spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1161

Facebook Luncurkan “LInov”, Tempat Kumpulnya Developer

Telko.id, Jakarta Facebook mendukung perkembangan teknologi informasi (ICT) di Indonesia. Salah satu caranya dengan membuat Lab Innovation Indonesia atau LInov, yang akan menjadi tempat berkumpulnya para developer, pelaku startup atau inovator untuk berkolaborasi menghasilkan karya.

Menurut Director Developer Partnership and Programs Facebook APAC, Virginia Yang mengatakan jika LInov adalah upaya Facebook untuk membangun infrastruktur dan komunitas ICT di Tanah Air. Diharapkan melalui LInov para penggiat teknologi dan developer bisa berkolaborasi untuk menciptakan karya berguna bagi Indonesia.

“LInov memberikan kesempatan bagi komunitas untuk membagikan ilmu pengetahuan dan memperluas jaringan mereka. Facebook memiliki tanggung jawab untuk membangun Komunitas ICT agar mereka bisa menghasilkan produk-produk bermakna bagi Indonesia,” ucap Virginia di Jakarta, Senin (24/06/2019).

{Baca juga: Jumlah Pengguna Facebook Indonesia Terbanyak Keempat di Dunia

Virginia menambahkan jika Lab ini dirancang untuk menguatkan ekosistem industri teknologi di Indonesia. Di sini akan ada pertemuan rutin, ruang berkolaborasi dan beragam pelatihan serta lokakarya.

“Kami ingin membangun edukasi di Komunitas ICT. Untuk itu kami ingin mengundang  para ahli untuk berdiskusi dan mengadakan program-program training kami di indonesia,” kata Virginia.

Facebook telah merancang program-program seperti “Developer Circles Javascript Training Course and Bootcamp” bekerja sama dengan Hacktiv8. Nantinya para peserta akan menjalani pelatihan dasar pemograman menggunakan Javascript selama 4 minggu dan dilanjutkan dengan program Bootcampt.

Di program Bootcamp peserta akan menjalani pelatihan instensif selama 3 bulan. Kehadiran LInov disambut baik oleh Lead of Developer Circles Jakarta, Luri Darmawan. Dirinya menyambut baik atas kehadiran LInov di Indonesia.

{Baca juga: Sudah Dapat SP II, Kiprah Facebook di Indonesia Masih Aman}

Bagi Luri, LInov bisa menjadi wadah bagi komunitasnya untuk melakukan kegiatan secara offline dan berkolaborasi. “Selama ini kami memiliki kendala Venue. Maka kami berharap bisa melakukan pertemuan rutin di LInov serta dapat menggundang ahli-ahli engineer dari Facebook,” ujar Luri.

LInov berlokasi di area CoHive Plaza Asia Jakarta. Tempat ini tersedia gratis untuk semua pelaku startup, developer dan inovator Indonesia. Anda bisa mengunjungi laman resmi Lab Innovation Indonesia. [NM/HBS]

 

Mau Tahu Merek Paling Bernilai Sedunia 2019? Ini Daftarnya

Telko.id, Jakarta – Apakah Anda tahu merek paling berharga di dunia sekarang ini? Apabila jawabannya Apple dan Google, jawaban tersebut salah. Sebab, menurut peringkat 2019 BrandZ Top 100 Most Valuable Global Brands, Amazon adalah merek paling berharga di tahun ini.

Peringkat tersebut dihitung oleh WPP dan Kantar. Dari penghitungan mereka, dikutip Telko.id dari phoneArena, Senin (24/06/2019), Amazon merupakan merek paling bernilai dengan valuasi USD 315 miliar atau sekitar Rp 4.458 triliun.

Tetapi, dalam laporan tersebut, Amazon dianggap sebagai pengecer perusahaan retail, bukan perusahaan teknologi.

{Baca juga: Permainan Monopoli Ini Pakai Asisten Suara}

Karenanya, Apple menggusur tempat Amazon sebagai perusahaan teknologi paling bernilai. Sesuai penghitungan, Apple punya valuasi USD 309,5 miliar atau lebih kurang Rp 4.380 triliun.

Google berada di posisi dua dengan nilai atau valuasi USD 309 miliar atau sekira Rp 4.372 triliun. Peringkat selanjutnya, secara berturut-turut adalah Microsoft (USD 251,2 miliar), Facebook (USD 159 miliar), serta AT&T USD 108 miliar.

Nilai merek Microsoft naik 25 persen dari tahun lalu. Sementara Apple dan Google, nilai keduanya naik 3% dan 2 persen dibandingkan tahun lalu. Total, nilai merek di sektor teknologi naik empat persen secara tahunan.

{Baca juga: Amazon Game Studios Pecat Puluhan Karyawan, Kenapa?}

Perusahaan-perusahaan teknologi lain di dunia yang masuk daftar merek bernilai adalah Verizon, Xfinity, T-Mobile, China Mobile, Intel, Samsung, YouTube, Instagram, Adobe, Huawei , Vodafone, LinkedIn, Xiaomi, serta Hewlett Packard.

Xiaomi masuk daftar 100 merek paling bernilai untuk kali pertama dengan menempati posisi 74. Valuasinya mencapai USD 19,8 miliar atau lebih kurang Rp 280 triliun. Instagram tercatat mengalami kenaikan tertinggi, yakni 95 persen. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Ternyata, “Iron Man” Bingung Bedakan Antara Mars dan Bulan

Telko.id, Jakarta – CEO SpaceX, Elon Musk ternyata tidak bisa membedakan antara bentuk Bulan dan planet Mars. Pada Minggu (23/06) waktu setempat, Musk mengunggah gambar di Twitter dengan lampiran kalimat “MARS OCCUPY.”

Melihatnya, para pengguna Twitter secara cepat merespons. Namun, mereka menyatakan bahwa gambar yang diunggah oleh pria yang kerap dijuluki Iron Man tersebut di Twitter bukanlah planet Mars. Gambar yang diabadikan pada 2018 lalu tersebut jelas-jelas adalah gerhana bulan.

Mendapat pembetulan dari para pengguna Twitter, Musk mengakui kesalahannya. Seperti dikutip Telko.id dari CNET, Senin (24/06/2019), ia menyertakan emoji tertawa dalam unggahan terbaru. Ia menuliskan pula kalimat “Moon too”.

{Baca juga: Kasus “Pedo Guy”, Elon Musk Segera Hadapi Kursi Pesakitan}

Tanpa disengaja, tindakan itu ternyata justru menghibur banyak pengikut Musk di Twitter. Sampai-sampai, ilmuwan Australia bernama Upulie Divisekera ikut menulis, “Hei Super Space Genius, itu gambar bulan dalam gerhana bulan total!”

Beberapa orang memang kerap mengalami kebingungan membedakan antara bulan dan Mars. Tak hanya Musk, Presiden Donald Trump pun sempat salah. Ia mengatakan, NASA harus fokus kepada Mars, yang menjadi bagian dari bulan.

{Baca juga: Tesla Bikin Mobil Listrik Mirip Punya James Bond}

Belum lama ini, Musk yang juga bos Tesla membuat pernyataan menarik. Ia mengatakan, Tesla berencana membuat mobil listrik amfibi, yang bisa dipakai oleh si empunya untuk melakukan perjalanan di bawah air maupun darat.

Mobil listrik Tesla tersebut terinspirasi dari mobil James Bond di film The Spy Who Love Me. Musk mengaku telah punya inisiatif itusejak lama. Ia ingin membuat kendaraan yang canggih. Namun, kabarnya, Musk kesulitan merancangnya. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Game Dota Underlords Bisa Dijajal di Android dan iOS

Telko.id, Jakarta – Valve menghadirkan game baru bernama Dota Underlords. Perlu pengguna ketahui bahwa game tersebut sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan game kartu Valve sebelumnya. Game ini bisa dimainkan di perangkat Android dan iOS.

Menurut laporan Phone Arena, game Dota Underlords adalah klon Auto Chess, sebuah mod komunitas yang awalnya dibuat untuk Dota 2. Namun, sekarang, Dota Underlords masih hadir dalam versi beta.

Pengguna Android dan iOS bisa mencoba Dota Underlords secara gratis melalui Play Store dan App Store. Game itu mendukung crossplay sehingga pengguna bisa memulainya di PC dan menyelesaikannya di ponsel.

{Baca juga: Pemain Dota 2 Punya Kecerdasan di Atas Rata-rata}

Profil setiap pemain Dota Underlord dibagikan ke semua perangkat. Supaya lebih menarik, Valve memperkenalkan Battle Pass yang bisa menambah perkembangan, cosmetics, custom boards, dan sejumlah fitur baru lain.

Valve berniat untuk mengganti Dota Auto Chess dengan Dota Underlords. Saat pertama kali mengumumkan Dota Underlords, Valve kabarnya melakukan pertemuan dengan Drodo untuk membahas kerja sama.

Mereka lantas memutuskan berpisah dibanding berkolaborasi dalam Auto Chess. Setelah Auto Chess mandiri, mod Dota 2 kemungkinan menghilang. Dota Underlords akhirnya akan menjadi satu-satunya mod mirip Auto Chess di Steam.

{Baca juga: Waduh, Caleg Ini Mau Blokir DOTA 2 Kalau Jadi Anggota DPR}

Informasi menyebut bahwa Dota Underlords lebih kompeten dibanding game Auto Chess. Player bermigrasi ke Dota Underlords karena lebih mudah untuk bertanding, bukan karena Valve meningkatkan formula. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

Google Tak Berfungsi, Huawei Janji Garansi Uang Kembali

0

Telko.id, Jakarta Huawei memberi tawaran yang menarik bagi konsumen. Perusahaan asal China tersebut menjanjikan garansi uang kembali di Filipina, jika smartphone dan tablet buatannya tidak mendukung aplikasi Facebook dan Google pasca embargo AS (Amerika Serikat).

Dilansir Telko.id dari AsiaOne pada Kamis (20/06/2019), program pengembalian uang penuh memungkinkan konsumen di Filipina untuk mendapatkan uangnya kembal jika aplikasi seperti Google Gmail dan YouTube, dan Facebook, Instagram dan WhatsApp gagal berfungsi dalam waktu dua tahun setelah pembelian.

Berdasarkan laporan media lokal Filipina, Revu adalah lebih dari 30 mitra pengecer dan dealer yang bekerjasama dalam program ini. Pada hari Rabu kemarin (20/06), Huawei mengkonfirmasi keaslian program, tetapi menolak untuk memberikan informasi lebih lanjut, termasuk apakah akan memperluas kebijakan ini ke pasar luar negeri lainnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Huawei Terbaru}

Embargo terhadap Huawei dimulai saat Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional.

Trump sangat antipati untuk membuka jalan terkait larangan melakukan bisnis dengan perusahaan asal China, khususnya Huawei. Embargo ini berdampak pada sikap perusahaan teknologi terhadap Huawei.

Smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Android di masa  karena Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya.

Maka smartphone yang berjalan di sistem operasi Android, akan kehilangan akses ke layanan utama Google, seperti Google Play Store, Gmail, YouTube, dan lainnya.

{Baca juga: Facebook dan WhatsApp Bakal Tarik Dukungan dari Ponsel Huawei}

Facebook pun menyusul. Facebook berencana untuk tidak lagi membiarkan aplikasinya terinstal di perangkat milik pabrikan asal China itu. Dan ini berlaku juga untuk WhatsApp dan Instagram. [NM/HBS]

Sumber: AsiaOne

Coba Tebak, Apa Warna Bola di Gambar Ini?

Telko.id, Jakarta – Tahukah Anda, apa warna bola di gambar ini? Ilusi optik baru di gambar tersebut telah membingungkan warganet. Ilusi optik ini menunjukkan bidang warna yang bervariasi di antara deretan garis

Sekilas, bola-bola itu tampak berwarna biru, merah, dan hijau. Padahal, mereka sebenarnya berwarna merah muda atau pink.

Gambar tersebut menunjukkan apa yang dikenal sebagai ilusi Munker-White. Bergantung pada warna di sekitarnya, objek mungkin tampak berbeda.

Jika ada satu ketika ilusi optik tampak sangat jelas, persepsi itu tidak selalu kenyataan. Itulah sebabnya kadang gambar yang viral ini sekilas tampak hijau, merah, atau biru, padahal sebenarnya merah muda.

{Baca juga: Ilmuwan Ungkap Foto ‘Black Hole’ untuk Pertama Kalinya}

Dalam sebuah tweet dari David Novick, seorang Profesor Pendidikan Teknik dan Kepemimpinan dari University of Texas di El Paso, menampilkan sebuah gambar menunjukkan bola berwarna yang tampak berbeda mengambang di tengah garis merah, biru, dan hijau.

Akhirnya terungkap kebenaran yang jauh lebih menarik daripada persepsi awal kita tentang gambar tersebut. Novick mengatakan, bola yang awalnya tampak berbagai warna yang berbeda, sebenarnya semua warna yang sama.

“Ilusi confetti tiga warna dengan bulatan, yang nampak kekuningan, kemerahan, dan ungu tetapi sebenarnya memiliki warna dasar coklat muda yang persis sama (RGB 255.188.144),” tulisnya dalam tweet.

Seperti yang ditunjukkan dalam gambar, bola yang berada di depan garis berwarna dan bukannya di belakangnya. Masing-masing lingkaran yang sama seperti pada gambar sebelumnya, sebenarnya berwarna merah muda pucat, seperti yang dilaporkan mata ke otak.

{Baca juga: Insinyur Belanda Bikin Lima Rumah Gunakan Printer 3D}

Untuk membuat sifat gambar lebih sulit dipahami, warna bola cenderung berubah tergantung pada area gambar mana yang menjadi fokus mata orang yang melihat.

Dengan mengalihkan mata anda dan mengembalikannya, bola yang sebelumnya tampak berwarna ‘biru’,  berubah menjadi tampak hijau.

Menurut analisis penulis sains Phil Plait untuk SyFy Wire, ilusi, seperti semua ilusi optik lainnya menggarisbawahi keterputusan antara data mentah dan informasi. Data tersebut kemudian diproses oleh otak manusia.

Warna yang dirasakan oleh penglihatan manusia memperhitungkan bukan hanya warna objek yang dilihat, tetapi warna yang mengelilinginya.

Dengan kata lain, dengan mengubah warna garis-garis yang berlari melintasi bola, juga akan mengubah persepsi kita tentang warna bola itu sendiri.

Fenomena optik ini dikenal sebagai ilusi Munker-White. Menggambarkan proses otak manusia mengatur informasi warna-warni, berdasarkan pencahayaannya.

Menurut ahli ilusi optik Michael Bach, jenis ilusi ini ‘menunjukkan seberapa besar persepsi warna dipengaruhi oleh lingkungan.’

Selain secara umum hal ini menarik, ternyata ilusi ini juga menunjukan bagaimana indera kita seringkali tidak cukup ketika harus menentukan kebenaran.

Di antara contoh paling terkenal dari kekuatan ilusi indera adalah apa yang biasa disebut sebagai ‘The Dress’. Ilusi berupa sepotong pakaian yang tampak biru, hitam putih dan emas tergantung orang yang mengamati.

{Baca juga: Netizen Temukan Penampakan Aneh di Foto Ini, Coba Tebak!

Selain itu, ada juga ilusi teka-teki pendengaran yang dikenal sebagai “Yanny dan Laurel.” Pendengar harus bisa membedakan apakah suara dalam rekaman audio mengucapkan ‘Yanny’ atau ‘Laurel.

Masih bingung? Lihat video di bawah ini :

Sumber: Dailymail

Destiny 2 Hanya Bisa Dimainkan oleh Sesama Pengguna Stadia

Telko.id, Jakarta – Bungie baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa Destiny 2 akan tersedia dari Google Stadia, layanan streaming game online milik Google. Pengguna memungkinkan untuk streaming game berkualitas konsol di smartphone, bahkan Chromebook.

Yang diperlukan hanyalah koneksi internet yang layak dan berlangganan Stadia. Bungie sekarang telah mengungkapkan bahwa pemain Destiny 2 di Stadia awalnya akan dapat bermain melawan pemain Destiny 2 lainnya di Stadia.

Bungie menyebutkannya di halaman FAQ situs bahwa cross-play tidak akan mungkin dilakukan dengan platform lain. Ini menunjukkan bahwa Stadia adalah ekosistemnya sendiri seperti platform yang ada sekarang.

{Baca juga: Asyik! Bungie Gratiskan Game Destiny 2}

Dengan demikian, menurut laporan Ubergizmo, pemain Stadia hanya akan dapat bermain Destiny 2 dengan orang lain yang juga memainkan permainan menggunakan Stadia.

Manajer umum Destiny, Mike Noseworthy, mengatakan bahwa Bungie akan senang membawa cross-play ke Destiny 2. Ia menegaskan, tidak ada kebijakan atau hambatan teknologi yang menghalangi hal tersebut.

“Termasuk memungkinkan Stadia bermain silang dengan PC untuk gelar tersebut. Namun, Bungie fokus untuk memberikan cross save ke semua platform pada tahun ini untuk Destiny 2,” jelasnya.

{Baca juga: Jumlah Pemain Fortnite Hampir Sebanding Populasi Indonesia}

Sudah dikonfirmasi bahwa Destiny 2 akan menampilkan fitur lintas-simpan di semua platform, PS4, Xbox One, PC, dan Stadia. Ini akan memungkinkan pemain mengakses karakter dan perkembangan yang sama di berbagai platform berbeda. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Pakai Power Strips untuk Banyak Perangkat? Begini Aturannya

Telko.id, Jakarta – Menjaga semua perangkat elektronik dalam keadaan siaga sepanjang waktu dengan menggunakan power strips, sama saja dengan membuang banyak energi. Namun, ada beberapa perangkat yang tidak boleh dimatikan sepenuhnya. Perangkat apa saja?

Banyak orang menggunakan kabel daya (power strips) sehingga banyak perangkat dapat dinyalakan dan dimatikan sekaligus. Ini juga merupakan cara yang sangat berguna untuk mengurangi biaya energi.

Tetapi perangkat yang harus tetap terhubung setiap saat, seperti TV OLED, harus dicolokkan secara terpisah. Sebab, TV OLED harus tetap dalam keadaan siaga karena sering memperbaharui perangkat lunak dalam semalam, untuk memastikan layar dalam kondisi terbaik setiap saat.

{Baca juga: Mengerikan! Keseringan Main Ponsel Bisa Ubah Bentuk Kepala}

Perangkat lain yang perlu tetap terhubung adalah printer inkjet. Sebab, mereka secara otomatis melakukan proses pembersihan yang menghabiskan energi setiap kali mereka dihidupkan kembali.

Sebagian besar elektronik yang perlu tetap terhubung dan dalam kondisi siaga biasanya memiliki informasi dalam buku petunjuk pemakaian. Sehingga, selalu pastikan anda membacanya sebelum menggunakannya. [BA/HBS]

Sumber: The Star

Bill Gates Curhat Penyesalan Terbesarnya, Apa Katanya?

Telko.id, Jakarta – Pendiri Microsoft, Bill Gates curhat soal penyesalannya mengenai perkembangan Android. Bill Gates curhat ketika menghadiri acara yang diselenggarakan Village Global beberapa waktu lalu.

Gates menyesal, karena membiarkan Google mengembangkan Android, dan akhirnya berjaya di industri perangkat lunak saat ini.

Dilansir Telko.id dari phoneArena, Senin (24/06/2019), Gates mengatakan, industri perangkat lunak khususnya platform hanya menghasilkan 1 pemenang untuk menguasai pasar, sehingga dia menyesal jika tak bisa mengalahkan Android.

“Jadi, Anda tahu, kesalahan terbesar yang pernah terjadi adalah kesalahan manajemen apa pun yang saya lakukan yang menyebabkan Microsoft tidak seperti Android,” kata Bill Gates.

{Baca juga: Bill Gates: Tiga Keterampilan Ini Bakal Bikin Karirmu Sukses}

Gates menilai, sebenarnya kualitas Android lebih rendah dibanding milik Microsoft, sehingga tak layak menjadi pemenang. “Android adalah platform standar ponsel yang bukan Apple. Itu adalah hal yang wajar bagi Microsoft untuk menang,” tambah Gates.

Microsoft sendiri sudah mengembangkan sistem operasi mobile bernama Windows Mobile sebelum kemunculan Android. Di tahun yang sama, Apple juga meluncurkan iPhone layar sentuh dengan iOS.

Microsoft mengaku pesimis atas kehadiran iPhone kala itu. Sebab, perusahaan ini mengklaim bahwa iPhone kala itu tidak akan menarik bagi pelanggan, sehingga tidak mendukung inovasi layar sentuh tersebut.

Beda halnya dengan Google, meski tidak merancang Android dari awal, Google langsung mempersiapkan Android untuk jadi “sistem non-Apple” terbaik. Sejak raksasa pencarian ini mengakuisisi Android, sistem operasi itu menjadi “sistem non-Apple” untuk ponsel layar sentuh dengan perkembangan yang pesat sampai sekarang.

“Apakah saya mengacaukan ini? Dan akhirnya, kami mengacaukan yang sangat penting,” kata Bill Gates.

{Baca juga : Foto Ini Buktikan Kalau Bill Gates Juga Manusia Biasa}

Tahun 2010 Microsoft sempat meluncurkan Windows Phone sebagai pengganti Windows Mobile pada tahun 2010, yang mendukung Nokia Lumia. Namun, penjualannya malah terus memburuk hingga saat ini, sampai akhirnya Microsoft memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap Windows 10 Mobile pada 10 Desember mendatang. (NM/FHP)

Sumber: phoneArena

Update Telegram Bisa Ngobrol Tanpa Simpan Nomor Ponsel

Telko.id, Jakarta Telegram melakukan pembaruan aplikasi ke versi 5.8. Di aplikasi versi terbaru, pengguna akan menemukan fitur People Nearby. Ada pula opsi bagi pengguna untuk menambahkan kontak.

Menurut laman resmi Telegram, seperti dikutip Telko.id, Senin (24/6/2019), pengguna sekarang bisa melihat semua chat atau obrolan baru memiliki tombol Add to Contact di bagian atas layar perangkat.

Fitur Add to Contact memungkinkan pengguna menambahkan nomor ke daftar kontak. Selain Add to Contact, ada pula opsi lain bernama Block. Pengguna bisa menggunakannya jika ada nomor yang mengganggu.

{Baca juga: Update Telegram Bawa Sederet Fitur Baru, Apa Saja?}

Untuk fitur People Nearby, pengguna bisa menggunakannya untuk menambahkan seseorang yang baru dikenal tanpa perlu mengetahui nomor ponsel. Pengguna bisa menambahkannya ke obrolan secara otomatis.

Untuk bisa bertukar informasi melalui People Nearby, cukup buka bagian Contact dan klik Add People Nearby. Pada waktu bersamaan, pengguna Telegram lain harus melakukan hal serupa agar bisa terhubung.

Fitur People Nearby juga memungkinkan pengguna menemukan atau membuat grup obrolan berbasis lokasi. Pengguna bisa pula mentrasfer kepemilikan grup atau kanal ke pengguna lain Telegram.

{Baca juga: Dash Text Integrasikan WhatsApp dan Telegram, untuk Apa?}

Di Telegram versi 5.8, pengguna iOS bisa menemukan tema baru sebelum menerapkannya dengan membuka halaman Appearance. Pengguna iOS bisa memilih ikon mana saja yang diinginkan di beranda. [SN/HBS]

Sumber: Telegram.org