spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1115

Heboh Filter Wajah Tua FaceApp, Amankah Privasi Data Pengguna?

Telko.id, Jakarta – Aplikasi FaceApp sedang ramai digunakan netizen di seluruh dunia. Aplikasi filter foto ini mampu mengubah wajah pengguna menjadi tampak lebih tua. Namun di balik itu, ada hal yang menjadi sorotan, terkait privasi data pengguna aplikasi tersebut.

Menurut hasil penelitian mengungkap bahwa FaceApp tidak memasang kode yang kuat dalam lalu lintas jaringannya. Selain itu, aplikasi ini dikabarkan mengambil metadata tanpa izin dari foto pengguna.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Kamis (18/07/2019), ketika pengguna iOS memakai aplikasi ini biasanya diawali dengan memilih foto tertentu yang ingin mereka filter.

Kemudian FaceApp mengunggah gambar tertentu ke servernya untuk menerapkan filter. Tindakan ini cenderung tidak biasa karena FaceApp tidak pernah mengunduh foto yang difilter. Secara teoritis, aplikasi ini sebenarnya bisa memproses foto-foto tersebut langsung dari aplikasi, namun tidak dilakukan.

{Baca juga: Pemerintah Rusia akan Blokir VPN yang Bandel}

CEO FaceApp, Yaroslav Goncharov mengatakan bahwa foto disimpan di server perusahaan untuk disimpan ke bandwith jika beberapa filter aplikasi diterapkan. Namun ini sifatnya sementara karena FaceApp akan menghapus data foto tersebut.

Namun publik masih tidak percaya. Terlebih FaceApp merupakan perusahaan asal Rusia sehingga publik semakin berspekulasi terkait privasi data mereka.

Dalam sebuah pernyataan kepada TechCrunch, FaceApp mengatakan mereka menerima permintaan dari pengguna untuk menghapus data mereka dari server-nya.

Caranya pengguna dapat mengirim permintaan melalui Pengaturan kemudian pilih fitur Dukungan lalu pilih fitur Laporkan bug dengan kata “privasi” di baris subjek.

{Baca juga: Gara-gara Hacker, Data Wisatawan Asing di Amerika Terancam}

Selain itu FaceApp mengaku tidak akan membagikan data tersebut ke pihak ketiga ataupun pemerintah Rusia. Tentu saja, apakah data tersebut benar-benar dihapus atau tidak dibagikan, hanya FaceApp saja yang tahu bagaimana kelanjutannya.

Peneliti Jane Wong yang menjadi bagian dalam penelitian tentang FaceApp pun berharap pengguna dapat menghapus data mereka sendiri, tanpa perlu mengajukan permintaan. Jadi sepertinya Anda harus berpikir lagi untuk menggunakan aplikasi tersebut. [NM/HBS]

Sumber: The Verge

Mau jadi Tua ala FaceApp? Begini Caranya

Telko.id – Warganet media sosial saat ini sedang menggandrungi aplikasi editing foto yang seru bernama FaceApp. Instagram dan Facebook misalnya, warganet meramaikan timeline kedua media sosial ini dengan foto-foto yang diedit menggunakan FaceApp, yang mempunyai sejumlah filter salah satunya yang membuat wajah menjadi lebih tua.

Anda ingin ikut-ikutan untuk mengunggah foto-foto dengan filter unik, termasuk “menjadi tua”? Santai, karena dalam tulisan kali ini, tim Telko.id akan memberikan cara menggunakan FaceApp untuk Anda.

Tapi, sebelum mengikuti cara ini, Anda sebaiknya download aplikasi di Google Play Store ataupun App Store. Aplikasi ini tersedia secara gratis, tapi dengan opsi pembayaran di dalam aplikasi.

{Baca juga: Trik Upload Foto di Instagram Web}

Anda juga wajib melihat Privacy Policy pada aplikasi ini. Sebab, disitu terdapat informasi bahwa foto milik pengguna yang diunggah ke dalam aplikasi akan masuk ke layanan milik mereka. Berikut caranya:

  • Tekan tombol kamera pada aplikasi, atau pada bagian Faces. Tapi sebelumnya, izinkan aplikasi untuk mengakses kamera smartphone dengan menekan tombol Allow.
  • Kemudian, arahkan wajah Anda ke bagian Find a Face. Lalu, tekan tombol Shutter di bagian bawahnya.
  • Jika sudah, aplikasi otomatis akan memproses foto Anda terlebih dahulu sebelum akhirnya menampilkan beberapa filter.

http://telset.id/

  • Salah satu filter yang viral atau sering digunakan adalah filter Old yang akan mengubah wajah Anda menjadi lebih tua.
  • Selain filter Old, ada juga filter Young yang tentu saja membuat wajah Anda tampak jauh lebih muda dari aslinya.

http://telset.id/

  • Ketika filter telah dipilih, tunggu beberapa saat sampai foto hasil FaceApp pun selesai.
  • Berikut kami tampilkan foto “menjadi tua” yang telah kami ambil:

http://telset.id/

So, mudah kan caranya? Yuk segera coba! (FHP)

Spek Mirip Mi CC9e, Segini Harga Xiaomi Mi A3

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi Mi A3 resmi diluncurkan. Akan tetapi, tidak seperti bocoran sebelumnya, smartphone dengan sistem operasi Android One ini hanya berbasis dari Xiaomi Mi CC9e, bukan Xiaomi Mi CC9.

Seperti diketahui sebelumnya, Xiaomi tidak lagi merancang seri Mi A yang biasanya identik dengan seri Mi X, seperti seperti Mi 5X (Mi A1), dan Mi 6X (Mi A2).

Khusus untuk Xiaomi Mi A3, Xiaomi akan membuatnya mirip dengan Mi CC Series yang jadi seri smartphone khusus fotografi dari Xiaomi.

{Baca juga: Xiaomi Mi A3 dan Mi A3 Lite Punya Spek Kencang, Ini Bocorannya}

Smartphone ini mengusung layar berjenis OLED berukuran 6,1 inci dengan resolusi HD+ dan sudah mendukung teknologi sensor sidik jari di layarnya. Smartphone ini juga telah ditenagai oleh prosesor octa-core 2.0 GHz Snapdragon 665, RAM 4GB, dan ROM 64GB atau 128GB.

Power Mi A3 ditopang oleh baterai berkapasitas besar, tepatnya 4,030 mAh dengan dukungan Fast Charging bertenaga 18W atau Quick Charge 3).

Mi A3 punya tiga kamera belakang dengan konfigurasi 48MP lensa utama dengan bukaan besar f/1.78 dan tidak didukung dengan OIS. Kemudian lensa ultra wide-angle 8MP dengan jangkauan 118°, dan lensa depth 2MP.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Kamera ini mendukung perekaman 4K di 30fps atau 1080p hingga 120fps. Sementara untuk kamera depan, punya konfigurasi 32MP.

Mi A3 akan dijual perdana di Spanyol pada 24 Juli mendatang. Smartphone ini tersedia dalam 3 warna, yaitu Blue, White, dan Gray. Harganya? Xiaomi Mi A3 akan dilepas dengan harga €250 atau Rp 3,9 jutaan untuk versi ROM 64GB dan €280 atau Rp 4,3 jutaan untuk ROM 128GB. (FHP)

Pivot Rising Camera, Kamera Motorik Paling Efisien dari Oppo

0

Telko.id, Malang – Oppo blak-blakan soal Pivot Rising Camera yang disematkan pada Oppo Reno dan Oppo Reno 10x Zoom. Diakui PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, kamera Pivot di Reno Series sebenarnya membuat para konsumen ragu.

“Kebanyakan dari mereka ragu dan mikir ‘kenapa harus seperti ini?’,” katanya, di acara temu media di Malang, Rabu (17/07/2019).

Padahal menurutnya, Pivot Rising Camera merupakan kamera motorik dengan desain paling efisien saat ini, dibandingkan dengan tiga desain kamera motorik yang sebelumnya diciptakan Oppo. 

{Baca juga: Review Oppo Reno: Versi Standar Juga Berkualitas}

Asal tahu saja, sebelum Reno Series dengan kamera Pivot-nya, Oppo telah menciptakan konsep desain kamera motorik pada Oppo N3 yang diluncurkan pada 2014 silam, kemudian Find X, dan Oppo F11 Pro. 

“Reno Series adalah produk keempat yang pakai kamera motorik setelah Oppo N3, Oppo Find X, dan Oppo F11 Pro,” ucapnya.

Aryo menjelaskan, desain Pivot dinilai efisien karena hanya menggunakan satu motor penggerak saja di sisi kirinya, sementara sisanya engsel. Penggunaan satu motor yang dibantu dengan adanya engsel di sisi kanan berimbas pada rendahnya penggunaan daya baterai pada smartphone.

Sementara desain kamera motorik di Oppo N3, Find X, dan Oppo F11 Pro membutuhkan daya yang lebih besar. Selain itu, Pivot Rising Camera juga dirancang berdasarkan perhitungan golden angle 11 derajat untuk foto selfie.

Angle foto ini dinilai punya sudut yang tepat dan tidak akan terjadi distorsi saat selfie. “Sudutnya itu tepat, jadi tidak ada lagi komplain soal ‘duh, muka saya gendutan pas selfie’, dan lainnya,” jelas Aryo.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Pivot Rising Camera juga punya daya tahan yang patut untuk diapresiasi. Pasalnya, Oppo telah mengujinya sebanyak 200 ribu kali, dan kalau dihitung, kamera ini berarti bisa tahan 5 tahun minimal dengan asumsi selfie (naik turun) sebanyak 200 kali per harinya. 

Seperti F11 Pro, Pivot Rising Camera juga punya Fall Detection yang memanfaatkan sensor gyroscope di Reno. Fitur ini Bisa mendeteksi saat smartphone jatuh, dan otomatis kamera akan menutup dengan sendirinya. 

“Ini desain kamera yang advanced yang bisa menginspirasi brand lainnya,” pungkasnya. (FHP)

Oppo Reno 10x Zoom FC Barcelona Edition akan Hadir di Indonesia

0

Telko.id, Malang – Oppo memastikan bakal menghadirkan seri edisi spesial Oppo Reno 10x Zoom FC Barcelona Edition ke Indonesia. Hal ini dipastikan oleh PR Manager Indonesia, Aryo Meidianto di acara temu media di Malang, Rabu (17/07/2019).

“Oppo Reno 10x Zoom FC Barcelona Edition akan masuk Indonesia,” katanya.

Akan tetapi, ia belum mau mengungkapkan kapan smartphone edisi spesial ini hadir di Tanah Air, termasuk dengan jumlah unit yang disediakan nantinya.

{Baca juga: Review Oppo Reno: Versi Standar Juga Berkualitas}

“Reno belum tahu karena dalam beberapa bulan mungkin keluar detailnya,” jelas Aryo.

Oppo Reno 10x Zoom edisi ini merupakan seri spesial ketiga hasil kerja sama Oppo dengan FC Barcelona. Sebelumnya, Oppo menghadirkan Oppo F1 Plus FC Barcelona Edition dan Oppo F3 FC Barcelona Edition pada tahun 2016 lalu.

Smartphone itu punya body yang dilapisi warna khas dari klub sepakbola asal Catalan ini. Warnanya perpaduan antara biru tua di kiri dan kanan, serta merah di bagian tengahnya. 

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Agar kesan “blaugrana” pada smartphone semakin kental, terdapat juga logo tim sepakbola tersebut yang dibalut warna emas, dan diposisikan tepat di bawah logo Oppo yang juga berwarna emas. 

Selain body smartphone yang diberikan warna khas, Oppo juga memberikan user interface atau UI, casing tambahan, hingga paket pembelian dengan tema khusus FC Barcelona. Sebelum masuk Indonesia, smartphone ini telah tersedia di sejumlah negara Eropa dengan harga €899 atau Rp 14 jutaan. (FHP)

Duh! Joy-Cons di Nintendo Switch Nge-Drift

Telko.id, Jakarta – Salah satu fitur unik dari Nintendo Switch adalah pengontrol Joy-Cons. Fitur ini merupakan serangkaian pengontrol yang dapat dilepas dan dilengkapi dengan berbagai sensor dan motor di dalamnya.

Namun, tampaknya, Joy-Cons belum memiliki kualitas terbaik karena menurut pengguna ada masalah. Menurut laporan Ubergizmo, para pengguna mengalami masalah yang dikenal sebagai drifting.

{Baca juga: Ada Fitur Rewind di Nintendo Switch Online}

Tampaknya ada sesuatu yang salah dengan Joy-Cons. Sebab, ketika pengguna tidak menyentuh joystickers, konsol akan bergerak. Hal ini telah coba dikonfirmasi dalam laporan oleh Gita Jackson dari Kotaku.

“Ketika saya berada di layar pertempuran, di mana tongkat di kanan Joy-Con mengontrol sudut atas kamera, sudut kamera perlahan-lahan akan melayang sampai langsung berada di atas kepala,” demikian katanya.

Jackson tidak sendirian dalam mengalami masalah ini karena anggota staf Kotaku lainnya telah mengkonfirmasi hal yang sama. Hal serupa dialami oleh gamer lain lewat unggahan di forum Reddit dengan lebih dari 25.000 tanggapan.

Sampai kini tidak jelas apa masalahnya. Namun, untuk sementara, Nintendo tampaknya menawarkan untuk memperbaikinya bagi para gamer jika bersedia mengirimkan alat pengendali tersebut ke perusahaan.

{Baca juga: Nintendo Switch Lite Dijual Murah, Ini Spesifikasinya}

Belum lama ini, Nintendo resmi punya konsol Switch baru dengan harga jual lebih murah. Namanya Nintendo Switch Lite. Harganya USD 200 atau sekitar Rp 2,8 juta di Amerika Serikat. Layarnya 5,5 inci dengan resolusi 720p. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Pekerja Wanita Lebih Berpotensi Tergusur Robot

Telko.id, Jakarta – Wanita dua kali lebih mungkin kehilangan pekerjaan karena robot daripada pria. Studi think tank London IPPR mengungkapkan, hampir dua pertiga (64 persen) pekerja wanita bidang industri di Inggris berisiko tinggi tergusur oleh robot.

Ada alasan kuat yang mengemuka. Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telko.id, Rabu (17/7/2019), wanita lebih mungkin bekerja dalam pekerjaan di bidang ritel dan administrasi . Dua pekerjaan itu sangat bisa digantikan oleh mesin.

{Baca juga: Rusia Mulai Gunakan Robot Sebagai Pembaca Berita}

Karenanya, IPPR menyimpulkan, satu dari 10 pekerja wanita berisiko tinggi keluar dari pekerjaan untuk digantikan oleh robot. Sebaliknya, hanya empat persen pekerja pria yang berada di zona bahaya. Angka itu jelas sangat berbanding terbalik.

Carys Roberts, kepala ekonom di IPPR serta penulis utama laporan, mengatakan bahwa pemerintah Inggris harus berbuat lebih banyak untuk memungkinkan perempuan mencari pekerjaan di bidang teknologi yang membutuhkan keterampilan tinggi.

“Pemerintah  serta perdana menteri baru  perlu terlibat sepenuhnya di ranah bisnis dan industri untuk mempercepat otomatisasi ekonomi Inggris. Dengan demikian, semua keuntungan bakal bisa diakomodasi,” kata Roberts dalam laporan IPPR.

Ia melanjutkan, perdana menteri baru harus memungkinkan perempuan bekerja untuk memimpin proses sehingga tidak dirugikan di tempat kerja. Ia juga perlu memastikan bahwa perempuan bisa mengakses pekerjaan baru yang baik pada masa depan.

{Baca juga: Para Pekerja di Jepang Tidak Takut Digantikan Robot}

Jika ternyata sebuah perusahaan gagal mencapai target 30 persen wanita menduduki kursi pimpinan pada 2020, maka undang-undang baru harus diperkenalkan untuk memaksa pembagian porsi 50:50 antara bos wanita dan pria pada 2025 mendatang. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

Tetris Effect Rilis 23 Juli 2019 untuk Semua Perangkat

Telko.id, Jakarta – Eksklusivitas PS4 dan PlayStation VR Tetris Effect akan segera berakhir. Tanggal rilis untuk judul ini telah dikonfirmasi untuk headset PC, HTC Vive dan Oculus Rift VR.

Game ini pertama kali dirilis untuk PS4 tahun lalu. Dianggap sebagai “versi akhir” dari game ini, Tetris Effect mampu menampilkan resolusi 4K atau lebih dengan frame rate yang tidak terbuka.

{Baca juga: Game Royale Battle Tetris Bakal Hadir di Ponsel}

Enhance Games dan The Tetris Company mengkonfirmasi hari ini bahwa Tetris Effect akan dirilis untuk PC, Oculus Rift, dan HTC Vive pada 23 Juli 2019 dan tersedia melalui Epic Games Store untuk PC Windows.

Versi PC dari game ini akan memiliki dukungan untuk monitor ultrawide serta menawarkan “permainan yang diperluas dan opsi grafis” yang mencakup volume dan ukuran partikel yang dapat disesuaikan serta penyaringan tekstur.

Menurut Ubergizmo, versi PC akan mendukung headset realitas virtual yang disebutkan di atas serta pengontrolnya masing-masing. Ini akan dirilis pada 23 Juli 2019 dan akan didistribusikan melalui Epic Games Store.

Beberapa waktu lalu, hanya beberapa minggu setelah ulang tahun ke-35, Tetris mendapatkan tampilan baru. Game royale battle Tetris akan hadir di ponsel.

N3TWORK dan The Tetris Company Inc. mengumumkan bahwa mereka telah bermitra untuk mengembangkan game Tetris yang dibuat untuk perangkat seluler di seluruh dunia.

Namun, game itu tidak akan tersedia di China. Yang jelas, game baru Tetris Royale akan menyertakan mode pertempuran ciri khas 100 pemain.

{Baca juga: Hore! Nintendo Hadirkan DLC Mode Offline untuk Tetris 99}

Pemain akan bersaing untuk mendapatkan tempat teratas di papan peringkat setiap musim. Kedengarannya memang sangat mirip dengan Tetris 99 untuk Switch. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ubisoft Beberkan Judul-judul Game di Uplay+

Telko.id, Jakarta – Ubisoft akan meluncurkan layanan berlangganan game Uplay + pada akhir tahun ini untuk PC dan Google Stadia. Lebih dari 100 game akan dimasukkan dalam layanan tersebut.

Menurut laporan Ubergizmo, perusahaan sekarang telah memberikan informasi lebih lanjut tentang judul-judul game yang akan menjadi bagian dari layanan berlangganan ini.

{Baca juga: Hitman 2 Tambahkan New York City Jadi Lokasi Baru}

Beberapa game Ubisoft terbaik akan disertakan dengan berlangganan Uplay+, termasuk seluruh seri Assassin’s Creed, Far Cry, Prince of Persia, dan game Rayman.

Koleksi lengkap waralaba Tom Clancy juga akan hadir. Daftar lengkap tersedia di situs web Ubisoft. Yang jelas, berlangganan ini juga akan menawarkan beberapa rilis terbaru seperti Trials Rising.

Ada pula Tom Clancy’s The Division 2, dan Far Cry: New Dawn. Game yang ditawarkan sebagai bagian dari Uplay + akan menjadi edisi premium yang berarti akan memuat semua konten.

Harapannya, para pelanggan akan mendapatkan pengalaman terbaik dengan permainan favorit mereka. Akses juga dijanjikan untuk game yang akan datang seperti Rainbox Six: Karantina.

{Baca juga: Ubisoft Rilis Game Baru Watch Dog 3? Ini Bocorannya

Mereka yang tertarik untuk berlangganan harus membayar USD14,99 per bulan ketika Uplay + diluncurkan untuk PC dan Stadia pada 3 September 2019. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Tahun Depan, Mengetik di iPhone Cukup Lewat Pikiran

Telko.id, Jakarta – Neuralink, perusahaan komputer berbasis pikiran milik Elon Musk, bakal memungkinkan orang mengetik di iPhone hanya dengan memikirkan teks. Uji cobanya akan dilakukan berbarengan simulasi teknologi pembaca pikiran pada 2020 mendatang.

Dilansir The Next Web, dikutip Telko.id, Rabu (17/7/2019), dalam presentasi di Akademi Sains California, Amerika Serikat, Selasa (16/7/2019) waktu setempat, Musk menyatakan bahwa Neuralink juga punya rencana untuk menambah jumlah manusia dengan kecerdasan buatan.

{Baca juga: iPhone 2020 Dipastikan Punya Layar OLED Canggih}

Nantinya, perusahaan asal Amerika Serikat ini mengembangkan teknologi yang memungkinkan para pengguna mengetik di iPhone hanya lewat pikiran. Neuralink kini sedang mengembangkan prosesor berukuran sangat kecil yang akan menghubungkan otak seseorang dengan benang yang lebih tipis dibanding rambut.

Sensor Neuralink akan menempel di kepala manusia untuk menyampaikan informasi ke komputer mini yang terpasang di belakang daun telinga. Komputer itu disebut The Link. Menurut Presiden Neuralink, Max Hodak, seseorang butuh berlatih sebelum mengendalikan kursor.

Meski demikian, mereka tetap membutuhkan aplikasi pendukung di poinsel untuk menerima input informasi dari pikiran seseorang melalui The Link. Teknologi Neuralink bakal membantu para penyandang disabilitas fisik dalam mengetik pesan atau menulis menggunakan ponsel.

Pertengahan 2017 lalu, Musk kembali menyuntikan dana sebesar USD 27 juta atau sekitar Rp 360 miliar ke Neuralink. Dana tersebut bukan murni sepenuhnya datang dari kantong Musk. Sebagian dana berasal dari hasil penjualan saham perusahaan kepada 12 investor.

{Baca juga: Ini Dia Seri iPhone Paling “Berumur Panjang”}

Penjualan saham Neuralink dilakukan kali pertama pada 15 Agustus 2017. Proyek Neuralink dibentuk oleh Musk pada musim panas 2016. Tujuannya untuk mencari cara guna menghubungkan otak manusia ke mesin untuk menyimpan isi pengetahuan serta ingatan manusia. [SN/HBS]

Sumber: The Next Web