spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1173

Mengerikan! Keseringan Main Ponsel Bisa Ubah Bentuk Kepala

Telko.id, Jakarta – Kehidupan modern membuat kita bekerja berjam-jam lebih lama dari sebelumnya, dan kebiasaan menatap layar atau keseringan main ponsel seharian. Ternyata kebiasaan ini memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi otak dan tubuh kita.

Para ilumwan menemukan beberapa perubahan aneh pada tubuh manusia akibat kebiasaan hidup di era modern. Perubahan aneh itu, seperti dilansir BBC, adanya benjolan di tengkorak, dan siku yang kian mengecil.

Sejumlah ilmuwan menemukan pertumbuhan tengkorak yang mengalami perubahan. Beberapa tengkorak manusia modern kini menjadi lebih runcing hingga 30 milimeter.

{Baca juga: Duh! Kelamaan Main Ponsel, Tangan Wanita Ini “Mati Jari”}

Benjolan di tengkorak ini, sangat jarang ditemukan sekitar 100 tahun yang lalu. Benjolan tersebut menonjol keluar dari punggung bawah tengkorak, tepat di atas leher.

Benjolan itu diyakini sebagai akibat dari penggunaan smartphone secara berlebihan. Saat ini, manusia bisa menatap layar ponsel mereka selama lebih dari empat jam dalam sehari. Hal itu berarti, manusia menjulurkan leher lebih banyak dari biasanya, dan memaksa tubuh untuk mengimbanginya.

“Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun, dan hanya dalam dekade terakhir, saya telah menemukan bahwa pasien saya memiliki pertumbuhan pada tengkorak,” kata David Shahar, seorang ilmuwan kesehatan di University of The Sunshine Coast, Australia.

Benjolan adalah penumpukan tulang dimana otot leher bertemu dengan kepala. Benjolan ini tumbuh untuk membantu leher kita menopang berat saat kita melirik gadget kita.

{Baca juga: Peneliti: Setiap Tahun Orang Makin Ketagihan Pakai Smartphone}

Untuk mengetahui apakah ada benjolan di kepala, Anda bisa merasakannya dengan meraba menggunakan jari-jari Anda. Apabila kepala gundul atau botak, benjolan tersebut dapat terlihat lebih jelas dari belakang.

Manusia di era digital juga lebih sedikit bergerak, karena terbiasa menggunakan smartphone. Tulang manusia akan menjadi lebih rapuh karena gaya hidup yang tidak banyak bergerak, terutama bagi mereka yang kecanduan ponsel.

Biar Anda ketahui, tulang manusia akan tumbuh dan menjadi kuat saat kita sering menggunakannya. Namun, kini manusia modern sangat kurang berjalan atau bergerak dibanding sebelumnya.

Di Jerman, para ilmuwan di Universitas Potsdam menemukan konsekuensi yang tidak biasa dari gaya hidup kita yang malas. Mereka menemukan bahwa siku manusia menyusut dengan sangat cepat. Sebagian besar disebabkan karena tidak banyak berjalan atau bergerak.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak di Jerman yang jarang bergerak memiliki siku yang lebih kecil. Perubahan ini disebabkan penyusutan kerangka secara keseluruhan karena kita terlalu banyak duduk bekerja atau bermain ponsel.

{Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel}

Yang tak kalah menariknya, gaya hidup modern juga menyebabkan jari-jari kita menjadi lebih sensitif. Mengetik pesan teks, menggulir halaman web, dan memeriksa email di layar smartphone bisa mengubah indra sentuhan manusia.

Menurut sebuah penelitian tahun 2014, jari-jari manusia, terutama ibu jari, menjadi lebih sensitif ketimbang sebelumnya. Itu disebabkan karena kebiasaan menggulir, mengetuk, dan menggesek layar ponsel setiap sehari. Hal itu membelokkan secara permanen cara otak dan jari kita berinteraksi.

Para ahli di Universitas Zurich di Swiss melacak aktivitas otak dari 37 pecandu ponsel. Dua puluh enam relawan memiliki gadget layar sentuh, seperti iPhone, sementara 11 ponsel berbasis keyboard retro.

{Baca juga: Upss! Ponsel Tiga Kali Lebih Kotor Ketimbang Toilet}

Mereka yang menggunakan layar sentuh menunjukkan lebih banyak aktivitas otak ketika ujung jari mereka disentuh daripada mereka yang tidak. Hal ini menunjukkan bahwa jari-jari mereka lebih sensitif. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

Avatar di Game Avengers Gak Mirip Film? Ini Penjelasannya

Telko.id, Jakarta – Di ajang E3 2019 kemarin, Square Enix mengumumkan tanggal perilisan game Avengers. Namun pasca pengumuman, game tersebut mendapat banyak kritikan dari para gamers karena avatar game tidak mirip dengan tokoh superhero di film Avengers.

Dilansir Telko.id dari CNET, para gamers kecewa karena, berharap jika game ini dapat mewakili film Avengers yang selama ini mereka tonton. Apalagi game ini juga dikembangkan oleh Crystal Dynamics yang sukses mengembangkan game Tomb Rider.

Creative Director Crystal Dynamics, Shaun Escayg buka suara terkait kritikan tersebut. Shaun menjelaskan bahwa mereka berpedoman pada komik yang menjadi cerita asli perjuangan superhero tersebut, sehingga memang agak berbeda dengan tokoh-tokoh di film.

{Baca juga: Catat! Ini Tanggal Rilis Game Avengers Buatan Square Enix}

“Kami tahu kami ingin membuat game Avengers asli dengan cerita asli. Kami ingin kembali ke akarnya, yang merupakan buku komik. Kami terinspirasi oleh buku-buku komik. Kami ingin memastikan karakter kami hidup dalam cerita kami,” kata Shaun menjelaskan alasannya.

Pada trailer yang ditampilkan, nampak 5 tokoh Avengers, yakni Captain America, Hulk, Black Widow, Iron Man dan Thor. Dalam film Captain America diperankan Chris Evan, Hulk oleh Mark Ruffalo, Black Widow oleh Scarlett Johansson, Iron Man oleh Robert Downey Jr dan Chris Hemsworth sebagai Thor.

Tetapi dalam game Avengers, 5 avatar yang muncul tidak mirip dengan tokoh-tokoh tersebut. Shaun membela diri jika menggunakan persamaan atau suara para pemeran Marvel Cinematic Universe (MCU) tidak akan bisa menghibur jika dibuat dalamm bentuk game.

“Kami ingin menunjukkan dengan jelas bahwa ini adalah putaran kami pada Avengers,” katanya.

{Baca juga: Yeayy! Square Enix Ungkap Tanggal Rilis Game Avengers}

Sebelumnya, Square Enix memastikan game Avengers akan rilis di tahun depan. Game tersebut akan tersedia di konsol PlayStation 4, PC, Xbox One, dan platform streaming game, Google Stadia.

Melalui channel YouTube “Marvel’s Avengers”, Square Enix mengumumkan jika game Avengers akan hadir pada 15 Mei 2020 mendatang. [NM/HBS]

Sumber: CNET

Beredar Hoaks Menteri Agama Lukman Hakim Meninggal

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menemukan konten hoaks yang meresahkan masyarakat. Kali ini Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dikabarkan meninggal.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Sabtu (15/06/2019), konten hoaks itu tersebar di media sosial Facebook dalam bentuk foto seorang pria dalam posisi tertidur dan diiringi narasi duka cita.

“Innalillahi wainna ilaihi rajiun telah meninggal dunia hari ini pukul 13:05 WIB di IGD RSUD Abdul Rivai Kalimantan Timur Bapak Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI” demikian tertulis dalam caption di gambar tersebut.  

Konten unggahan itu juga mencantumkan tautan dari blog cpn-news.blogspot.co.id. Namun setelah ditelusuri bontangpost.id, blog tersebut mengutip kabar duka dari akun Twitter politisi Gerindra, Fadli Zon.

Plt. Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu menyatakan jika informasi tersebut hoaks.

“Tidak benar, tulisan itu terdapat tangkapan layar foto cuitan Pak Fadli Zon di Twitter. Menag (Lukman Hakim) memang tersengat ikan pari saat sedang berlibur ke Berau. Tapi kalau kabar (meninggal) itu hoaks,” kata Ferdinandus.

{Baca juga: Jelang Lebaran, Kominfo Tetap Pantau Konten Hoaks di Medsos}

Ferdinandus membenarkan adanya fakta, Menteri Agama Lukman Hakim yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit. Politikus PPP itu mendapat perwatan karena tersengat ikan pari saat sedang berlibur.

“Beliau sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan sebelum akhirnya balik ke Jakarta. Tapi kondisi pak Lukman baik-baik saja,” imbuhnya.

Kabar hoaks lainnya ditemukan foto tangkapan layar berita yang bersumber dari  Liputan6.com. juga disertai dengan narasi negara China tak Lagi “Silent Operation” untuk kuasai wilayah Republik Indonesia, lewat pembangunan 500 Bandara di Indonesia.

{Baca Juga: Kominfo Temukan 5 Hoaks Soal Aksi 22 Mei dan KPU}

Konten itu menulis bahwa mulai dari bandara besar, menengah, hingga bandara pelosok sudah menjadi target China untuk kuasai seluruh sektor ekonomi, bisnis dan pertahanan china di Indonesia. Namun faktanya, kabar tersebut hanya hoaks belaka.

“Berita itu dari Liputan6.com, artikel yang benar itu berjudul “Tiongkok gelontorkan Rp 2.000 Triliun Bangun Bandara Baru. Dalam berita itu disebutkan Tiongkok akan membangun 500 bandara barunya di negara Tiongkok, bukan di Indonesia,” jelas Ferdinandus. [NM/HBS]

Huawei Tunda Peluncuran Smartphone Lipat Mate X, Kenapa?

0

Telko.id, Jakarta Huawei menunda peluncuran smartphone lipat Huawei Mate X di pasaran dari Juni hingga September 2019. Alasannya, mereka sedang melakukan pengujian kembali agar smartphone lipat buatannya tersebut lebih baik ketimbang Samsung Galaxy Fold.

Huawei sedang melakukan pengujian ekstensif untuk memastikan perangkat itu siap untuk konsumen. Huawei mengambil pendekatan hati-hati menyusul kegagalan peluncuran ponsel lipat Samsung Galaxy Fold.

Smartphone tersebut memulai debutnya pada bulan April tetapi pengiriman telepon ditunda tanpa batas waktu setelah perangkat yang berada di beberapa outlet pecah dalam hitungan hari.

{Baca juga: Lagi Diboikot, Huawei Mate X Dibanderol Rp 37 Juta, Ada yang Beli?}

“Kami tidak ingin meluncurkan produk untuk menghancurkan reputasi kami,” kata juru bicara Huawei, seperti dilansir Telko.id dari The Verge, Sabtu (15/06/2019).

Masalah yang lebih besar untuk Huawei adalah efek berkelanjutan dari larangan perdagangan atau embargo dari pemerintah Amerika Serikat. Terlebih, apakah Mate X akan didukung oleh Android atau tidak. Media CNBC menulis jika Mate X akan didukung Android karena smartphone tersebut diluncurkan sebelum embargo AS diberlakukan.

Sedangkan Wall Street Journal melaporkan bahwa belum dapat dipastikan jika Mate X akan didukung Android atau tidak. Juru bicara Huawei tidak menjawab polemik tersebut. Dia hanya mengaku jika mereka siap jika Huawei Mate X tak didukung Android.

“Jika kita dipaksa untuk melakukannya sendiri, kita siap. Kita bisa melakukannya dalam enam hingga sembilan bulan ke depan,” kata Juru Bicara.

{Baca juga: Huawei Mate X, Ponsel Layar Lipat 5G Pesaing Galaxy Fold}

Sebelumnya Pabrikan asal China ini memperkenalkan  Huawei Mate X  di ajang MWC 2019, dengan tampilan yang lebih tipis, memiliki layar lebih besar, dan lipatan lebih rata. Saat dilipat, layar utama Mate X berukuran 6,6 inci dengan resolusi 2480 x 1148, aspek rasio.

Untuk harganya, Huawei membanderol Mate X seharga € 2.299 atau sekitar Rp 36,5 juta dengan 8GB RAM dan 512GB penyimpanan. [NM/HBS]

Sumber: The Verge

Demi Konten, YouTuber Ini Nikahi Ibu Sahabatnya

Telko.id,Jakarta – Di “Era YouTube” seperti sekarang, terkadang kita sulit membedakan apa yang dilakukan seseorang memang tulus, atau hanya demi popularitas. Seperti yang dilakukan seorang Youtuber asal Amerika bernama David Dobrik yang menikahi ibu sahabatnya. Tulus atau demi konten YouTube?

Seorang YouTuber asal Amerika bernama David Dobrik membuat heboh karena menikahi ibu sahabatnya. Dia berdalih, pernikahannya itu untuk membuktikan bahwa ia memang dapat “menemukan cinta”. Benarkah?

Cerita ini bermula saat pada bulan Mei lalu, Dobrik yang berusia 22, memposting video di YouTube berjudul “Saya Menikahi Ibu Teman Terbaik Saya !! (lamaran)”.

Dalam video itu, Dobrik bercerita bagaimana awal percakapannya dengan seorang sahabatnya yang juga sesama YouTuber, Jason Nash yang berusia 46, hingga akhirnya Dobrik melamar ibu sahabatnya yang bernama Lorraine.

Dalam video itu, Dobrik terdengar bertanya kepada Jason tentang bagaimana perasaannya, bahwa anak-anaknya tampaknya lebih menyukai pacar mantan istrinya.

Lalu Jason membalas pertanyaan Dobrik dengan mengatakan, “Lucu sekali, berpikir bahwa kamu tidak akan pernah memiliki mantan istri karena tidak ada yang mau menikahimu,” kata Jason.

{Baca juga: Demi Viewer, Youtubers Ini Nekat Bergelantungan di Gedung Tinggi}

Tiga jam setelah percakapan, Dobrik terbang ke Boston menemui Lorraine, untuk melamarnya. Dobrik menjelaskan bahwa ia ingin menjadi ayah tiri Jason. Gayung pun bersambut,Lorraine setuju menerima “pinangan” Dobrik dan mengatakan aksi itu akan menghebohkan semua orang.

Beberapa saat kemudian, Dobrik dan Lorraine menikah di Las Vegas. Kemudian, Dobrik memamerkan akta nikahnya kepada Jason dan memanggilnya “anakku”.

Video pernikahan Dobrik dan Lorraine ini diposting pada bulan Mei, dan telah dilihat lebih dari 7,8 juta kali. Sampai di sini, sepertinya apa yang “ingin dicapai” Dobrik membuat konten yang ditonton banyak orang sudah tercapai. Sementara pernikahan itu sendiri hanya seperti main-main.

Terbukti, pernikahan mereka tidak sampai seumur jagung. “Bulan madu” mereka pun telah berakhir. Sebab, pada tanggal 13 Juni, Dobrik mengumumkan bahwa ia telah mengakhiri pernikahannya dengan Lorraine.

{Baca juga: Youtuber Ini Dihujat Netizen Usai Berciuman dengan Adiknya}

Dia menulis keterangan yang panjang di Instagram. Dobrik menjelaskan bahwa dia dan Lorraine telah berusaha keras untuk membuat hubungan mereka berhasil.

Dalam keterangan tersebut, ia juga mengatakan, mereka berdua akan berkomitmen untuk menjadi teman yang baik dan sahabat bagi anak-anak mereka.

Tak ayal, aksi Dobrik ini menuai banyak kecaman dari para netizen. Dan mungkin karena tak tahan diserang netizen yang “julid” di Twitter, Dobrik pun meminta privasinya dihormati.

 

“Saya sedih mengumumkan bahwa Lorraine dan saya telah berpisah. Saya hanya berharap yang terbaik baginya. Kami mungkin terburu-buru, tetapi itulah yang terjadi ketika dua orang muda jatuh cinta. Harap hormati privasi kami saat ini,”katanya.

Beberapa penggemarnya pun ikut bersedih, mendengar tentang kabar perceraiannya. Namun, Dobrik juga menerima banyak kritikan dari beberapa pengguna media sosial karena dianggap telah “merusak kesucian pernikahan” hanya sekadar untuk membuat konten video YouTube.

{Baca juga: Duh! YouTuber Ini Dibui 15 Bulan Gara-gara “Prank Oreo”}

Saat ini, Dobrik memiliki lebih dari 12 juta subscribers di YouTube. Dan nampaknya keinginannya untuk membuat konten yang sukses ditonton banyak orang telah berhasil. Apapun alasannya, tingkah Dobrik ini tidak patut ditiru. [BA/HBS]

Sumber: The Star

Google Kembangkan Fitur Pengingat di Google Message

Telko.id, Jakarta – Kita sering lupa membalas pesan di ponsel karena terlalu sibuk bekerja. Demi menjawab permasalahan tersebut, Google dikabarkan sedang mengembangkan fitur pengingat untuk membas pesan di Google Message.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Sabtu (15/06/2019) isu tersebut mulai muncul di forum XDA Developers yang diunggah akun Quinny899. Mereka menemukan beberapa fitur yang masih dikembangkan Google salah satunya pengingat pesan.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk tidak lupa membalas pesan. Pengguna bisa mengatur pengingat untuk pesan teks mereka sehingga mereka dapat diingatkan untuk membalas pesan dalam periode waktu yang ditentukan.

Sepertinya fitur ini bisa  berguna jika Anda adalah tipe yang banyak lupa atau jika Anda berada dalam situasi di mana Anda tidak dapat membalas dengan cepat. Namun, seperti yang dikatakan oleh XDA Developers, pengguna yang telah menggunakan snoozing notifikasi, fitur ini tidak terlalu berguna.

{Baca juga: Kini Sudah Ada Pelindung Spam di Google Message?}

Google memang terus mengembangkan fitur terbaru untuk Google News. Tahun lalu telah muncul fitur perlindungan spam telah ada di Google Message atau android messages dan hadir di beberapa pengguna.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Sabtu (29/12/2018), rumor tersebut muncul dari laporan Android Police. Sayangnya fitur tersebut belum diluncurkan secara luas karena beberapa pengguna mengklaim mereka belum menerimanya.

Fitur anti spam itu tampaknya juga diaktifkan dari sisi server, sehingga Anda tidak perlu melakukan apa pun untuk mendapatkannya meskipun Anda mungkin perlu memiliki versi terbaru dari Google Message.

{Baca juga: Google Assistant sedang Dicoba di Android Messages}

Masih menurut Android Police, fitur ini masih memiliki beberapa masalah privasi. Hal ini karena menurut halaman dukungan Google, tampaknya beberapa info tentang pesan Anda nantinya akan dikirim ke Google terlebih dahulu.

Jadi jika Anda lebih suka Google tidak memiliki akses ke pesan Anda, spam atau tidak ada spam, maka Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk mematikannya atau mungkin menemukan aplikasi lain. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Adobe Gunakan AI untuk Deteksi Konten Deepfakes

Telko.id, Jakarta – Fenomena Deepfakes menimbulkan keresahan di masyarakat, khusus soal keaslian sebuah foto atau video. Untuk itu Tim Peneliti Adobe dan University of California, Barkeley melatih Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi deepfakes yang masuk ke Adobe Photoshop.

Dilansir Telko.id dari Engagdet pada Sabtu (15/06/2019) tim melatih jaringan saraf convolutional (CNN) untuk melihat perubahan pada gambar yang dibuat pada fitur Face Away Liquify Photoshop.

Fitur ini merupakan fitur Adobe Photoshop yang memiliki kemampuan untuk mengubah mata, mulut dan fitur wajah orang lain.

Ketika diuji jaringan CNN mendeteksi gambar yang telah diedit dengan tingkat akurasi 99% atau lebih tinggi dari kemampuan manusia yang memiliki akurasi hanya 53%. Selain itu jaringan CNN juga dapat mengembalikan gambar ke gambar asli sebelum diedit.

{Baca juga: Upss! Gal Gadot Dijadikan Artis Porno oleh AI}

Para peneliti berharap alat ini akan membantu mengembalikan kepercayaan pada media digital pada saat fenomena deepfake banyak dikhawatirkan. AI ini diharapkan bisa untuk forensik gambar, sehingga memungkinkan lebih banyak orang mengungkap praktik manipulasi gambar.

Ini bukan pertama kalinya, Adobe telah menggunakan AI untuk layananan tetapi alat ini secara khusus ditargetkan untuk mendeteksi deepfakes. Adobe mengatakan jika fitur tersebut harus segera diluncurkan untuk melawan gambar-gambar palsu tersebut.

“Kita hidup di dunia di mana semakin sulit untuk mempercayai informasi digital yang kita konsumsi,” kata peneliti Adobe Richard Zhang. Dan ketika datang untuk melihat gambar yang dimanipulasi dan wajah yang berubah, Adobe mengatakan ini baru permulaan.

{Baca juga: Kualitas Deepfakes Ditingkatkan, Video Hoax jadi Sulit Dikenali?}

Deepfakes adalah video palsu yang telah dimanipulasi oleh AI untuk membuat seseorang atau sesuatu muncul pada objek yang lain. Deepfakes ini dapat menirukan gaya atau mimik dari satu orang atau objek, dan memindahkannya ke orang atau objek yang lain. [NM/HBS]

Sumber: Engagdet

Menarik, Facebook Luncurkan “Fitur Donor Darah”

Telko.id, Jakarta Facebook menghadirkan fitur baru yang memudahkan pengguna untuk donor darah. Fitur tersebut diyakini bakal memudahkan para pengguna yang selama ini rutin menyumbangkan darah.

Sayangnya, fitur ini baru tersedia untuk para pengguna Facebook di Amerika Serikat (AS). Cara kerjanya, fitur akan memberi tahu para pengguna di mana tempat terdekat untuk mendonorkan darah.

Dikutip Telko.id dari CNN, Jumat (14/6/2019), pengguna bisa mendaftar menjadi pendonor darah di bagian About di profil akun. Orang yang sudah mencantumkan kesediaan akan menerima pemberitahuan dari pusat donor darah.

{Baca juga: Pembaruan Facebook Portal Janjikan Fitur-fitur Menarik}

“Di lima kota AS, kami akan menempatkan pemberitahuan tepat di atas News Feed Facebook. Tujuannya untuk meminta pengguna mendaftar jika mau berdonor darah,” kata chief operating officer Facebook, Sheryl Sandberg.

Kota-kota yang akan mendapatkan akses untuk menerima pendonor dari Facebook adalah Chicago, New York, San Francisco, Baltimore, dan Washington. Namun,  fitur akan diluncurkan secara nasional dalam beberapa bulan mendatang.

“Kalau ada kekurangan darah di sejumlah kota, mitra kami bakal memberi tahu dan memberi kesempatan kepada pengguna untuk menyumbang. Fitur tersebut hadir untuk mengajak pengguna berkontribusi satu sama lain,” imbuhnya.

{Baca juga: Facebook akan Bayar Pengguna yang “Rela Disadap”, Mau?}

Menurut Sandberg, fitur serupa sudah hadir di India, Pakistan, Brasil, dan Bangladesh. Ia mengklaim, sekitar 35 juta orang telah mendaftar untuk menjadi pendonor darah di Facebook di negara-negara yang bisa mengakses fitur itu. [SN/HBS]

Sumber: CNN

Konsumen Takut Beli Ponsel Huawei, Penjualan Turun 40%

Telko.id, JakartaEmbargo Amerika Serikat (AS) ternyata berdampak pada penjualan ponsel Huawei di Indonesia. Diperkirakan penjualan ponsel Huawei turun hingga 40% dibanding sebelum kebijakan soal larangan Huawei dikeluarkan pemerintah AS.

Pasar ponsel dunia sedang dihebohkan dengan masalah embargo yang diberikan pemerintah AS pada perangkat buatan Huawei. Dengan alasan keamanan nasional, Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan aturan melarang menggunakan ponsel buatan Huawei. Alhasil, embargo itu membuat Huawei kelimpungan, karena menghantam penjualan mereka.

Keputusan Trump yang memasukkan Huawei ke daftar hitam perdagangan telah membuat perusahaan asal China tersebut mulai ditinggalkan sejumlah perusahaan raksasa teknologi AS yang menjadi mitranya. Yang paling heboh adalah saat Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

{Baca juga: Ancaman ‘Serangan Balik’ China Bikin AS Ciut, Embargo Huawei Dicabut?}

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk software, hardware dan sistem operasi Android, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

Sudah jatuh, ketimpa tangga. Mungkin begitulah nasib Huawei sekarang. Setelah banyak perusahaan yang memutuskan kerja sama, data terbaru menyebut jika minat pelanggan pada perangkat Huawei menurun pasca embargo AS diberlakukan.

Kebijakan embargo AS ternyata juga berdampak pada penjualan ponsel Huawei di Indonesia. Diperkirakan penjualan ponsel Huawei turun hingga 40% dibanding sebelum kebijakan soal larangan Huawei dikeluarkan pemerintah AS.

Untuk mengetahui sejauh mana tren penjualan ponsel Huawei di Indonesia, tim Telko.id coba melakukan penelusuran secara langsung ke beberapa pusat penjualan ponsel di Jakarta, yakni ITC Kuningan dan Mall Ambasador Jakarta, pada Kamis (13/06/2019).

Salah seorang penjual yakni Ade dari Milano Cell mengatakan jika embargo AS sangat berpengaruh kepada penjualan ponsel Huawei. Menurutnya, masyarakat khawatir terkait tidak ada lagi dukungan Android untuk smartphone Huawei.

“Berpengaruh karena gak ada yang mau beli lagi. Udah ditawarin gak mau beli, dibilang takut katanya,” ujar Ade kepada tim Telko.id.

{Baca juga: Sistem Operasi Huawei, HongMeng OS akan Meluncur Tahun Ini}

Ade menambahkan, bahwa terjadi penurunan penjualan hingga 40%. Biasanya selama sebulan tokonya mampu menjual hingga 20 unit smartphone Huawei. Namun jumlah itu turun drastis pasca isu dicabutnya Android merebak ke publik.

“Menurun sampai 40%. Biasanya bisa menjual 20 unit sebulan, tapi ketika Android katanya mau dicabut, mulai terjadi penurunan,” tambah Ade.

Hal serupa juga dikatakan oleh Santi dari Gadget Store, konsumen mulai berpaling ke smartphone mereka lain seperti Xiaomi dan Samsung. Menurutnya, terjadi penurunan hingga 50%, karena isu dicabutnya Android.

“Turunnya sampai 50%. Sekarang udah jarang konsumen yang nanya Huawei. Pembeli sekarang lebih banyak yang tanya ponsel Samsung dan Xiaomi, ” terang Santi.

Penyebab penurunan Huawei memang didominasi soal isu embargo AS khususnya dicabutnya Android. Sehingga menurut Teuku dari Zeta Phone, konsumen khawatir jika membeli produk Huawei terbaru, seperti Huawei P30 dan Huawei P30 Pro tidak akan didukung oleh Android.

“Orang awamkan tahunya itu (Android) bakal ditarik dan gak bisa digunain lagi. Sayangnya itu mereka belum tahu juga kabar kepastiannya. Jadi asumsi-asumsi sendiri,” kata Teuku.

Sementara itu, pihak Huawei Indonesia tidak mau memberikan keterangan soal tren penurunan penjualan ponsel Huawei di Indonesia. Hingga tulisan ini dibuat, pihak Huawai Indonesia tidak membalas pertanyaan yang diberikan oleh tim Telko.id.

Sebelumnya situs perbandingan produk, PriceSpy melaporkan bahwa setelah banyak perusahaan yang memutuskan kerja sama, minat pelanggan pada perangkat Huawei menurun pasca embargo AS diberlakukan. PriceSpy menyebutkan bahwa tingkat klik pengunjung mengalami penurunan sebear 26%.

Penurunan ini membawa berkah bagi para pesaing Huawei, khususnya Xiaomi dan Samsung. PriceSpy mengungkapkan jumlah klik pengunjung untuk smartphone Xiaomi dan Samsung mengalami peningkatan cukup signifikan.

Situs PriceSpy melihat terjadi peningkatan klik per tayang sebesar 13% untuk perangkat Samsung, sementara Xiaomi mencatatkan 19% lebih banyak klik dalam jumlah waktu yang sama.

Embargo AS sendiri bermula kala Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional, khususnya Huawei.

{Baca juga: Dampak Embargo AS, Minat Pelanggan Huawei Menurun}

Padahal sebelum dilakukan embargo oleh AS, minat konsumen terhadap Huawei terbilang cukup besar. Awal tahun 2019 lalu Huawei dilaporkan telah memecahkan rekor pendapatan di segmen bisnis produk konsumen. Capaian ini tak terlepas dari kemonceran bisnis smartphone premium Huawei yang meningkat dalam beberapa kuartal terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Huawei mengklaim pendapatan perseroan di segmen itu menembus USD 52 miliar atau Rp 735,4 triliun pada 2018. Pencapaian ini terbilang meningkat, meski dibayangi oleh sentimen global terkait isu keamanan.

Kepala Divisi Konsumen Huawei, Richard Yu menyebut, penjualan perusahaan di segmen bisnis tersebut sendiri melonjak sekitar 50 persen dari realisasi 2017. [NM/HBS]