spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1097

Catat! Ini Tanggal Rilis Samsung Galaxy Tab S6 dan Watch Active 2

0

Telko.id, Jakarta – Sebelum meluncurkan Samsung Galaxy Note 10, Samsung bakal mengadakan acara terpisah untuk memperkenalkan dua produk terbarunya, yaitu Samsung Galaxy Tab S6 dan Samsung Galaxy Watch Active 2.

Samsung memastikannya setelah mereka mengunggah video dengan durasi 21 detik melalui channel YouTube resminya.

Brand asal Korea Selatan ini mengkonfirmasi bahwa Galaxy Tab S6 akan diumumkan pada hari ini, Selasa (31/07).

{Baca juga: Jelang Peluncuran, Bocoran Spek Galaxy Note 10+ Terungkap}

Sedangkan Galaxy Watch Active 2 baru diluncurkan pada 5 Agustus mendatang, atau dua hari sebelum Samsung Galaxy Note 10 dirilis secara resmi di New York, Amerika Serikat.

Meski demikian, Samsung tidak mengungkapkan spesifikasi ataupun fitur unggulan dari kedua produknya di teaser tersebut. Tapi, seperti dilansir Telko.id dari GSMArena, Rabu (31/07/2019), ada sejumlah bocoran yang terungkap terkait kedua produk terbaru itu.

Samsung Galaxy Tab S6 akan memiliki S-pen yang bisa ditempelkan di body bagian belakangnya. Tablet ini mengusung layar berjenis Super AMOLED berukuran 10,5 inci, ditenagai prosesor Snapdragon 855, dan baterai berkapasitas 6,840 mAh.

Tablet tersebut juga jadi yang pertama yang memiliki kamera ganda di bagian belakangnya. Akan tetapi, Samsung tidak menyertakan LED Flash sebagai pendukung kamera gandanya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Sementara Galaxy Watch Active 2, akan hadir dengan versi 40mm berlayar 1,2 inci dan 44mm dengan layar 1,4 inci. Smartwatch ini punya bezel sentuh yang dapat digunakan untuk mengontrol perangkat.

Smartwatch akan ditenagai oleh SoC Exynos 9110, RAM 768 MB, ROM 4GB, sistem operasi Tizen OS, dan mendukung Bluetooth 5.0. Pastinya juga, ia mempunyai sensor detak jantung dan dikemas dengan strap berbahan dasar kulit. (FHP)

Kamera 64MP di Smartphone Terlalu “Lebay”

Telko.id, Jakarta – Realme dan Xiaomi, lewat sub-brand Redmi dilaporkan segera merilis smartphone dengan kamera 64MP. Keduanya akan menggunakan sensor kamera dari Samsung, yaitu Samsung 64MP GW1 yang diperkenalkan pada Mei lalu.

Kamera 64MP di Redmi maupun Realme dinilai akan menangkan foto dengan detail dan warna berkualitas dalam format default 16MP berkat teknologi Tetracell. Redmi dan Realme masing-masing bahkan telah memamerkan hasil jepretan dari kamera smartphone-nya di media sosial masing-masing.

Meski terbilang sangat canggih, namun kamera 64MP yang disematkan pada smartphone justru dinilai berlebihan. Hal itu diungkapkan oleh President dan CEO Zeiss Group, Michael Kaschke.

Menurutnya, jangankan sensor 64MP, sensor 40MP yang disematkan pada smartphone saja terbilang lebih dari cukup untuk kebanyakan pengaplikasian, bahkan untuk keperluan profesional.

“Semakin banyak piksel, belum tentu lebih baik. Mengapa? Jika Anda tetap menggunakan sensor full-frame dan membaginya menjadi semakin banyak, maka piksel menjadi semakin kecil, dan Anda mendapat masalah noise,” jelas Michael Kaschke, seperti dikutip Telko.id dari phoneArena, Rabu (31/07/2019).

Ia juga mengatakan, ada batasan-batasan terkait kualitas kamera pada smartphone. Salah satunya adalah form factor atau faktor bentuk yang tidak sebesar kamera profesional, sehingga “memaksa” vendor untuk menggunakan sensor kecil.

Alhasil, ada dua hambatan yang akan selalu dialami oleh vendor ketika mengembangkan kamera di smartphone. Pertama, bagaimana menangkap gambar terbaik di kondisi low-light, dan “mengakali” ketiadaan kemampuan teleskopik.

“Masih ada batasan, smartphone hanya bisa setebal itu. Jadi, sementara fotografi standar akan dilakukan di sini, sementara para profesional akan menggunakan kamera profesional dan semi-profesional,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penambahan lensa kamera di belakang smartphone sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas gambar. Kashcke beranggapan, untuk menghasilkan gambar berkualitas dibutuhkan kombinasi terbaik antara optik, smartphone, dan software.

Ia mencontohkan Google, yang sukses menerapkan fotografi berbasis komputasi. Baginya, kombinasi hardware (dalam hal ini kamera) pada Pixel dan software Google Camera sukses menghasilkan foto-foto terbaik meski hanya ditangkap menggunakan satu lensa kamera saja. (FHP)

Sumber: phoneArena

MediaTek Perkenalkan Prosesor Khusus Smartphone Gaming

0

Telko.id, Jakarta – Ranah gaming di smartphone mulai menjadi fokus para produsen prosesor, salah satunya adalah MediaTek. Perusahaan ini merilis prosesor khusus smartphone gaming bernama MediaTek Helio G90 dan MediaTek Helio G90T.

Kedua SoC ini dibangun di atas proses fabrikasi 12nm FinFET, dan memiliki total delapan inti dengan kombinasi dua core Cortex-A76 dan enam core Cortex-A55s dengan clock-speed maksimum 2.05 GHz.

Prosesor ini juga memiliki GPU Mali-G76 yang memungkinkan smartphone yang menggunakannya bisa memiliki layar dengan dukungan HDR10 10-bit Color Depth dan mampu menopang RAM hingga 10GB LPDDR4X.

{Baca juga: MediaTek Gak Mau Lagi Selalu Dianggap Remeh}

MediaTek Helio G90 Series punya teknologi bernama HyperEngine yang mampu meningkatkan performa smartphone ketika pengguna bermain game. Teknologi ini akan mengaktifkan berbagai fitur, seperti menggabungkan koneksi WiFi dan LTE untuk meningkatkan kekuatan sinyal.

“Pasar game mobile sedang berkembang dan pembuat perangkat berusaha untuk memberikan konsumen terutama gamers sebuah pengalaman game terbaik. Itulah sebabnya kami merancang G90 Series,” kata General Manager of MediaTek Wireless Communication Business Unit, TL Lee.

“Kombinasi hardware dan software kami bisa memberikan kinerja tinggi, kualitas gambar bagus, konektivitas tanpa gangguan, dan tindakan responsif yang lancar bahkan di game terberat sekalipun,” tambahnya.

{Baca juga: Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi dan Harga Black Shark 2 Pro}

Helio G90 Series mendukung kamera utama 64 MP dan 48MP. Serta dukungan kamera ganda 24 MP + 16 MP, fitur Night Mode dan preview real-time.

MediaTek memastikan bahwa prosesor gaming ini akan melakukan debut pertamanya pada smartphone Xiaomi yang akan diperkenalkan di India tak lama lagi. (FHP)

Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi dan Harga Black Shark 2 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Setelah Asus ROG Phone II, muncul lagi smartphone gaming powerful lainnya dengan spesifikasi Qualcomm Snapdragon 855+, yakni Black Shark 2 Pro. Smartphone ini resmi melenggang sebagai suksesor dari Black Shark 2 yang dirilis pada Maret lalu.

Black Shark 2 Pro bisa dibilang hanya mengusung beberapa peningkatan saja dibandingkan seri sebelumnya.

Selain Snapdragon 855+, smartphone itu menawarkan ROM UFS 3.0 serta desain yang disempurnakan dengan grip yang lebih baik dan adanya dua lampu RGB tambahan di bagian belakang.

{Baca juga: Ngebut Banget! Ini Skor Benchmark Snapdragon 855 Plus}

Smartphone tersebut mengusung layar berjenis AMOLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+. Layar ini diklaim menghasilkan pengalaman main game terbaik tanpa lag dengan touch latency yang direduksi menjadi 34,7 ms.

Di samping Snapdragon 855+, Black Shark terbaru tersebut punya RAM 12GB, ROM 128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 27W.

Dengan spesifikasinya itu, dikutip Telko.id dari GSMArena, Rabu (31/07/2019), Black Shark 2 Pro punya skor AnTuTu mencapai 500.610 poin yang merupakan skor tertinggi di kelas Android saat ini.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Sektor kamera, seperti ROG Phone II, smartphone gaming itu cuma punya kamera ganda di bagian belakang. Konfigurasinya, 48MP aperture f/1.75 sebagai lensa utama dan 12MP aperture f/2.2 sebagai lensa sekunder. Sedangkan kamera depan, 20MP aperture f/2.0 saja.

Pesaing ROG Phone II ini bakal pertama kali tersedia di China pada 2 Agustus mendatang dengan pilihan warna Black, Silver, Blue, Orange, dan Purple. Harga Black Shark 2 Pro di sana mencapai USD 435 atau setara Rp 6 jutaan untuk versi 12GB/128GB dan USD 508 atau Rp 7,1 jutaan untuk model 12GB/256GB. (FHP)

Sumber: GSMArena

Sony Klaim Konsol PlayStation 4 Laku 100 Juta Unit

Telko.id, Jakarta  – Meskipun penjualan akhir-akhir ini lesu, namun laporan terbaru justru mengungkap bahwa konsol Sony PlayStation 4 telah terjual 100 juta unit. Dengan begitu menjadikan PS4 sebagai konsol terlaris yang mencapai angka tersebut.

Dalam laporan pendapatan terbaru yang dilansir Engadget, Sony menyatakan telah menjual 3,2 juta PlayStation 4 antara 31 Maret dan 30 Juni, setelah mengumumkan bahwa 96,8 juta unit telah terjual pada kuartal sebelumnya.

{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}

Angka itu mencapai 100 juta dalam 5 tahun tujuh bulan kehadiran PS4 atau hanya dua bulan lebih cepat dari Wii Nintendo. Sony juga mengungkapkan,orang membeli lebih banyak mengunduh game.

Dengan fakta bahwa orang lebih banyak mengunduh game secara digital daripada membeli cakram fisik, ada perubahan tren yang terjadi. Hal itu pun disambut sangat baik oleh perusahaan.

Meskipun berusia setengah dekade, penjualan PS4 tidak pernah benar-benar sesukses saat ini. Tahun lalu, PS4 terjual 17,8 juta unit, turun hanya 1,2 juta ketimbang capaian pada 2017.

Namun, bakal ada penurunan lambat dalam hal penjualan PS4 mengingat PS5 generasi akan tiba pada musim gugur tahun 2020. PS5 mendukung ray-tracing 8K serta penyimpanan SSD.

{Baca juga: Sampai Maret 2019, Sony Klaim Jual 4,2 PlayStation VR}

Sebelumnya, Sony juga mengklaim telah telah menjual 4,2 juta PlayStation VR di seluruh dunia. Itu artinya kurang dari tiga tahun sejak headset VR itu diluncurkan secara global.

Angka ini bukan jumlah unit yang dikirimkan ke penjual, tapi jumlah unit yang terjual di lapak-lapak penjualan. Dengan kata lain, saat ini ada 4,2 juta orang yang memiliki PlayStation VR.

Sony mulai menjual PlayStation VR pada 2016 sebagai platform virtual realityyang bisa terhubung ke PlayStation 4. Kemungkinan, inilah salah satu alasan mengapa headset VR Sony ini begitu populer. [BA/HBS]

Sumber : Engadget

Alami Periode Sulit, Uber Pecat 400 Staf Pemasaran

Telko.id, Jakarta  – Uber dilaporkan memberhentikan 400 karyawan dari tim staf pemasaran. Keputusan tersebut bertujuan untuk memotong biaya operasional perusahaan.

Kabar itu datang di tengah periode tak menentu yang dialami oleh Uber. Asal tahu saja, perusahaan transportasi online ini masih berusaha untuk mendapatkan pijakan sebagai perusahaan publik.

{Baca juga: Tak Mau Terjebak Macet? Coba Pakai Uber Copter}

“Tim kami terlalu besar. Pekerjaan menjadi tumpang tindih sehingga membuat pengambilan keputusan tidak jelas,” tulis CEO Uber, Dara Khosrowshahi, via email.

“Sebagai sebuah perusahaan, kami dapat melakukan lebih banyak untuk menjaga standar tinggi. Kami berharap lebih banyak untuk meraih keunggulan,” imbuhnya.

Menurut CNET, PHK terhadap 400 karyawan diumumkan secara internal pada Senin (29/7/2019) waktu setempat dan akan diumumkan ke beberapa kantor Uber.

Jumlah 400 karyawan yang kena pemecatan mewakili sekitar sepertiga dari departemen pemasaran Uber. Selama ini, mereka bertanggung jawab atas promosi, iklan, dll.

Secara keseluruhan, perusahaan ini sekarang memiliki sekitar 25.000 karyawan di seluruh dunia. Namun, mereka telah mengalami awal yang sulit untuk menjadi perusahaan publik.

{Baca juga: Jepang Caplok Mayoritas Saham Uber dan Lyft}

Ketika menerbitkan penawaran umum perdana pada Mei 2019, saham perusahaan turun hampir delapan persen. Sejak itu, saham Uber melayang di sekitar harga IPO USD 45. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Konten Anak-anak Makin Populer, YouTube kok Malah Dikecam?

Telko.id, Jakarta – Video yang menampilkan konten anak-anak di YouTube, sangat banyak menarik perhatian pemirsa. Tetapi anehnya, fakta tersebut justru menuai banyak kecaman. Layanan berbagi video itu dikecam karena dianggap melanggar perlindungan privasi anak.

Dilansir Telko.id dari Asia One pada Selasa (30/07/2019), Pew Research Center merilis data jika video yang menampilkan anak-anak paling populer serta menarik perhatian pemirsa YouTube.

Pew menganalisis aktivitas selama minggu pertama tahun 2019 di hampir 44 ribu Channel YouTube dengan lebih dari 250 ribu pelanggan. Hasilnya hanya dua persen dari 243 ribu video yang diunggah setiap minggu itu menampilkan bocah yang berusia di bawah 13 tahun.

{Baca juga: YouTube akan Nonaktifkan Komentar di Video Anak-anak}

Tetapi konten anak rata-rata menerima 298 ribu penayangan. Bahkan jumlah penonton rata-rata sekitar 57 ribu dan 14 ribu orang. Kemudian kanal yang mengunggah setidaknya satu video yang menampilkan seorang anak rata-rata  memiliki 1,8 juta subscribers.

Fakta tersebut membuat YouTube dituntut untuk lebih ramah anak. Sejak tahun lalu Centre for Digital Democracy and the Campaign for a Commercial-Free Childhood (CCFC) mengajukan keluhan ke Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC).

Pihak CCFC mengatakan bahwa perusahaan induk YouTube telah melanggar Undang-undang Perlindungan Privasi Daring Anak-anak. Menurut mereka, perusahaan telah menghasilkan banyak uang dengan menggunakan informasi pribadi anak-anak dan mendapatkan pendapatan iklan dari video yang ditonton anak-anak.

“YouTube suka berpura-pura itu bukan situs untuk anak-anak sampai saatnya untuk menjual iklan,” kata Direktur Eksekutif CCFC Josh Golin.

{Baca juga: Tegas! YouTube Hapus 400 Channel Terkait Video Eksploitasi Anak}

Kelompok-kelompok lain telah menyerukan langkah-langkah lebih lanjut untuk memblokir akses ke konten yang tidak sesuai usia dan untuk mencegah penjahat pedofil. YouTube sendiri tidak mau berkomentar terkait survei dari Pew.

Dikatakan kategori yang paling populer adalah komedi, musik, olahraga, dan video tutorial. Tapi YouTube lupa jika video populer dengan anak-anak masuk dalam kategori tutorial seperti kiat mengajari anak-anak bernyanyi atau berdandan. [NM/HBS]

Sumber: Asia One

Konten Anak-anak Populer, YouTube kok Malah Dikecam?

Telko.id, Jakarta – Video yang menampilkan konten anak-anak di YouTube, sangat banyak menarik perhatian pemirsa. Tetapi anehnya, fakta tersebut justru menuai banyak kecaman. Layanan berbagi video itu dikecam karena dianggap melanggar perlindungan privasi anak.

Dilansir Telko.id dari Asia One pada Selasa (30/07/2019), Pew Research Center merilis data jika video yang menampilkan anak-anak paling populer serta menarik perhatian pemirsa YouTube.

Pew menganalisis aktivitas selama minggu pertama tahun 2019 di hampir 44 ribu Channel YouTube dengan lebih dari 250 ribu pelanggan. Hasilnya hanya dua persen dari 243 ribu video yang diunggah setiap minggu itu menampilkan bocah yang berusia di bawah 13 tahun.

{Baca juga: YouTube akan Nonaktifkan Komentar di Video Anak-anak}

Tetapi konten anak rata-rata menerima 298 ribu penayangan. Bahkan jumlah penonton rata-rata sekitar 57 ribu dan 14 ribu orang. Kemudian kanal yang mengunggah setidaknya satu video yang menampilkan seorang anak rata-rata  memiliki 1,8 juta subscribers.

Fakta tersebut membuat YouTube dituntut untuk lebih ramah anak. Sejak tahun lalu Centre for Digital Democracy and the Campaign for a Commercial-Free Childhood (CCFC) mengajukan keluhan ke Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC).

Pihak CCFC mengatakan bahwa perusahaan induk YouTube telah melanggar Undang-undang Perlindungan Privasi Daring Anak-anak. Menurut mereka, perusahaan telah menghasilkan banyak uang dengan menggunakan informasi pribadi anak-anak dan mendapatkan pendapatan iklan dari video yang ditonton anak-anak.

“YouTube suka berpura-pura itu bukan situs untuk anak-anak sampai saatnya untuk menjual iklan,” kata Direktur Eksekutif CCFC Josh Golin.

{Baca juga: Tegas! YouTube Hapus 400 Channel Terkait Video Eksploitasi Anak}

Kelompok-kelompok lain telah menyerukan langkah-langkah lebih lanjut untuk memblokir akses ke konten yang tidak sesuai usia dan untuk mencegah penjahat pedofil. YouTube sendiri tidak mau berkomentar terkait survei dari Pew.

Dikatakan kategori yang paling populer adalah komedi, musik, olahraga, dan video tutorial. Tapi YouTube lupa jika video populer dengan anak-anak masuk dalam kategori tutorial seperti kiat mengajari anak-anak bernyanyi atau berdandan. [NM/HBS]

Sumber: Asia One

Pillar of Eternity di Nintendo Switch Rilis 8 Agustus 2019  

Telko.id, Jakarta  – Untuk gamer yang menikmati permainan seperti Baldur’s Gate dan Icewind Dale, kini ada padanan modern yang paling disetujui, yakni seri Pillar of Eternity. Game ini kabarnya akan dirilis pada 8 Agustus 2019 nanti di Nintendo Switch.

Sekarang, menurut laporan Ubergizmo, ada dua game yang dirilis sebagai bagian dari seri itu dengan peluncuran kedua di perangkat Nintendo Switch.

{Baca juga: Respawn Kasih ‘Bocoran’ Game Star Wars Jedi: Fallen Order}

Tampaknya agak aneh bahwa sekuelnya ada di Switch sementara yang asli tidak, terutama untuk gamer yang mungkin belum pernah memainkan seri sebelumnya.

Berita baiknya adalah jika Anda ingin menyelesaikan seri ini, atau setidaknya sampai rilis terbarunya, Anda merupakan orang yang layak disebut beruntung.

Para pengembang di balik game telah mengumumkan bahwa pada 8 Agustus 2019 mendatang, mereka akan merilis Pillars of Eternity asli di Nintendo Switch.

Ini akan menjadi versi paket dari game di mana kedua ekspansi White March akan dirilis bersamaan, memastikan bahwa gamer akan memiliki akses ke semua konten.

{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}

“Kami senang mengumumkan bahwa petualangan Pilar Eternity yang asli akan datang ke Nintendo Switch lengkap dengan kedua ekspansi White March!,” demikin penjelasan dari perusahaan. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ini Kata Kepala BKPM Terkait 4 Unicorn Indonesia Yang Diakui Singapura

Telko.id – Berdasarkan riset dari Google dan Temasek, 4 Unicorn yang digadang-gadang oleh pemerintah ternyata diakui oleh Singapura. 4 Unicorn tersebut adalah Tokopedia, Traveloka, Gojek dan Bukalapak. Lho kok bisa?

Hal tersebut mencuat ketika riset oleh Google dan Temasek menyebutkan bahwa keempat unicorn tersebut diklaim oleh Singapura. Indonesia nol alias tidak punya sama sekali.

Tentu hal itu disesalkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong. “Padahal, keempat Unicorn yang diklaim oleh Singapura itu jelas-jelas berasal dari Indonesia. “Di laporannya disebutkan Indonesia ada nol dan Singapura empat (Unicorn), itu sangat lucu,” cetusnya, seperti dikutip dari kompas.com.

Thomas menjelaskan, alasan mengapa perusahaan Unicorn asal Indonesia itu diakui oleh Singapura adalah karena induk perusahaannya berada di Singapura. Pasalnya, induk perusahaan yang bercokol di Singapura ini memiliki saham besar di keempat Unicorn Indonesia tersebut.

“Perusahaan asal Singapura itu menunjuk vendor yang ada di Indonesia. Artinya jika unicorn Indonesia mendapatkan suntikan dana maka masuknya harus melalui Singapura. Dan seringkali masuknya itu bukan dalam bentuk investasi tapi oleh induk Unicorn Singapura, langsung bayar ke vendor atau supplier Indonesia,” jelasnya.

Lantas bagaimana sebenarnya?

Berdasarkan report dari CB Insight, Singapura tercatat hanya memiliki dua unicorn, yaitu Grab dan Trax. CB Insights adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang riset industri startup, dan mengklaim memakai mesin analitik data mumpuni untuk memproses data.

CB Insights mencatat, Grab memiliki valuasi sebesar US$ 14,3 miliar. Unicorn di bidang transportasi ini mendapatkan suntikan modal dari investor GGV Capital, Vertex Venture Holdings, dan Softbank Group.

Berikutnya Trax memiliki valuasi sebesar US$ 1,3 miliar. Unicorn ini bergerak di bidang manajemen data dan analitik yang mendapatkan suntikan modal dari investor Hopu Investment Management, Boyu Capital, dan DC Thomson Ventures.

CB Insights mengakui Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak sebagai unicorn dari Indonesia. Gojek tercatat memiliki valuasi US$ 10 miliar yang dapat suntikan modal dari Formation Group, Sequoia Capital India, Warburg Pincus.

Berikutnya Tokopedia bervaluasi US$ 7 miliar yang mendapat suntikan modal dari SoftBank Group, Alibaba Group, dan Sequoia Capital India. Lalu Traveloka bervaluasi US$ 2 miliar yang dapat suntikan modal dari Global Founders Capital, East Ventures, dan Expedia Inc.

Terakhir adalah Bukalapak dengan valuasi US$ 1 miliar yang dapat suntikan modal dari 500 Startups, Batavia Incubator, dan Emtek Group. (Icha)