliki teman atau anggota keluarga yang juga memiliki ponsel Oppo dan ingin berbagi gambar dan dokumen lain dengan mereka, ada fitur bernama Oppo Share yang memungkinkan Anda melakukan semua itu dengan praktis.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengakses pusat kontrol. Di Oppo F11, itu bisa dilakukan dengan swipe layar ke bawah.

{Baca juga: 3 Fitur Kamera Oppo F11 untuk Abadikan Momen Lebaran}

Setelah Anda menemukan pusat kontrol, tekan ikon Oppo Share untuk mengakses fitur yang dimaksud. Pastikan teman atau keluarga Anda yang memiliki perangkat Oppo melakukan hal yang sama.

Langkah berikutnya, katakan saja Anda ingin mengirim sebuah foto, masuk ke menu Photos, cari file yang ingin Anda kirim, klik kirim.

Pilih ponsel yang ingin Anda tuju. Oh ya, sebelumnya pastikan pemilik sesama Oppo telah mengaktifkan fitur serupa.

Kloning aplikasi

ColorOS memungkinkan Anda menduplikasi aplikasi tertentu sehingga Anda memiliki dua sekaligus di ponsel Anda. Tidak semua aplikasi mendukung ini, kecuali BBM, WhatsApp, Facebook, Instagram, Facebook Messenger, Line dan Skype yang kami temukan di Oppo F11.

Untuk menggunakan kloning aplikasi, buka Pengaturan dan ketuk Clone Apps. Di sini Anda akan menemukan jika ada aplikasi yang sudah Anda instal bisa dikloning atau tidak.

 

Mendadak Perlu Hotel Saat Mudik? Traveloka Punya Fitur Canggihnya

Telko.id – Perjalanan kembali ke kampung halaman – atau yang akrab disebut mudik – merupakan tradisi penting menjelang Lebaran. Libur Lebaran yang cukup panjang memungkinkan para perantau untuk pulang dan merayakan momen Lebaran bersama dengan keluarga.

Berdasarkan data BPS dari sensus penduduk terakhir (tahun 2010), setidaknya 12% dari 237 juta populasi Indonesia merupakan perantau, yaitu 28,4 juta orang. Menjelang libur Lebaran tahun 2019, Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa jumlah pemudik akan mencapai 18,29 juta orang. Dari jumlah tersebut, 14,9 juta diantaranya merupakan warga Jabodetabek.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, ribuan masyarakat Indonesia dapat melakukan mudik melalui tol Trans Jawa yang membentang lebih dari 1.000 kilometer, serta menghubungkan Jakarta dan Surabaya.

Tol ini telah dilengkapi dengan 55 rest area untuk menjadi titik peristirahatan.  Namun demikian, Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2019 akan menyebabkan kemacetan karena volume kendaraan yang menumpuk di titik-titik tertentu.

Untuk membantu para pemudik beristirahat di tengah perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan, Traveloka memiliki beberapa fitur canggih agar pengguna dapat melakukan pemesanan hotel last-minute, kapan saja dan dimana saja.

Melalui aplikasi seluler dan website, pengguna dapat memilih akomodasi yang sesuai dengan titik lokasi, anggaran, hingga fasilitas yang diinginkan. Fitur ini sangat berguna bagi pemudik yang lupa memesan penginapan atau memutuskan untuk menginap sewaktu-waktu untuk beristirahat.

Selama ini, pemesanan hotel ketika mudik seringkali terkendala masalah okupansi. Karena banyaknya permintaan, banyak hotel menjadi full atau mengalami kenaikan harga. Namun, Traveloka memudahkan pengguna untuk mengatasi masalah ini.

Dimanapun mereka berada, pengguna hanya perlu mengaktifkan fitur pencari hotel terdekat (‘hotel near me’), sehingga mereka hanya akan mendapatkan pilihan akomodasi berdasarkan jarak radius terkecil.

Untuk memberikan hasil pencarian yang lebih akurat, Traveloka juga menawarkan filter berdasarkan jumlah bintang hotel, harga, fasilitas, hingga tipe akomodasi non-hotel, seperti apartemen atau homestay.

Bagi pemudik yang melakukan perjalanan bersama keluarga, mereka dapat mengaktifkan opsi pencarian khusus untuk akomodasi yang ramah-anak. Jika membutuhkan bantuan lain, Traveloka memiliki kolom untuk ‘permintaan khusus/special request. Ingin check-in lebih awal? Atau ingin menambah jumlah kasur di kamar? Semuanya dapat dilakukan hanya semudah mengetik di ponsel pintar.

Banyaknya layanan pembayaran yang ditawarkan Traveloka juga semakin memudahkan pemesanan hotel instan. Pengguna tidak perlu memiliki kartu kredit atau membayar terlebih dahulu, karena sekarang Traveloka memiliki fitur Pay Later dan Pay at Hotel. Jadi, pengguna bisa melunasi pembayaran saat sudah sampai di penginapan, atau bisa juga di akhir bulan ketika tagihan sudah keluar.

Sebagai perusahaan solusi travel online ternama di Indonesia, Traveloka telah bermitra dengan ratusan ribu penginapan mulai dari hotel, hostel, hingga apartemen, untuk melayani pengguna di seluruh daerah Indonesia dan luar negeri. Sehingga, kapanpun dan dimanapun mereka berada, pengguna tidak perlu lagi khawatir akan kehabisan tempat walaupun melakukan pemesanan mendadak. Perjalanan mudik bersama orang-orang tersayang pun semakin lancar dan nyaman.

Untuk membantu jutaan pemudik yang akan melakukan perjalanan panjang, ada promo Lebaran untuk hotel dan tiket pesawat di Traveloka. Pada tanggal 25 Mei hingga 6 Juni 2019, pengguna bisa mendapatkan diskon 10% hingga Rp1 juta untuk pemesanan paket hotel dan tiket pesawat minimal sejumlah Rp2,5 juta melalui aplikasi Traveloka.(Icha)

Jadi “Flagship Killer 2.0”, Segini Harga Duo Redmi K20

0

Telko.id, Jakarta – Redmi K20 dan Redmi K20 Pro resmi dirilis sebagai smartphone “Flagship Killer 2.0” versi Redmi. Wajar jadi flagship killer, karena harga Redmi K20 dan K20 Pro terbilang terjangkau, meski keduanya mengusung dapur pacu dan fitur yang mumpuni.

Kedua smartphone ini punya layar berjenis OLED dengan ukuran 6,39 inci dan beresolusi Full HD+, serta aspek rasionya mencapai 19,5 : 9.

Layarnya mengusung sejumlah teknologi baru, seperti DC Dimming. Fitur ini, mampu mengatasi masalah Pulse Width Modulation atau layar berkedip ketika intensitas cahaya rendah pada panel layar.

Dihadirkan juga sensor sidik jari di dalam layarnya dengan sensor optik generasi terbaru. Sensor ini terdiri dari lensa 3P dengan ukuran piksel besar 7,2μm dan teknologi DSP, yang membuat akurasi dan kecepatan unlock menjadi jauh lebih baik.

Redmi K20 versi standar ditopang oleh prosesor Snapdragon 730 (8nm), RAM 6GB, ROM 64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 18W.

Sedangkan Redmi K20 Pro, ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855 (7nm), RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 27W.

Keduanya juga telah didukung oleh Game Turbo 2.0 yang mampu meningkatkan performa smartphone sekaligus menghilangkan rasa lag saat pengguna bermain game. Mode tersebut juga memungkinkan pengguna untuk tetap membalas pesan saat bermain game.

Di bagian kamera, keduanya masing-masing memiliki tiga kamera utama dengan konfigurasi 48MP lensa utama, 13MP lensa ultra-wide, dan 8MP lensa telephoto. Yang membedakan, hanya jenis sensor yang digunakan untuk lensa utama.

K20 Pro memiliki sensor 48MP Sony IMX586, sementara versi standar punya sensor 48MP Sony IMX582. Ke bagian depan, keduanya sama-sama mengadopsi kamera pop-up dengan resolusi 20MP.

General Manager Redmi, Lu Weibing mengklaim, kalau pihaknya telah menguji daya tahan kamera pop-up K20. Menurutnya, kamera tersebut bisa tahan 300.000 kali naik turun yang berarti kamera bisa bertahan hingga lebih dari 8 tahun dengan asumsi 100 kali naik turun per hari.

Redmi K20 dan K20 Pro hadir dengan dua warna, yaitu Red dan Blue. Untuk harganya, K20 versi standar dibanderol dengan harga mulai dari CNY 1,999 atau setara Rp 4,1 jutaan untuk versi 6GB/64GB, dan CNY 2,099 atau Rp 4,3 jutaan untuk 6GB/128GB.

Sedangkan versi Pro, Redmi menyediakan empat tipe reguler dan satu edisi spesial bernama Avengers Edition. Masing-masing dibanderol dengan harga USD 361 atau Rp 5,1 jutaan untuk 6GB/64GB, USD 377 atau Rp 5,4 jutaan untuk 6GB/128GB, USD 405 atau Rp 5,8 jutaan untuk 8GB/128GB, dan USD 434 atau Rp 6,2 jutaan untuk 8GB/256GB.

Sementara Avengers Edition, masih belum disebutkan harga jualnya. Seluruh smartphone tersebut mulai akan dijual pada 1 Juni mendatang secara flash sale di China. (FHP)

Duo “Flagship Killer 2.0” ala Redmi Resmi Melenggang

0

Telko.id, Jakarta – Redmi resmi merilis duo smartphone terbaru yang mereka sebut sebagai “Flagship Killer 2.0”, yakni Redmi K20 dan Redmi K20 Pro. Keduanya mengusung sejumlah hal dengan “rasa” flagship, mulai dari desain, hingga dapur pacu utamanya.

Kedua smartphone ini mengusung layar berjenis OLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+ dan aspek rasio 19,5 : 9. Layarnya telah disematkan sensor sidik jari di dalamnya.

Sensor optik tersebut merupakan generasi terbaru, yang terdiri dari lensa 3P dengan ukuran piksel besar 7,2μm dan teknologi DSP.

Itu berarti, akurasi sensor sidik jari ini 30% lebih baik, kecepatan unlock yang meningkat 10%, dan punya area yang lebih besar 15% dibandingkan dengan sensor sidik jari yang ada sekarang.

Redmi K20 versi standar ditopang oleh prosesor Snapdragon 730 (8nm), RAM 6GB, ROM 64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 18W.

Sedangkan Redmi K20 Pro, ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 27W.

Redmi menghadirkan juga fitur Game Turbo 2.0 yang mampu meningkatkan performa Redmi K20 saat pengguna bermain game. Mode tersebut juga memungkinkan pengguna untuk tetap membalas pesan saat bermain game. Dan, tidak akan ada rasa lag saat menjalankan keduanya.

Di bagian kamera, keduanya masing-masing memiliki tiga kamera utama dengan konfigurasi 48MP lensa utama, 13MP lensa ultra-wide, dan 8MP lensa telephoto. Ke bagian depan, keduanya sama-sama mengadopsi kamera pop-up dengan resolusi 20MP. (FHP)

Biar Mudik Nyaman, Pakai “Peta Digital” Jelajah Nusantara

0

Telko.id, Jakarta – Menjelang musim mudik Lebaran, PT XL Axiata bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan aplikasi peta digital bertajuk “Peta Jelajah Nusantara”. Peta digital ini akan membantu masyarakat mendapatkan infomasi jalur mudik.

Aplikasi ini dibangun sebagai sarana pemandu bagi masyarakat yang melakukan perjalanan darat di wilayah Indonesia dengan sejumlah fitur yang memudahkan pengguna menemukan rute perjalanan dan berbagai informasi yang paling dibutuhkan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa peta navigasi digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat pengguna jalan secara umum, karena peta dalam lembaran tercetak sudah mulai ditinggalkan,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam keterangannya, Selasa (28/5/2019).

“Peta digital memang lebih fleksibel dalam penggunaannya, berbagai informasi juga bisa dimasukkan tanpa khawatir dengan ruang yang tersedia. Budi Karya Sumadi, dalam keterangan pers, Selasa (28/5/2019).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menambahkan, aplikasi Peta Jelajah Nusantara sengaja diluncurkan bertepatan pada masa mudik lebaran untuk menambah referensi masyarakat yang membutuhkan sarana navigasi untuk pulang ke kampung halaman.

{Baca juga: Hore! XL Axiata Bagi-bagi THR Lewat Paket Xtra Rejeki}

Yang membedakan aplikasi ini dengan aplikasi navigasi yang sudah ada adalah sejumlah informasi tambahan yang dibutuhkan selama perjalanan, seperti keberadaan dan info mengenai posko mudik, posko kesehatan, terminal hingga informasi mengenai area rawan kecelakaan dan jalur alternatif.

Pada kesempatan yang sama, Chief Human Capital XL Axiata, Rudy Afandi menyebut bahwa aplikasi Peta Jelajah Nusantara merupakan hasil tindak lanjut dari kerjasama kedua pihak dalam digitalisasi informasi layanan Kemenhub kepada masyarakat.

Menurutnya, XL siap untuk mendukung upaya pengembangannya lebih lanjut. Masih perlu penyempurnaan untuk aplikasi ini agar lebih kaya dengan informasi dan data yang dibutuhkan pengguna jalan.

“Kami melihat banyak hal positif jika suatu aplikasi navigasi ini dibuat oleh pemerintah. Sebagai pengelola dan pembuat kebijakan atas layanan transportasi, maka tentunya banyak informasi yang bisa dituangkan dalam aplikasi Peta Jelajah Nusantara ini,” ujar Rudy.

Beberapa informasi yang bisa didapat misalnya, mengenai peraturan dan tata tertib berkendara, kondisi jalan, potensi gangguan yang terjadi karena misalnya ada perbaikan jalan, daerah rawan bencana, hingga jalur alternatif.

{Baca juga: Pendapatan XL Axiata di Q1 2019 Naik 9%}

Informasi dan data yang tersaji di dalam aplilkasi Peta Jelajah Nusantara merupakan data resmi yang ter-update dari sejumlah instansi yang terkait dengan pelayanan transportasi (Kemenhub), Kesehatan (Kementerian Kesehatan), sarana dan prasarana jalan (Bina Marga, Kementrian PUPR), serta keamanan dan ketertiban (Korlantas Polri).

Untuk kebutuhan mudik Lebaran 2019, informasi yang tersaji di dalam aplikasi Peta Jelajah Nusantara adalah navigasi jalur mudik di semua wilayah tujuan mudik di seluruh Indonesia.

Peta navigasi yang tersaji terhubung dengan aplikasi Google Map. Masyarakat luas bisa secara mudah mendapatkan aplikasi ini dari Google Play Store untuk smartphone Android.

Selanjutnya informasi keberadaan posko-posko di sepanjang jalur utama, termasuk posko informasi jalan, posko mudik, posko kesehatan, juga terminal bus. Selain letak posko, pengguna juga bisa mengetahui nama dan nomor kontak petugas di setiap posko.

{Baca juga: XL Axiata Kenalkan “Laut Nusantara” ke Nelayan Banyuwangi}

Kemudian juga ada informasi pengaturan jalur lalu lintas, misalnya jalur satu arah, ganjil genap, dan jalur alternatif. Peta digital ini juga dilengkapi dengan informasi mengenai letak titik-titik  rawan kecelakaan di jalur mudik. Dengan pengaturan, pengguna akan bisa mendapatkan notifikasi setiap mencapai daerah titik rawan kecelakaan sejak radius 2,5 km. [HBS]

Smartfren Sediakan Kartu Perdana untuk Wisatawan Asing

0

Telko.id, Jakarta – PT Smartfren Telecom menghadirkan kartu perdana Smartfren Tourist Pack bagi wisatawan asing. Kartu tersebut diperuntukan bagi turis mancanegara agar komunikasi mereka tetap lancar selama di Indonesia.

Menurut VP Mobility Development Smartfren, Hermansyah kartu ini sengaja dihadirkan agar para wisatawan mancanegara dapat memperoleh kemudahan akses komunikasi selama berada di Indonesia.

“Seperti untuk mencari dan mendapatkan referensi lokasi wisata di Indonesia Selain itu kami berharap hadirnya kartu ini dapat juga mendukung kemajuan dunia pariwisata di Indonesia,” ujar Hermansyah.

{Baca juga: Smartfren akan Uji Coba 5G di Kawasan Marunda}

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Selasa (28/05/2018), Kartu Perdana Smartfren Tourist Pack menghadirkan 2 penawaran paket data. Pertama, kartu perdana Tourist Pack Unlimited Internet Kouta 24 Jam dengan harga Rp 100 ribu dan berlaku selama 14 hari.

Paket kedua adalah Kartu Perdana Tourist Pack kouta 30GB dengan harga Rp 200 ribu yang berlaku selama 14 hari. Semua kartu tersebut juga memberikan bonus menelpon internasional selama 10 menit.

Selain menghadirkan kartu perdana Tourist Pack, Smartfren juga melakukan langkah peningkatan kualitas koneksi data, di beragam tempat tujuan wisata di Indonesia. Saat ini jangkauan Smartfren bisa dinikmati di sebagian besar tempat wisata, antara lain: Pulau Sabang, Batam, Danau Toba, Bukit Tinggi, Bali, Gili Islands Lombok , Mandalika, Senggigi, Bantimurung dan Rammang Rammang Maros

{Baca juga: Mudik Lebaran, Smartfren Prediksi Trafik Data Naik 25%}

Dengan hadirnya layanan terbaru Kartu PerdanaTourist Pack dan hadirnya Smartfren di sebagian besar daerah tujuan wisata nasional,  mereka sangat optimistis, dapat mendukung kemajuan dunia pariwisata di Indonesia dengan memberikan kenyamanan dan juga kemudahan berkomunikasi bagi para wisatawan mancanegara, selama mereka berada di Indonesia. [NM/HBS]