spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1071

Konami Tambah Lisensi Eksklusif Tim Sepak Bola ke PES 2020

0

Telko.id, Jakarta  – Konami terus menambahkan lebih banyak tim ke daftar lisensi eksklusif yang semakin berkembang pada eFootball PES 2020. Club Atlético River Plate adalah tim terbaru yang tampil secara eksklusif di PES 2020.

Tim tersebut mengikuti jejak Atlético Boca Juniors. Nama, logo, perlengkapan, dan stadion River Plate hanya akan menghiasi puncak PES 2020 dalam rilis tahunan pada tahun ini. Klub asal Buenos Aires itu akan disebut Núñez di FIFA 20.

{Baca juga: Main Game FIFA, Pemuda Ini Habiskan Rp 144 Juta}

Tahun lalu, Boca Juniors diganti nama menjadi Buenos Aires di FIFA 19. Jika ingin memainkan persaingan sengit Superclásico di FIFA 20, menurut laporan Game Spot, Anda akan terjebak dengan Núñez vs Buenos Aires.

Namun, FIFA akan tetap mempertahankan kesamaan pemain untuk kedua tim dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukan dengan Juventus. Raksasa Italia itu menandatangani kesepakatan eksklusif dengan PES 2020 pada bulan lalu.

Di FIFA 2020, Juventus memakai nama Piemonte Calcio. Tidak seperti PES, pemain FIFA tidak dapat mengedit nama, logo, dan kit dari tim yang tidak berlisensi. Hal ini menimbulkan frustrasi karena mereka terbiasa dengan setiap tim yang memiliki lisensi penuh.

Manajer merek PES 2020, Adam Bhatti, memberi pernyataan tentang eksklusivitas tim dalam serangkaian tweet bulan lalu untuk menjelaskan sikap Konami. “Saya mengerti klaim lisensi eksklusif buruk bagi konsumen,” paparnya.

{Baca juga: PES 2019 Tiba-tiba Dihapus dari Game Gratis PlayStation Plus}

Konami sebelumnya menandatangani kontrak empat tahun dengan klub Jerman Borussia Dortmund. Namun, tiba-tiba, klub tersebut mengakhiri kontraknya setahun lebih awal untuk secara eksklusif muncul di FIFA. [BA/HBS]

Sumber: Gamespot

XL Axiata dan Bakamla RI Rintis “Desa Maritim” di Pulau Sebatik

0

Telko.id – Daerfah perbatasan, biasa nya tidak banyak dijangkau oleh teknologi digital. Namun, XL mendukung Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) untuk turut mengimplementasikan teknologi digital guna mendukung kehidupan masyarakat setempat, serta juga meningkatkan aspek sosial, ekonomi, politik, serta pertananan dan keamanan negara dengan merintis ‘Desa Maritim’.

Desa Maritim ini, dibangun di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari Perjanjian Kerjasama antara XL Axiata dengan Bakamla RI yang di tandatangani oleh Direktur Utama XL Axiata Dian Siswarini dengan Sekretaris Utama Bakamla RI, Laksamana Muda (Bakamla) Supriatno Irawan M.M yang disaksikan oleh Kepala Bakamla RI Laksamana Madya (Bakamla) Achmad Taufiqoerrochman S.E. beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

“Program ini tentu sangat strategis secara sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan Republik Indonesia. Karena itu kami akan berusaha untuk memberikan dukungan secara maksimal melalui implementasi sejumlah program digital yang sesuai dengan visi Desa Maritim tersebut, apalagi infrastruktur jaringan telekomunikasi dan data yang berkualitas yang kami miliki juga sudah menjangkau wilayah ini,” ungkap Bambang Parikesit, Group Head XL Axiata Ragional Jabodetabek, Kalbar, Kaltim dan Kaltara.

Bambang menambahkan, dengan dukungan jaringan data yang berkualitas baik di Sebatik, XL Axiata akan mengimplementasikan antara lain program-program digital yang bisa diakses langsung oleh masyarakat setempat.

Program tersebut antara lain Laut Nusantara untuk meningkatkan produktifitas nelayan, Sisternet guna meningkatkan pemanfaatan saranan digital bagi kaum perempuan, serta Gerakan Donasi Kuota yang merupakan program dukungan bagi sekolah-sekolah agar bisa mengakses internet cepat untuk meningkatkan mutu belajar mengajar.

Tujuan penyelenggaraan desa maritim yang digagas Bakamla RI ini, yaitu untuk membantu komunitas masyarakat khususnya nelayan dalam memberdayakan sumber daya manusianya, meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup, dan lingkungan, serta agar dapat menjadi mitra Bakamla RI dalam mendukung patroli laut untuk peningkatan keamanan dan keselamatan laut. Dengan kerjasama ini XL Axiata memberikan pelatihan penggunaan Aplikasi Laut Nusantara yg dibangun oleh XL axiata untuk para nelayan kecil diseluruh wilayah RI.

Implementasi semua program tersebut berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2019 di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

XL Axiata juga membekali para peserta dengan smartphone yang di dalamnya sudah terpasang aplikasi Laut Nusantara dan kartu SIM XL Axiata berikut paket data internet cepat.

Smartphone dan aplikasi Laut Nusantara yang diberikan di Nunukan ini adalah versi terbaru hasil dari pengembangan teknologi sebelumnya. Versi ini lebih kaya fitur yang dapat dimanfaatkan nelayan untuk menghindari gagal tangkap dan kecelakaan kerja.

Pada kesempatan yang sama, untuk sisternet, akan dibuka kelas khusus pemberdayaan perempuan melalui sarana digital. Kelas ini akan dibuka secara umum sehingga warga setempat yang berminat bisa mengikutinya. Akan diajarkan antara lain mengenai mengenai keunggulan teknologi internet, ekonomi digital, serta potensi ekonomi di desa mareka masing-masing yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital/internet terutama dalam pasaran atau promosi.

Untuk Gerakan Donasi Kuota, XL Axiata siap memfasilitasi 17 sekolah setingkat SMU di Nunukan termasuk SMU yang ada di Pulau Sebatik dengan donasi kuota guna mengakses internet cepat dengan berbagai manfaatnya. Setiap sekolah akan mendapatkan kuota gratis 20GB setiap bulannya selama setahun. Pemberian kuota secara simbolis diterima oleh Bupati Kab. Nununukan Ibu Hj.  Asmin Laura Hafid, S.E. dan akan dilakukan bertahap, berkoordinasi dengan pemerintah dan sekolah setempat.

Saat ini XL Axiata telah melayani masyarakat di Kabupaten Nunukan dengan infrastruktur jaringan yang memadai. Terdapat lebih dari 30 BTS termasuk 4 BTS 4G LTE dan hampir 20 BTS 3G di Kabupaten Nunukan termasuk Pulau Sebatik. Jaringan data XL Axiata masuk ke wilayah strategis ini sejak tahun 2012 lalu. Infrastruktur jaringan tersebut akan terus bertambah seiring terus meningkatnya kebutuhan masyarakat setempat. (Icha)

Asyik! Beli Paket Data Tri Kini Bisa Nyicil

0

Telko.id, Jakarta – Bertambah satu lagi cara bagi masyarakat Indonesia untuk membayar cicilan belanjaan kebutuhan yang mereka inginkan. Pasalnya, baru-baru ini Tri Indonesia meluncurkan program #CicilanPakaiPulsaTri bagi anak-anak muda di Indonesia yang ingin membeli paket data Tri. 

Program tersebut memungkinkan pelanggan yang punya uang saku terbatas untuk mencicil paket data Tri bulanan yang mereka beli. 

“Uang saku anak-anak muda Indonesia biasanya terbatas. Apalagi, anak-anak muda itu Digital Savvy yang hampir 10 jam sehari pakai smartphone,” ucap Dolly Susanto, Chief Commercial Officer Tri Indonesia, di Jakarta, Kamis (15/08/2019).

“Tentu akan susah kalau kuotanya terbatas gara-gara uang saku yang terbatas. Tri menghadirkan Solusinya lewat program ini,” jelasnya 

Ada 3 produk yang ditawarkan Tri dalam #CicilanPakaiPulsaTri. Seluruh produk ini, bisa dicicil hingga 4 kali dengan nominal yang bervariasi.

Produk termurah adalah paket data 13GB dengan harga Rp 60 ribu. Kemudian, paket 18GB senilai Rp 80 ribu, dan Rp 23 ribu dengan harga Rp 100 ribu.

Dijelaskan GM Customer Value Management Tri Indonesia, Reno Rizki Yudha, apabila pelanggan membeli paket termurah senilai Rp 60 ribuan, maka mereka dapat menyicilnya dengan nominal Rp 20 ribu di minggu pertama dan kedua untuk mendapatkan kuota 1GB dan 2GB, kemudian Rp 10 ribu di minggu ketiga dan keempat dengan kuota 4GB dan 6GB.

“Semuanya bisa dicicil sebanyak 4 kali. Dan, kuta yang didapatkan juga full 24 jam,” ucap Reno.

“Ini adalah solusi pertama kali yang ditawarkan kami, dan ini berguna bagi anak-anak muda Indonesia,” pungkas Dolly di kesempatan yang sama. (FHP)

Peduli HAM, 500 Karyawan Google Tandatangani Petisi

0

Telko.id, Jakarta  – Lebih dari 500 karyawan Google menandatangani petisi pada Rabu (14/8/2019) waktu setempat. Mereka mendesak perusahaan untuk tidak bekerja dengan agen perbatasan.

Menurut laporan CNET, seperti dikutip Telko.id, Kamis (15/8/2019), agen perbatasan yang dimaksud termasuk Bea Cukai dan Perlindungan (CBP) serta Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

{Baca juga: Diprotes Soal China, CEO Google Ajak Karyawan Rapat}

Protes datang setelah CBP mengajukan permintaan pada bulan lalu untuk bermitra dengan penyedia layanan cloud. Informasi menyebut, agen perbatasan telah dituduh melakukan pelanggaran HAM.

Agen perbatasan telah memisahkan dan menahan keluarga. Karyawan Google mendesak perusahaan untuk tidak “terlibat” dengan menyediakan layanan cloud kepada agen perbatasan.

“Kami menuntut agar Google secara terbuka berkomitmen untuk tidak mendukung CBP, ICE, atau ORR (Kantor Penampungan) dengan infrastruktur, pendanaan, atau apapun,” demikian isi petisi.

Google tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, bukan kali pertama ini saja karyawan perusahaan mesin pencarian itu mengajukan protes. Mereka sebelumnya pernah secara tegas menolak Project Maven.

{Baca juga: Lagi, Karyawan Google Protes Proyek Dragonfly untuk China}

Saat itu, protes mendorong 4.000 pekerja Google menandatangani petisi. Bahkan, beberapa karyawan mengajukan pengunduran diri. Hal serupa berlanjut terkait proyek Dragonfly untuk China. [SN/HBS]

Sumber: CNET

5G Baru Dimulai, Huawei Sudah Kembangkan Teknologi 6G

0

Telko.id, Jakarta – Sebagian besar operator saat ini masih berada dalam tahap awal pengembangan dan penyebaran teknologi 5G. Akan tetapi, Huawei malah telah memulai penelitian teknologi jaringan generasi keenam, 6G.

Dilaporkan, perusahaan asal China ini sedang melakukan penelitian teknologi 6G di Huawei Labs di Ottawa, Kanada.

Laboratorium tersebut merupakan pusat R&D yang punya teknologi canggih di dalamnya. Bahkan menurut pendiri Huawei, Ren Zhengfei, mereka telah berinvestasi setidaknya beberapa miliar dolar.

Dilansir Telko.id dari Gizchina, Kamis (15/08/2019), penelitian 6G oleh Huawei kemungkinan besar masih dalam tahap teoretis. Pasalnya, sampai sekarang belum ada standar untuk teknologi jaringan generasi keenam itu.

Dalam melakukan penelitian, Huawei melakukan kerja sama dengan lebih dari 13 universitas dan lembaga penelitian. Perusahaan pun secara tentatif menyatakan, teknologi ini tidak akan tersedia secara komersial sebelum 2030 mendatang.

Selain Huawei, beberapa perusahaan juga kabarnya sedang membuat langkah serupa. Samsung misalnya, mereka dilaporkan tengah melakukan penelitian 6G di laboratoriumnya di Seoul, Korea Selatan.

Nokia, Ericsson, dan SK Telecom pada Juni lalu turut mengumumkan kerja sama secara memorandum untuk pengembangan 6G. (FHP)

Cepatnya Ngecas Galaxy Note 10+ Meski Cuma Pakai Charger 25W

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10+ mendukung fast charging tercepat di antara smartphone Samsung lainnya, yaitu Super Fast Charging 45W. Akan tetapi, smartphone ini cuma dibekali charger 25W bawaan dalam paket penjualan.

Meski demikian, sebuah tes membuktikan bahwa performa charger bawaan Note 10+ tetap cepat meski cuma 25W.

Channel YouTube Gadgets Portal melakukan tes charging yang melibatkan sejumlah smartphone flagship.

{Baca juga: Layar Samsung Galaxy Note 10+ Kualitasnya Terbaik, Ini Buktinya}

Samsung Galaxy Note 10+ (4,300 mAh, charger 25W), Galaxy Note 9 (4,000 mAh, charger 15W), (OnePlus 7 Pro (4,000 mAh, charger 30W), dan iPhone XS Max (3,174 mAh, charger 5W).

Dalam video pengujian, tampak bateraoi Note 10+ mampu terisi penuh (0% – 100%) dalam waktu 1 jam 5 menit. Durasinya lebih cepat 20 menit dari OnePlus 7 Pro, meski Note 10+ punya kapasitas baterai lebih besar.

Dilaporkan GSMArena, seperti dilansir Telko.id pada Kamis (15/08/2019), hal tersebut bisa terjadi karena charger pada dasarnya memberikan power maksimal pada baterai yang relatif kosong, dan melambat menjelang baterai penuh.

Itu terjadi pada Warp Charger 30W milik OnePlus 7 Pro yang terlihat cecpat di awal, namun turun ke 10W menjelang akhir. Sementara charger 25W Note 10+ tertinggal di awal, dan tetap tancap gas di angka 15W menjelang baterai penuh.

{Baca juga: Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy Note 10}

Dalam video juga terlihat, kecepatan charging Note 10+ cenderung konstan sampai 60%, sedangkan charger OnePlus 7 Pro sedikit melambat di 20%, 40%, dan beberapa titik lain sebelum 100%.

Soal klaim Samsung tentang charging 30 menit sudah cukup membuat smartphone bisa digunakan seharian, dari tes menunjukkan bahwa dalam rentang waktu itu, Note 10+ terisi sekitar 60% apabila di-charge mulai dari 0%.

Kualitas charging phablet premium ini pun patut untuk diapresiasi. Apalagi, hanya menggunakan charger 25W saja. Bisa dibayangkan seberapa cepatnya apabila menggunakan charger 45W kan? (FHP)

Sumber: GSMArena

PBB Selidiki 35 Serangan Siber Korut ke 17 negara

0

Telko.id, Jakarta  – Para pakar PBB sedang menyelidiki setidaknya 35 serangan siber Korea Utara (Korut) ke 17 negara. Serangan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan uang secara ilegal untuk program senjata pemusnah massal.

PBB juga menyerukan sanksi terhadap kapal yang menyediakan bensin dan solar untuk negara itu. Pekan lalu, para ahli yang mengatakan bahwa Korut secara ilegal memperoleh sebanyak USD 2 miliar dari kegiatan siber.

{Baca juga: Atasi Serangan Siber, Perancis & Microsoft Gagas Aturan Dunia Maya}

Serangan siber itu menyasar lembaga keuangan dan instansi penukaran mata uang kripto. Laporan lain mengungkapkan bahwa negara tetangga, Korea Selatan, mendapat 10 serangan dari Korut.

Demikian pula India yang mendapatkan tiga serangan, sedangkan Bangladesh dan Chile masing-masing terkena dua serangan. Belum lagi Kosta Rika, Gambia, Guatemala, Kuwait, Liberia, Malaysia, Malta, Nigeria, Polandia, dan Slovenia.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telko.id, Rabu (14/8/2019), para ahli mengaku sedang menyelidiki serangan siber yang dilaporkan sebagai upaya pelanggaran sanksi PBB. Mereka memantai via panel.

Informasi menyebut, peretas Korut menyerang lewat Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication atau SWIFT untuk mentransfer uang antarbank menggunakan perangkat komputer karyawan.

{Baca juga: Serangan Siber Bobol Data 9,4 Juta Penumpang Cathay Pacific}

Para peretas mengirim pesan penipuan dan menghancurkan bukti-bukti. Para ahli menekankan bahwa penerapan serangan yang semakin canggih tersebut berisiko rendah dan mampu mengusulkan hasil tinggi. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

Pemain Komplain Soal Kotak Jarahan Baru di Apex Legends  

0

Telko.id, Jakarta  – Apex Legends berdiri terpisah dari game battle royale lain karena hanya menawarkan satu mode. Para pemain harus bergabung dalam tiga kelompok dan bertarung sampai hanya satu kelompok yang tersisa.

Namun, semuanya telah berubah mulai Selasa (13/8). The Iron Crown Collection Event, acara terbatas untuk musim 2 Battle Charge, memperkenalkan pengalaman solo baru. Namun, beberapa pemain tidak senang dengan “kotak jarahan” baru tersebut.

{Baca juga: Unik! Respawn akan Pertemukan Pemain Curang di Apex Legends}

Mode solo untuk Apex Legends tersedia hanya selama acara, yang berlangsung dari 13-27 Agustus 2019. Pengembang Respawn Entertainment mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa terlalu dini untuk mengetahui apakah mode ini akan permanen.

The Iron Crown Collection Event juga akan memiliki kota baru di Kings Canyon untuk para pemain untuk bertarung. Menurut laporan CNET, bagian baru ini diambil setelah salah satu Legenda, Octane. Ini fitur bantalan lompat mega dan cincin api.

Dijual selama acara tersebut, Paket Koleksi Crown Iron dengan mata uang dalam game dipatok sekitar USD 7. Setiap paket memiliki peluang 50 persen untuk mendapatkan item epik dan legendaris dari 24 yang tersedia hanya selama acara ini.

Pemain akan menerima dua paket gratis dan dapat menyelesaikan tantangan untuk menerima mata uang tambahan dalam game. Jika mereka menginginkan pakaian alternatif tertentu untuk karakter pemain, mereka harus membeli beberapa paket.

{Baca juga: Apex Legends Musim Terbaru Bakal Ada Wattson, Siapa Dia?}

Sekadar informasi, para pemain memposting keluhan di Twitter dan Reddit terhadap kotak jarahan baru di Apex Legends. Salah satu komentar teratas menjelaskan mengapa beberapa pemain tidak senang dengan paket tersebut. [BA/HBS]

Sumber: CNET

Ingin Kurangi Penggunaan Gadget pada Anak? Coba Cara Ini

0

Telko.id, Jakarta – Seorang ayah yang berasal dari Provinsi Henan di China memperoleh perhatian netizen di seluruh dunia untuk kreasinya yang luar biasa. Semua itu, ia lakukan untuk putrinya yang masih muda.

Dilansir dari South China Morning Post, sang ayah, yang memiliki lebih dari 2,3 juta pengikut di media sosial ini menjadi viral karena membuat versi 3D tetris, permainan labirin, dan teka-teki unik lainnya dari bahan kertas kardus.

{Baca juga: Anak-Anak Hanya Tahan 7 Menit Tanpa Ponsel}

Dia sengaja membuat mainan ini agar anaknya sedikit mengurangi ketergantungan terhadap ponsel dan gadget untuk hiburan dan lebih menghargai masa kecil mereka.

“Saya membuat mainan sehingga anak-anak lebih sedikit menggunakan ponsel dan memberi mereka masa kecil yang istimewa. Saya senang menciptakan berbagai hal sejak saya masih kecil, dan bukan hanya mainan,” katanya.

Sisi positif lainnya, dia tidak pernah membeli mainan untuk putrinya, dan mainan DIY-nya benar-benar membantu meningkatkan konsentrasi putrinya. Bahkan, putrinya menyarankan dirinya agar membuat rekomendasi untuk permainan apa yang harus ia bangun selanjutnya.

“Setelah saya menyelesaikan banyak permainan ini, dia (putrinya) mulai menyarankan ide ketika dia melihat botol, tutup botol, atau kardus untuk melihat apakah kami dapat melakukan sesuatu dengan bahan-bahan itu,” jelasnya.

Ia membutuhkan waktu hingga setengah bulan untuk membuat permainan tersebut, tergantung pada seberapa rumit ciptaannya.

Video permainan uniknya mulai beredar di media sosial Cina, dan sekarang dia telah memulai bisnis online. Ia menjual kreasinya sebagai paket DIY bagi pelanggan untuk merakit mainan itu sendiri.

{Baca juga: Baca juga: Resmi! ‘Kecanduan Game’ Masuk Daftar Penyakit Baru WHO}

“Tujuan saya adalah mengubah ini menjadi karier saya dan meningkatkannya. Semakin banyak orang tua, mereka yang mencintai DIY, atau mereka yang tidak punya waktu untuk bersama anak-anak mereka, dapat dipengaruhi oleh mainan dalam beberapa hal, untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka, tidak hanya ketika mereka sedang membuat atau bermain dengan mainan, tetapi juga selama kehidupan sehari-hari mereka,” katanya.

Lihat video lengkap di bawah ini:

 

Sumber: World of Buzz

 

Xbox Terbaru akan Fokus ke Frame Rate dan Loading Times

0

Telko.id, Jakarta  – Pada E3 2019 awal tahun ini, Microsoft mengkonfirmasi sedang mengerjakan konsol Xbox generasi berikutnya. Sayang, tidak banyak yang diketahui tentang konsol tersebut.

Namun, menurut laporan Ubergizmo, terbaru ada kabar bahwa Xbox generasi berikutnya akan ditenagai prosesor AMD khusus, menggunakan RAM GDDR6, dan SSD generasi terbaru.

Dengan spesifikasi itu, Xbox generasi berikutnya bakal empat kali lebih kuat daripada Xbox One X. Kepala Xbox, Phil Spencer, mengungkapkan beberapa detail tambahan tentang konsol tersebut.

{Baca juga: Microsoft akan Tutup Akun Xbox Live yang Tidak Aktif}

Ia mengungkapkan bahwa beberapa area Microsoft akan mencari untuk fokus pada frame rate Xbox generasi berikutnya serta waktu pemuatannya. “Ya, frame rate dan playability dari game,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa Xbox generasi berikutnya akan memuat permaianan dengan sangat cepat. Game di Xbox generasi berikutnya, masih menurut Spencer, akan berjalan pada frame rate tertinggi.

“Kami juga menggarap Windows. Jadi, kami melihat pekerjaan yang berlangsung untuk PC dan pekerjaan yang dilakukan pengembang. Orang-orang menyukai game 60 frame per detik,” ucapnya.

Spencer melanjutkan, Xbox generasi berikutnya bakal menjalankan game pada 4K 60 [FPS]. Frame rate dan resolusi adalah salah satu fitur yang diperdebatkan ketika Xbox One diluncurkan.

{Baca juga: 3 Game Gameloft Ini Dapat Dukungan Xbox Live}

Saat itu, banyak yang membandingkan game yang berjalan di PS4 versus Xbox One. Sayang, belum ada kata kapan Xbox next-gen akan dirilis. Spencer berjanji akan memberi informasi lebih lanjut. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo