spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1190

Duh! YouTuber Ini Dibui 15 Bulan Gara-gara “Prank Oreo”

Telko.id, Jakarta – Selama beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan aksi kejahatan berkedok video prank dan diunggah ke YouTube. Hal serupa dilakukan oleh YouTuber bernama Kanghua Ren atau dikenal sebagai ReSet yang mengunggah prank Oreo.

Beberapa tahun lalu, ia mempublikasikan sebuah prank Oreo melalui YouTube. Ia mengisi kue Oreo dengan pasta gigi, kemudian membayar seorang gelandangan sebesar 20 poundsterling atau Rp 360 ribuan untuk memakannya.

Ren pun memberi tahu kepada para pengikutnya. “Mungkin saya melangkah terlalu jauh. Tapi, mari lihat sisi positifnya. Pasta gigi di dalam kue Oreo akan membantunya membersihkan gigi,” terangnya, seperti dilansir dari Ubergizmo.

{Baca juga: Awas! Prank Ini Bisa Bikin Akun Twitter Terkunci}

Video itu mendapat banyak komentar negatif. Namun, Ren membela diri. “Jika saya melakukannya kepada orang normal, tidak ada yang akan sinis. Karena ia seorang pengemis, orang-orang lantas protes,” imbuhnya.

Meski demikian, Ren harus menghadapi kenyataan pahit. Ia dinyatakan bersalah telah melakukan pelanggaran terhadap integritas moral oleh pengadilan Spanyol. Sebagai konsekuensinya, ia dijatuhi hukuman pidana berupa 15 bulan penjara.

{Baca juga: Facebook Diam-diam Uji Fitur LOL, Apa Itu?}

Seperti dikutip Telko.id, Senin (03/06/2019), Ren bahkan wajib membayar sejumlah uang sebagai bentuk kompensasi kepada korban. Saluran YouTube miliknya juga diperintahkan untuk ditutup selama lima tahun.

Sekarang, video prank ala Ren, bahkan mungkin lebih dari itu, marak beredar di YouTube. Kreator tak berpikir dua kali demi mendapatkan subscriber. Akankah hukum berlaku sama untuk merespons video-video tersebut? (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Robert Pattinson Resmi Perankan Batman, Pantas Gak?

Telko.id, Jakarta – Pada pertengahan Mei 2019, dilaporkan bahwa aktor kondang Robert Pattinson hampir menemui kata sepakat untuk memerankan karakter Batman dalam film Batman: Caped Crusader. Sekarang, informasi sahih tersiar ke publik.

Seiring pengunduran diri Ben Affleck dari peran Batman, orang-orang bertanya-tanya siapakah penggantinya. Apalagi, tak mudah mencari sosok nan tepat untuk menjadi tokoh utama di film Caped Crusader tersebut.

Menurut Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Senin (03/06/2019), tampaknya Robert Pattinson telah secara resmi menandatangani perjanjian dengan Warner Bros. Bintang Twilight dan Harry Potter itu akan bermain sebagai Batman.

{Baca juga: Elon Musk Mau Bikin Garasi Mobil ala Batman}

Kabarnya, Matt Reeves sedang merampungkan konsep film teranyar Batman. Nantinya, ia menjadi sutradara alias pengarah trilogi terbaru Batman yang dibintangi oleh Pattinson. Sayang, Pattinson belum bisa memberikan konfirmasi.

Trilogi Batman terakhir adalah Dark Knight karya Christopher Nolan yang dibintangi oleh Christian Bale. Pattinson pun dinilai oleh beberapa pihak tak pantas untuk menggantikan posisi Bale.

{Baca juga: Will Smith dan Keluarga Kunjungi Apple Park, Buat Apa?}

Alasannya cukup menggelitik. Mereka menyebut, selama ini Pattinson lebih dikenal sebagai pemeran film-film melankolis semisal Twilight. Pattinson juga sempat mengambil peran di film Harry Potter dan Cosmopolis.

Namun, Warner Bros mengatakan bahwa Pattinson sudah mengalahkan semua kandidat, termasuk Nicholas Hoult. Warner Bros tertarik kepada Pattinson justru karena peran dalam Twilight dan Harry Potter yang sukses besar. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Hore! Smartphone Nokia akan Punya Night Mode ala GCam

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa produsen smartphone mulai menghadirkan Night Mode atau mode malam ke aplikasi kamera bawaan mereka, termasuk Nokia. Laporan terbaru, HMD Global kabarnya akan meluncurkan Night Mode untuk smartphone Nokia.

Sekadar informasi, konsep mode ini adalah sedikit “mengoprek” software untuk meningkatkan kinerja pencitraan dalam kondisi cahaya rendah.

Google telah melakukannya di Google Camera (GCam) untuk seri Google Pixel. Samsung pun baru-baru ini mencoba untuk mereplikasinya, dan sejumlah brand juga turut menghadirkannya.

{Baca juga: Nokia X71 Diluncurkan di Italia?}

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Senin (03/06/2019), HMD Global kemungkinan meluncurkan smartphone baru Nokia pada minggu depan. Bersamaan dengan itu, HMD Global juga mengumumkan fitur Night Mode serupa di aplikasi GCam.

HMD Global bahkan sudah mencuit di Twitter terkait pengumuman pada 6 Juni 2019 nanti, yang mengisyaratkan kehadiran Night Mode untuk smartphone. Namun, belum jelas apakah peningkatan perangkat lunak tersebut akan bersifat terbatas.

Belum lama ini, ada undangan dari Nokia terkait peluncuran Nokia 1 Plus dan Nokia 9 PureView di New Delhi, India. Sekarang, pada acara lain di Italia, HMD Global kabarnya akan meluncurkan perangkat baru bernama Nokia X71. Benarkah?

{Baca juga: Berumur 21 Tahun, Nokia 9110i Communicator jadi “Holy Grail” Kolektor}

Menurut laporan GSMArena, pada gelaran tersebut, kemungkinan besar HMD Global merilis ponsel gres bernama Nokia X71. HMD Global juga meluncurkan ponsel lain berharga terjangkau. Sayang, tak banyak informasi yang didapat mengenai Nokia X71.

Satu-satunya bocoran spesifikasi ponsel itu adalah ditenagai Snapdragon 429. Pihak HMD Global belum memberi konfirmasi tentang kabar yang beredar. Sebelumnya, hanya beredar informasi bahwa ponsel Nokia bakal mengadopsi pembaruan Android Q Beta. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Balas Dendam, China akan Embargo Apple?

Telko.id, Jakarta – Pemerintah China kabarnya membalas perlakuan Amerika Serikat (AS) atas aksi embargo Huawei. Otoritas Negeri Tirai Bambu juga membuat daftar hitam perusahaan asal AS. Dan, Apple termasuk di dalam daftar tersebut.

Menurut phoneArena, dikutip Telko.id, Senin (03/06/2019), daftar hitam yang dibuat oleh pemerintah China berisi perusahaan yang emoh memasok produk maupun komponen ke China, khususnya kepada Huawei.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng mengemukakan, perusahaan yang masuk daftar hitam juga terindikasi mengancam keamanan nasional. Saat ini, pemerintah China sedang melakukan kajian.

{Baca juga: Lawan Embargo, Huawei Menentang Pasal NDAA Amerika Serikat}

Meski demikian, Apple sebagai raksasa teknologi asal AS disebut oleh sumber lain tak masuk daftar hitam pemerintah China. Alasannya, selama ini Apple menempatkan sebagian produksi iPhone di China.

Belum lama ini, dampak perseteruan antara China dan AS diyakini bakal memengaruhi harga iPhone XS. Banderol ponsel itu diprediksi akan naik sampai Rp 2,3 jutaan di China sebagai konsekuensi tarif untuk barang AS.

{Baca juga: Harga Huawei P30 Pro Anjlok jadi Rp 1 Jutaan}

Perang dagang AS dan China memang memengaruhi banyak sektor. Namun, Apple tampaknya menjadi perusahaan yang paling terdampak. Apalagi, indeks Dow Jones Industrial turun 2,6 persen dan Nasdaq 3,5 persen.

Menurut laporan CNBC, seperti dikutip Telko.id, baru-baru ini, Apple sangat rentan terhadap perang dagang antara AS dan China karena dua alasan utama. Alasan terkuat, Apple merakit mayoritas iPhone di China.

Sumber: phoneArena

Oppo Pamer Smartphone dengan “Kamera di Layar”, Segera Rilis?

0

Telko.id, Jakarta – Setelah kamera pop-up, Oppo kembali menciptakan inovasi baru dengan menghadirkan teknologi in-display camera atau kamera di dalam layar. Bukan sekadar konsep, tapi produk dengan teknologi tersebut telah dipamerkan oleh salah satu bos Oppo, Brian Shen.

VP Oppo tersebut mengunggah video singkat via akun Weibo-nya. Dalam video berdurasi 21 detik itu, diperlihatkan smartphone dengan kamera yang disematkan di dalam layarnya.

Smartphone ini punya layar dengan sisi-sisi yang melengkung, mirip Oppo Find X. Yang justru menarik perhatian adalah, proses dan tampilan ketika kamera depan diaktifkan.

{Baca juga: 8 Cara untuk Membuat Smartphone Anda “Siap” Mudik}

Saat aplikasi kamera dijalankan, muncul lingkaran putih di bagian atas layar, yang merupakan kamera depan yang tersembunyi di dalamnya. Seketika, layar langsung menampilkan gambar yang ditangkap kamera depan.

“Mari kita lihat teknologi layar terbaru,” katanya.

Video yang diunggah Shen seolah menegaskan bahwa Oppo mungkin akan merilis smartphone dengan kamera di dalam layarnya. Hadirnya smartphone itu bisa jadi sebentar lagi akan terjadi, karena pengembangannya tampak sudah selesai dan sempurna.

Sebelumnya, Xiaomi dikabarkan sedang merancang dan mengembangkan teknologi in-display camera atau kamera di dalam layar smartphone. Ini diketahui lewat paten Xiaomi terbaru.

{Baca juga: Xiaomi Patenkan Teknologi “Kamera di Layar”}

Brand asal China mengajukan paten tersebut pada November 2018 lalu. Dalam patennya, Xiaomi merancang kamera yang ditempatkan di belakang layar. Dalam deskripsi paten Xiaomi tersebut, ada dua panel layar, layar utama di bagian atas dan layar sekunder di bawahnya.

Kemudian, ada juga sensor cahaya yang bekerja pada kedua panel layar tadi. Tugasnya, untuk “menyembunyikan” kamera di layar sekunder ketika tidak digunakan, dan memunculkannya saat kamera digunakan. (FHP)

Sumber: Weibo

Main PUBG Enam Jam Non Stop, Remaja 16 Tahun Tewas

Telko.id, Jakarta – Main game memang harus tahu waktu. Sebab, apabila terlalu lama main game, bahkan hingga berjam-jam tanpa henti, akan menyebabkan masalah serius hingga kematian. Baru-baru ini, remaja 16 tahun asal India meninggal dunia akibat terlalu lama main PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds).

Remaja malang bernama Furkhan Qureshi dari Madhya Pradesh, India dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami serangan jantung.

Penyebab utamanya, ia bermain PUBG Mobile selama enam jam tanpa henti. Dilaporkan My Metro, seperti dilansir Telko.id pada Senin (03/06/2019), Furkhan bermain game tersebut pada 28 Mei lalu.

Ia bermain tanpa henti, sampai akhirnya tidak sadarkan diri. Menurut Dr Ashok Jain, dokter jantung yang menangani kasus ini, saat Furkhan  dibawa masuk ke ruang perawatan, denyut nadinya sudah tidak ada.

“Kami mencoba menyadarkannya tetapi kami tidak bisa,” katanya.

Ia mengatakan, video game dapat membuat seseorang terlalu bersemangat, yang mungkin dapat memicu serangan jantung.

“Saya menghimbau kepada para remaja dan anak-anak muda untuk menghindari game seperti itu, karena bisa jadi menyebabkan serangan jantung,” jelasnya.

Dalam insiden lain, dilaporkan oleh Times of India, ada seorang remaja di Hyderabad bunuh diri saat ia dimarahi orang tuanya untuk berhenti main PUBG. Sang ibu meminta anaknya untuk berhenti, karena sudah memainkannya dalam waktu yang lama.

Merasa tak terima telah dimarahi, ia lantas masuk ke kamarnya, dan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. (BA/FHP)

Sumber: My Metro

Drakor di Netflix Ini akan Diadaptasi jadi Game Mobile

Telko.id, Jakarta – Serial TV Korea yang tayang di Netflix, Kingdom kabarnya bakal diadaptasi menjadi game mobile. Drama Korea atau “Drakor” tentang gempuran zombie ini, menjadi inspirasi bagi Com2uS untuk mengembangkan game, bersama developer Day7.

Com2uS selaku publisher game di Korea Selatan, telah menandatangani kontrak properti intelektual dengan produser drama, AStory.

Dilansir Telko.id dari Pulsenews, Senin (03/06/2019), nantinya Day7 akan mengambil alih untuk mengadaptasi serial Korea tersebut menjadi sebuah game mobile.

{Baca juga: Yeay! Ada DJ Steve Aoki di Game Need for Speed: No Limits}

Diprediksi, game ini akan mendapatkan sentuhan tampilan dan cerita khas Day7. Asal tahu saja, developer ini telah merilis beberapa game di Adnroid, seperti Glam Diary, SECRET Fan Crush, dan lainnya.

Menurut rencana, game Kingdom akan dirilis secara global di platform mobile meski belum diketahui tanggap pastinya. Agar tidak penasaran, para gamers disarankan untuk melihat serial TV Kingdom terlebih dahulu, sebelum akhirnya menjajal game-nya ketika resmi dirilis nanti.

{Baca juga: Netflix Gabung Acara E3 2019, Mau Rilis Game?}

Beberapa waktu lalu, Netflix dikabarkan melihat kalau industri game “lebih sexy” ketimbang industri film maupun musik. Netflix pun ingin mengembangkan bisnis ke dunia game dengan adaptasi film.

Netflix diberitakan siap berpartisipasi pada gelaran E3 2019 pada 12 Juni 2019 mendatang. Asal tahu saja, E3 2019 merupakan acara industri game terbesar dan termegah sejagat. (BA/FHP)

Sumber: Pulsenews

Fast Charging Galaxy Note 10 Lebih Cepat dari P30 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Samsung akan menyematkan teknologi fast charging super cepat untuk phablet mereka yang akan datang, Samsung Galaxy Note 10. Suksesor Samsung Galaxy Note 9 itu akan mengusung teknologi fast charging 45W.

Kecepatannya bahkan 3 kali lipat dari Note 9 yang hanya mengadopsi fast charging 15W untuk mengisi daya baterainya yang berkapasitas 4,000 mAh.

Apabila dibandingkan dengan fast charging dari smartphone terbaru seperti Huawei P30 Pro, kecepatan Note 10 pun lebih cepat. Sebab, jagoan Huawei ini hanya mengusung teknologi 40W untuk mengisi baterainya yang berkapasitas 4,200 mAh.

Dilansir dari GSMArena, Senin (03/06/2019), kabar ini berasal dari leakster terkenal, Ice Universe yang mengunggah foto Leonardo da Vinci dengan adanya kode biner 101101.

{Baca juga: Bocoran 5 Warna Samsung Galaxy Note 10, Ada Red!}

Apabila diterjemahkan, kode itu adalah angka 45, dan foto Leonardo da Vinci menggambarkan nama kode dari Note 10, yaitu “Da Vinci”. Jadi mengingat itu, angka 45 yang diungkapkan Ice Universe bisa jadi kecepatan charging dari Note 10.

Sebelumnya dilaporkan, Galaxy Note 10 bisa jadi akan menggunakan fast charging 100W. Itu karena, Samsung bakal pamer kemampuan fast charging 100W dengan memperkenalkan sepasang kontroler Power Delivery (PD) Tipe-C baru, bernama SE8A dan MM101.

{Baca juga: Fast Charging 100W akan Hadir di Samsung Galaxy Note 10?}

Keduanya akan tertanam dengan fitur eFlash yang memungkinkan pembaruan firmware. Jika dihitung, keduanya mampu menyediakan daya hingga 100 watt (20V/5A).

MM101 saat ini masih dalam fase uji coba oleh Samsung. Sementara SE8A, sekarang dalam produksi massal, yang berarti teknologi ini akan tersedia untuk handset kelas atas Samsung yang segera rilis. (FHP)

Sumber: GSMArena

Lebih Cepat, Samsung Galaxy Note 10 Punya Fast Charging 45W

0

Telko.id, Jakarta – Samsung akan menyematkan teknologi fast charging super cepat untuk phablet mereka yang akan datang, Samsung Galaxy Note 10. Suksesor Samsung Galaxy Note 9 itu akan mengusung teknologi fast charging 45W.

Kecepatannya bahkan 3 kali lipat dari Note 9 yang hanya mengadopsi fast charging 15W untuk mengisi daya baterainya yang berkapasitas 4,000 mAh.

Dilansir dari GSMArena, Senin (03/06/2019), kabar ini berasal dari leakster terkenal, Ice Universe yang mengunggah foto Leonardo da Vinci dengan adanya kode biner 101101.

{Baca juga: Bocoran 5 Warna Samsung Galaxy Note 10, Ada Red!}

Apabila diterjemahkan, kode itu adalah angka 45, dan foto Leonardo da Vinci menggambarkan nama kode dari Note 10, yaitu “Da Vinci”. Jadi mengingat itu, angka 45 yang diungkapkan Ice Universe bisa jadi kecepatan charging dari Note 10.

Sebelumnya dilaporkan, Galaxy Note 10 bisa jadi akan menggunakan fast charging 100W. Itu karena, Samsung bakal pamer kemampuan fast charging 100W dengan memperkenalkan sepasang kontroler Power Delivery (PD) Tipe-C baru, bernama SE8A dan MM101.

{Baca juga: Fast Charging 100W akan Hadir di Samsung Galaxy Note 10?}

Keduanya akan tertanam dengan fitur eFlash yang memungkinkan pembaruan firmware. Jika dihitung, keduanya mampu menyediakan daya hingga 100 watt (20V/5A).

MM101 saat ini masih dalam fase uji coba oleh Samsung. Sementara SE8A, sekarang dalam produksi massal, yang berarti teknologi ini akan tersedia untuk handset kelas atas Samsung yang segera rilis. (FHP)

Sumber: GSMArena

Xiaomi Patenkan Teknologi “Kamera di Layar”

0

Telko.id, Jakarta – Saat ini sudah cukup banyak smartphone yang mengadopsi teknologi in-screen fingerprint atau sidik jari di dalam layar. Lalu, apa setelahnya? Rupanya, setelah sensor sidik jari, kini giliran kamera yang akan disematkan di dalam layar smartphone.

Adalah Xiaomi yang sedang merancang dan mengembangkan teknologi in-display camera atau kamera di dalam layar smartphone. Ini diketahui lewat paten Xiaomi terbaru.

Menurut Gizmochina, seperti dilansir pada Senin (03/06/2019), brand asal China mengajukan paten terkait pada November 2018 lalu.

{Baca juga: Unik! Powerbank Xiaomi Ini Bentuknya Mirip Alat Makeup}

Dalam patennya, Xiaomi merancang kamera yang ditempatkan di belakang layar. Dalam deskripsi paten Xiaomi tersebut, ada dua panel layar, layar utama di bagian atas dan layar sekunder di bawahnya.

Kemudian, ada juga sensor cahaya yang bekerja pada kedua panel layar tadi. Tugasnya, untuk “menyembunyikan” kamera di layar sekunder ketika tidak digunakan, dan memunculkannya saat kamera digunakan.

Tidak dijelaskan, apakah Xiaomi segera mengimplementasi teknologi tersebut di jajaran smartphone terbarunya di tahun ini atau tidak. Jikapun tidak tahun ini, bisa jadi brand ini akan menghadirkannya pada smartphone terbaru di tahun depan.

{Baca juga: Canggih, LG Patenkan Teknologi “Layar Ponsel Speaker”}

Sebelumnya, masih soal layar, LG mendaftarkan hak paten teknologi yang bisa membuat layar ponsel menjadi pengeras suara (speaker) dan penguat suara (amplifier). Teknologi itu awalnya bernama Crystal Sound OLED Technology, tetapi kemudian berubah menjadi LG Display Speaker.

Teknologi LG Display Speaker berfungsi memperkuat suara melalui getaran permukaan layar. Getaran tersebut menghasilkan suara dari seluruh layar OLED, dan dapat membantu meningkatkan kualitas suara di perangkat berbasis mobile. (FHP)

Sumber: Gizmochina