spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1050

Smartfren Siapkan Jaringan 4G di Ibu Kota Baru

0

Telko.id,Jakarta – Smartfren mengaku siap menggelar jaringan 4G di ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim). Selain itu mereka juga berharap agar pemerintah turut membangun jaringan telekomunikasi disana.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys menjelaskan jika sejak Juli 2019 jaringan 4G beserta produk Super 4G Kuota dan Super 4G Unlimited sudah hadir di Balikpapan dan Samarinda Kalimantan Timur.

{Baca juga: Diuji Coba, Kecepatan Internet 5G Smartfren Capai 8,7 Gbps}

“Jadi dapat disimpulkan kapanpun pemerintah mencanangkan tanggal pemindahan ibukota Smartfren sudah siap untuk mengembangkan lebih lanjut ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Merza dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id, Selasa (27/08/2019)

Namun pembangunan infrastruktur di ibukota yang baru tentu akan melewati banyak tahapan dan waktu. Untuk itu Smartfren berharap agar pemerintah ikut memfasilitasi untuk membangun jaringan disana.

“Dengan membangun infrastruktur utama seperti jaringan transmisi backbone dengan kapasitas besar, sarana serta prasarana seperti ducting bersama, menara telekomunikasi, dan lainnya,” tambah Merza.

Terakhir Smartfren menyambut baik dan mendukung setiap langkah pemerintah dalam hal pengembangan, ibu kota baru. Mereka juga akan menunggu langkah lebih lanjut dari pemerintah terkait pembangunan disana.

“Smartfren siap untuk mendukung tersedianya infrastruktur telekomunikasi demi terciptanya kelancaran masyarakat berkomunikasi serta jalannya pemerintahan berbasis sistem elektronik. Smartfren akan terus mengikuti rencana lebih lanjut dari pemerintah dalam program pemindahan ibukota tersebut,” ujar Merza.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin siang (26/08) resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru Indonesia, yakni berada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pengumuman ini menjadi perbincangan warganet Indonesia sehingga tagar #IbuKotaBaru pun menjadi viral di Twitter.

{Baca juga: Smartfren Uji Coba Jaringan 5G Pakai Headset VR}

“Pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam dan diintensifkan dalam 3 tahun terakhir ini. Hasil kajian, lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Pasir Utara, dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim,” jelasnya di Istana Negara, Jakarta. [NM/HBS]

Huawei: HarmonyOS Bukan Pengganti Android!

0

Telko.id, Jakarta – HarmonyOS dilaporkan merupakan sistem operasi alternatif potensial untuk pengganti Android ketika Huawei diembargo pemerintah Amerika Serikat (AS). Akan tetapi, menurut Senior Manager EMUI Product Marketing Huawei Consumer Business Group, James Lu, HarmonyOS bukan alternatif bagi Android.

“Ini bukan alternatif Android, ini bukan pengganti Android. HarmonyOS adalah sistem operasi untuk banyak device ke depannya,” jelasnya, saat temu media di Jakarta, Selasa (27/08/2019).

Menurutnya, HarmonyOS merupakan sistem operasi revolusioner yang bisa memberikan pengalaman berbeda daripada sistem operasi lainnya kepada para penggunanya.

{Baca juga: Huawei: Kalau Kepepet, Kami Baru Pakai HarmonyOS}

Sistem operasi ini, dikatakan James, membuat pengguna punya pengalaman seamless ketika menggunakan produk-produk berbasis HarmonyOS. Pasalnya, sistem operasi ini punya proses yang fleksibel dan sama ketika dijalankan di perangkat yang berbeda.

“Sistem operasi ini memecahkan permasalahan pengguna yang punya banyak device di era IoT seperti sekarang. Ia memberikan pengalaman yang seamless antara produk-produk yang berbeda,” katanya.

Selain pengguna, sistem ini juga memudahkan para developer aplikasi. James menegaskan, para developer bisa membangun 1 aplikasi yang bisa dijalankan di perangkat yang berbeda-beda.

{Baca juga: Mau Lawan AS, Huawei Bakal Ciptakan “Pasukan Besi”}

“Mulai dari wearable, smartphone, head unit (di mobil), dan perangkat lainnya,” ucap James.

HarmonyOS sendiri pertama kali diimplementasikan pada smart TV mereka bernama Honor Vision. Smart TV itu punya layar berukuran 55 inci, dan disematkan berbagai fitur berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna ketika menikmati berbagai konten. (FHP)

Game Baru “Rush Wars” Sudah Hadir dalam Versi Beta  

0

Telko.id, Jakarta  – Supercell, raksasa Finlandia di belakang Clash of Clans, Clash Royale, dan Brawl Stars, baru saja mengumumkan game baru berjudul Rush Wars. Game ini diharapkan siap mencapai kesuksesan finansial seperti pendahulunya.

Menurut laporan Phone Arena, game baru berjudul Rush Wars itu sekarang baru tersedia di beberapa negara, yakni Australia, Kanada, dan Selandia Baru, meskipun masih dalam versi beta.

{Baca juga: Siap-siap! Clash of Clans Bakal Banyak Terima Update}

Game tersebut gratis untuk diunduh melalui layanan App Store dan Google Play Store. Namun, Anda tidak akan menemukannya kecuali Anda tinggal di salah satu dari tiga negara tersebut.

Pembelian dalam aplikasi menjadi bagian pemasaran game Rush Wars. Namun demikian, hal tersebut jelas bukan sesuatu biasa dilakukan. Tapi, semua mungkin saja terjadi.

Sekadar informasi, Rush Wars adalah game strategi pertempuran di mana pemain membangun regu serang pamungkas mereka untuk menyerang ranjau emas musuh.

Game ‘perang-perangan’ ini merupakan permainan multipemain. Dengan kata lain, Anda bisa bergabung dengan tim atau memulai sendiri game tersebut dengan teman-teman.

Supercell mengklaim Rush Wars adalah permainan kasual, tetapi memberikan kedalaman dan tantangan yang dicari oleh pemain kompetiti.

{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}

Anda akan memerlukan koneksi jaringan untuk memainkan permainan. Beruntung bagi Anda, game Rush Wars tidak memiliki persyaratan tinggi. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

Apple Batalkan Fitur “Walkie-Talkie” untuk iPhone 2019?

0

Telko.id, Jakarta  – Sebuah laporan mengungkap bahwa Apple telah menghentikan proyek fitur “Walkie-Talkie” di iPhone 2019. Fitur ini memungkinkan dua pengguna iPhone untuk berkomunikasi satu sama lain, bahkan di daerah tanpa konektivitas seluler.

Awalnya, Apple mengerjakan proyek tersebut bersama Intel. Menggunakan gelombang radio jarak jauh, dua iPhone bakal bisa dapat bertukar pesan teks di daerah yang sama sekali tidak memiliki sinyal seluler.

{Baca juga: iPhone 2019 Didukung Apple Pencil?}

Seperti dikutip Telko.id dari Phone Arena, Selasa (27/8/2019), teknologi itu berfungsi seperti Walkie-Talkie. Sistem tersebut akan bekerja di pita 900MHz yang digunakan oleh operator di industri utilitas, minyak, dan gas.

Seorang sumber mengatakan, modem seluler Intel yang ditemukan di iPhone 2019 akan digunakan untuk fitur itu. Informasi menyebut bahwa ada kemungkinan satu alasan mengapa Apple membatalkan proyek tersebut.

Tahun depan, Apple akan sekali lagi menggunakan chip modem bikinan Qualcomm untuk iPhone. Apple telah membeli bisnis chip modem ponsel Intel dengan harga tak kurang dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,2 triliun.

Jadi, ketika mulai merancang chip modem sendiri menggunakan platform Intel, Apple dapat menghadirkan fitur ala Walkie-Talkie ke iPhone. Namun, chip modem rancangan Apple tidak untuk iPhone hingga 2025.

{Baca juga: Seperti Walkie Talkie, Apple Watch Bakal Bisa Dipakai Ngobrol}

Project OGRS atau Off-Grid Radio Service bisa dipakai di model iPhone pada masa depan Eksekutif Apple mengatakan, proyek merupakan ide Rubén Caballero, yang telah meninggalkan perusahaan pada awal tahun ini. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Tablet Huawei Pakai Aurora OS Buatan Rusia

0

Telko.id, Jakarta  – Huawei memulai pembicaraan dengan Rusia untuk membahas kemungkinan memakai sistem operasi buatan Rusia, Aurora OS di 360 ribu tablet. Hal tersebut dilakukan untuk keperluan sensus penduduk di negara tersebut pada tahun depan.

Huawei telah mencari sistem operasi alternatif untuk Android bikinan Google setelah Washington melakukan embargo. Huawei terancam tak lagi bisa mengakses komponen dan teknologi Amerika Serikat (AS).

{Baca juga: Huawei: Kalau Kepepet, Kami Baru Pakai HarmonyOS}

“Proyek tersebut hanyalah percontohan. Kami melihatnya sebagai tahap pertama peluncuran Aurora OS di perangkat Huawei, ”ujar sumber pertama kepada Reuters, seperti dikutip Telko.id, Selasa (27/8/2019).

Huawei sedang dalam pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi Rusia. Sayang, juru bicara Huawei tidak memberikan rincian lain. Kementerian Komunikasi Rusia juga tak mengklarifikasi kabar soal hal itu.

Pekan lalu, Huawei mengatakan bahwa pembatasan perdagangan oleh AS bisa memangkas pendapatan dari hasil penjualan ponsel. Huawei berpotensi kehilangan pemasikan USD 10 miliar pada tahun ini.

Rusia sedang mendiskusikan penggunaan Aurora OS di 360 ribu tablet buatan Huawei pada Agustus 2020. “Huawei tertarik dengan proyek tersebut. Kebetulan, Aurora OS sedang tidak digunakan,” ucap sumber kedua.

{Baca juga: Huawei “Bodo Amat” dengan Embargo dari Amerika Serikat}

Pemilik Aurora OS, Rostelecom, adalah satu-satunya kontraktor yang mau membeli tablet Huawei untuk keperluan sensus penduduk di Rusia pada Oktober 2019. Asal tahu saja, Rusia memiliki populasi 147 juta. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Bantu UMKM Naik Kelas, Gojek Gelar Seminar Wirausaha

0

Telko.id, Jakarta – Gojek Group menggelar Seminar Gojek Wirausaha 2019. Tujuannya agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa naik kelas, memperluas pasar dan mengelola bisnis mereka dengan baik.

Menurut Chief Public Policy and Government Relations Gojek Group, Shinto Nugroho bahwa acara ini diikuti oleh 550 UMKM. Lewat acara ini Gojek berupaya untuk memberikan kesempatan UMKM untuk naik kelas, berkembang dan menjawab tantangan industri yang ada.

{Baca juga: Go-Jek Berambisi Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara}

“Gojek memberikan kesempatan kepada mereka (UKM) untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi kelas dunia dari Gojek,” ujar Shinto di Jakarta, Selasa (27/08/2019)

Pelatihan ini sudah digelar sejak awal 2019. Hasilnya Gojek sudah melatih 14 ribu UMKM di 17 kota bersama 26 komunitas dan institusi pemerintah. Adapun materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan mitra UMKM.

Sayangnya, menurut Shinto, jumlah 14 ribu UMKM itu baru sebagian kecil dari pelaku pengusaha kecil di Indonesia, yang jumlahnya jauh lebih besar dari itu.

“Makanya kita masih terus meningkatkan dengan bersinergi dekat dengan Kementerian, Dinas-dinas UMKM di daerah agar mereka bisa terus maju,” tambahnya.

Gojek sendiri memang terus berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Bahkan merujuk dari riset terbaru dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), kontribusi Gojek terhadap perekonomian mencapai Rp 55 triliun.

“Itu baru hanya dari kategori food saja. Sedangkan 93% mitra UMKM Gofood juga mengalami peningkatan volume transaksi,” ungkap Shinto.

{Baca juga: Nilai Transaksi Go-Food Terbesar di Dunia}

Acara ini juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kementerian UMKM) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Acara ini bertempatan di Kedasi Coworking and Event Space Sudirman Jakarta pada Selasa (27/08/2019) berupa diskusi panel dan kelas pengembangan bisnis yang bisa diikuti peserta. [NM/HBS]

XL dan Indosat Siap Dukung Jaringan Telekomunikasi di Ibu Kota Baru

0

Telko.id, Jakarta – XL Axiata dan Indosat Ooredoo mengaku siap membangun jaringan telekomunikasi yang dibutuhkan di wilayah ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini dilakukan demi mendukung pemerintah untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di sana.

Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan jika XL selama ini berkomitmen untuk memberikan jaringan terbaik dimana pun ibu kota Republik Indonesia berada.

{Baca juga: Ibu Kota Pindah, Warganet Bereaksi Lewat Tagar #IbuKotaBaru}

“Dan kami siap untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan sekaligus sebagai bentuk dukungan atas rencana besar pemerintah ini,” kata Tri Wahyuningsih, dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id, Selasa (27/08/2019).

Khusus untuk Kalimantan Timur, wanita yang akrab disapa Ayu ini mengklaim bahwa XL telah memiliki infrastruktur yang baik di Kalimantan. Bahkan jaringan di sana telah didukung oleh fiber optic, sehingga jaringan bisa lebih berkualitas.

“Jaringan kami telah didukung dengan backbone fiber optic yang menghubungkan Kalimantan dengan Sulawesi, Bali-Lombok, Jawa, dan Sumatera, begitu pula dengan jaringan antar kota di Kalimantan yang sudah didukung dengan fiberisasi,” terang Ayu.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Turina Farouk, SVP Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Menurut Turina, Indosat juga berkomitmen untuk mendukung jaringan di Kaltim. Apalagi selama ini Indosat juga mulai berfokus dalam membangun jaringan di luar Jawa.

“Pada prinsipnya Indosat dari sisi layanan dan jaringan telekomunikasi siap mendukung keputusan pemerintah terkait ibu kota baru di Kaltim,” ujarnya.

{Baca juga: 3 Potensi Telekomunikasi di Ibu Kota Baru Indonesia}

“Hal itu sesuai dengan strategi yang sudah kami canangkan, bahwa kami konsentrasi membangun jaringan luar Pulau Jawa, termasuk seluruh wilayah Kalimantan,” sambung Turina.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo pada Senin (26/08) resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru Indonesia, yakni di sebagian Kabupaten Penajam Pasir Utara, dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Kaltim. [NM/HBS]

Mantap, Kini Bisa Bayar PNBP SIM Pakai GoPay Di Polda Metro Jaya

0

Telko.id – Polda Metro Jaya menjadi Polda pertama yang menerapkan metode pembayaran nontunai untuk transaksi pengumpulan (Penerimaan Negara Bukan Pajak) PNBP dalam bentuk SIM. Yang digandeng adalah GoPay. Alasannya, untukmeningkatkan layanan publik.

“Polda Metro Jaya terus berupaya meningkatkan layanan publik salah satunya dengan mengikuti perkembangan teknologi. Kali ini, kami menggandeng GoPay menghadirkan inovasi pembayaran nontunai untuk pembuatan dan perpanjangan SIM. Kami berharap inovasi ini akan membantu kami menciptakan layanan publik yang cepat, aman, mudah, dan transparan sehingga masyarakat pun juga bisa semakin percaya dengan kinerja pelayanan publik,” ungkap Kombes Pol Yusuf, Dirlantas Polda Metro Jaya.

Kombes Pol Yusuf menambahkan bahwa sebagai bagian dari langkah awal, layanan transaksi nontunai untuk pembayaran PNBP SIM sudah bisa dimanfaatkan masyarakat di Satpas Ditlantas Polda Metro Jaya Daan Mogot Jakarta Barat. Ke depannya, inovasi ini juga akan diterapkan di wilayah Polda Metro Jaya lainnya,termasuk layanan SIM keliling dan gerai pelayanan Satpas.

Pengguna yang ingin melakukan pembayaran PNBP SIM, baik untuk membuat baru maupun memperpanjang, cukup membuka aplikasi Gojek dan memilih menu “Bayar” untuk melakukan scan kode QR yang tersedia pada loket pembayaran PNBP SIM, memasukkan jumlah yang ingin dibayarkan dan melakukan konfirmasi pembayaran.

“Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya berupaya untuk memudahkan masyarakat namun juga pemerintah dan kepolisian dalam mengumpulkan PNBP sehingga menjadi lebih aman dan transparan,“ ujar Edwin Ariono, Head of Ecosystem Expansion GoPay menjelaskan.

Sebelumnya, Gojek dan GoPay telah menjalin kerja sama di tingkat kota dan kabupaten dengan Polres di 9 kota di Indonesia untuk memberikan kemudahan pembayaran perpanjangan SIM.Kerja sama dengan Polda Metro Jaya kali ini menghasilkan inovasi pertama untuk transaksi pembuatan SIM menggunakan metode pembayaran nontunai. Edwin pun berharap bahwa kemudahan pembayaran PNBP SIM ini ke depannya juga bisa dirasakan oleh masyarakat di wilayah lain. (Icha)

Ini Kekuatan XL Axiata Pasca Perluasan Jaringan 4G di Sumbawa

0

Telko.id – Tingkat pemahaman masyarakat Sumbawa atas manfaat layanan data dan teknologi digital guna meningkatkan produktifitas terus meningkat. Apalagi popularitas Sumbawa sebagai destinasi wisata juga semakin meningkat berkat penggunaan media sosial dan berbagai saluran informasi digital yang mengangkat potensi wisata di sana. Itu sebabnya, XL pun memberikan perhatian pada Pulau Sumbawa ini. Dengan memperluas jaringan 4G nya.

“Hadirnya layanan 4G XL Axiata di Sumbawa mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat setempat. Terbukti, trafik terus meningkat hingga lebih dari 95% dalam setahun terakhir,” ungkap Mochamad Imam Mualim, Group Head XL Axiata East Region.

Selain itu, Mochamad juga menambahkan bahwa intensitas penggunaan oleh pelanggan yang terus meningkat, juga jumlah pelanggan yang juga bertambah secara signifikan. “Bahkan, bisa dikatakan Sumbawa merupakan area dengan pertumbuhan penggunaan layanan data di atas rata-rata untuk seluruh wilayah NTB,” pungkas nya.

Mempertimbangkan hal tersebut, XL Axiata pun tidak ragu untuk terus memperluas area layanan 4G, agar masyarakat dapat meningkatkan  produktivitasnya di berbagai bidang, termasuk ekonomi daerah melalui bisnis perorangan maupun usaha kecil menengah.

“Saat ini telah terpasang sekitar 700 BTS data (3G/4G) dan akan terus bertambah sampai akhir tahun. Jaringan 4G LTE XL Axiata telah hadir melayani masyarakat di semua kota/kabupaten atau 5 kota/kabupaten di pulau ini sudah terlayani oleh jaringan data XL Axiata, baik 3G maupun 4G. Kelima kota/kabupaten tersebut adalah Kabupaten dan Kota Bima, Sumbawa Barat, Dompu, dan Sumbawa Besar,” ujar I Gede Darmayusa, Group Head Technology Strategy & Architecture XL Axiata.

Masing-masing titik BTS 4G LTE tersebar di pusat kota yang meliputi area publik dan komplek pemerintahan, pusat ekonomi lokal, alun-alun, juga area sekolah. Selain itu, sebagian area pemukiman di masing-masing kota juga menjadi prioritas.

Tidak ketinggalan, XL Axiata juga terus membangun jaringan di area-area wisata yang kini menjadi sektor andalan Sumbawa, termasuk pantai-pantainya yang semakin tersohor. Kedepannya XL Axiata juga akan melanjutkan pembangunan jaringan ke pulau-pulau sekitar Sumbawa yang memiliki potensi wisata yang tinggi.

Untuk jaringan backbone fiber optik, di Sumbawa hingga saat ini sudah mencapai sekitar 2.000 kilometer. Hingga akhir tahun 2019 XL Axiata menargetkan penambahan jaringan fiber optik di Sumbawa sepanjang sekitar 1.200 kilometer. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan di Sumbawa.

Jaringan fiber ini juga menjadi tumpuan bagi jaringan infrastruktur XL Axiata yang menjangkau seluruh provinsi di Kawasan Timur Indonesia, serta menghubungkannya dengan pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi.

Jaringan USO XL Axiata

Sesuai dengan visi pemerintah Republik Indonesia, pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan data yang dilakukan XL Axiata di seluruh Indonesua juga merupakan bagian dari dukungan pada program percepatan pembangunan di daerah-daerah tertinggal. Untuk itu pula, XL Axiata juga membangun dan mengoperasikan jaringan telekomunikasi melalui program Universal Service Obligation (USO) yang diinisiasi oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika di wilayah Sumbawa.

Saat ini, XL Axiata mengoperasikan sebanyak 8 BTS USO di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni 2 BTS di Lombok serta 6 BTS di Sumbawa.  Untuk BTS USO di Sumbawa terdapat di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Sedangkan yang sudah memanfaatkan jaringan XL tersebut, hingga saat ini tercatat lebih dari 3.000 pelanggan baru. Saat ini di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat, XL Axiata memiliki lebih dari 4.900 BTS termasuk lebih dari 3.000 BTS data (3G/4G)

XL Axiata terus melakukan perluasan dan peningkatan kapasitas jaringan di berbagai wilayah di Indonesia.  Saat ini jaringan XL Axiata telah diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah tersedia di 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (Icha)

Sadisnya “Penyiksaan” Redmi Note 8 Pro oleh Atlet Angkat Besi

0

Telko.id, Jakarta – Redmi Note 8 Pro tengah dipersiapkan sebagai suksesor dari Redmi Note 7. Seperti seri sebelumnya, Redmi juga melakukan berbagai tes ekstrem untuk mengui daya tahan dan build quality dari smartphone andalannya.

Seperti diketahui, sebelum Redmi Note 7 diperkenalkan, smartphone tersebut mendapatkan serangkaian “penyiksaan”. Seperti, digunakan untuk menghancurkan semangka, dihajar durian, dan lainnya.

Nah, di Redmi Note 8 Pro, sub-brand Xiaomi ini melakukan “penyiksaan” yang jauh lebih sadis untuk menunjukkan kekuatan dari body smartphone berkamera 64MP ini.

{Baca juga: Diluncurkan 29 Agustus, Ini Spesifikasi Redmi Note 8 dan Note 8 Pro}

Dalam video promosi Note 8 Pro terbaru, ditampilkan seorang atlet angkat besi yang mengangkat beban 90 kg.

Sebelum mengangkat beban super berat tersebut, ia menginjak dua unit Note 8 Pro sebagai alasnya. Waduh, bisa bertahan gak?

Ternyata, dua smartphone ini bisa bertahan dengan sangat baik ketika menjadi alas dari atlet angkat besi dan beban yang diangkatnya. Smartphone tersebut masih bisa berfungsi tanpa adanya kerusakan yang berarti.

Redmi Note 8 dan Note 8 Pro dipastikan akan melenggang secara resmi pada 29 Agustus mendatang. Untuk spesifikasinya, Note 8 bakal ditenagai oleh Snapdragon 665. Sementara Note 8 Pro, ditopang oleh prosesor gaming buatan MediaTek, yaitu Helio G90T dan baterai berkapasitas 4,500 mAh.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Seperti bocoran yang beredar sebelumnya, kedua smartphone ini bakal disematkan empat kamera belakang, dengan konfigurasi lensa utama yang berbeda.

Note 8 “standar” punya lensa utama 48MP, sementara Note 8 Pro akan memiliki lensa utama 64MP dengan sensor Samsung ISOCELL Bright GW2. (FHP)