Telko.id, Jakarta – Jarang memang, tapi pasti ada beberapa orang di antara kalian yang mengambil foto teks saja menggunakan smartphone karena “malas” menulis atau menyalinnya. Nah, Google memberikan kemudahan bagi Anda yang suka foto teks, dengan menyisipkan fitur baru di Google Photos.
Google mengumumkan bahwa Google Photos akan mendapatkan fitur Lens baru yang sangat memungkinkan pengguna untuk mencari teks di dalam foto.
Jika mengambil foto dokumen yang dicetak atau halaman dari sebuah buku, pengguna benar-benar bisa mencari teks yang dibutuhkan. Bahkan, mereka bisa copas alias copy dan paste tulisan tersebut.
{Baca juga: Awas! Album di Google Photos Bisa “Diintip” Pengguna Lain}
eperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Senin (26/08/2019), fitur tersebut bergantung kepada teknologi pengenalan karakter optik, yang sebenarnya bukan sesuatu hal baru. Fitur itu telah diluncurkan untuk perangkat Android.
Tampaknya, fitur ini belum hadir di perangkat bersistem operasi iOS. Namun, Google biasanya akan menghadirkan fitur di aplikasi buatannya untuk platform Android dan iOS.
Beberapa waktu lalu, peneliti menemukan fakta bahwa fitur album pribadi di Google Photos ternyata tidak aman karena bisa dilihat oleh pengguna lain.
{Baca juga: Cara Hapus Informasi di Google kalau Pengguna Meninggal}
Seorang peneliti bernama Robert Wiblin mengingatkan kepada pengguna bahwa tautan pribadi Google Photos yang dibagikan sebenarnya tidak terlalu pribadi.
Dalam tulisannya di Medium, Wiblin menjelaskan bahwa ketika pengguna lain yang tidak diizinkan dapat mengakses, dikhawatirkan akan menyalahgunakan foto-foto Anda. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – Sepasang foto yang bocor dan beredar di Weibo diduga memperlihatkan panel depan, kamera, dan modul pemindai sidik jari di bawah layar dari Huawei Mate 30.
Gambar-gambar yang bikin heboh di Weibo tersebut mengungkapkan bahwa Huawei Mate 30 akan memiliki notch yang lebih kecil daripada yang ditemukan di Huawei Mate 30 Pro.
Menurut phoneArena, dikutip Telko.id, Senin (26/08/2019), panel depan memiliki dua potongan ukuran yang berbeda dibanding kamera tunggal yang digunakan pada 2018 di Mate 20.
Perubahan desain itu mungkin mengindikasikan peningkatan kamera selfie untuk smartphone model yang akan datang. Demikian pula dengan peningkatan sistem pengenalan wajah di dalamnya.
Jika foto yang bocor benar, Mate 30 akan menampilkan layar datar ketimbang layar air terjun atau waterfall di Mate 30 Pro. Ujung-ujung melengkung di kedua sisi layar jatuh bersudut 88 derajat.
Melihat langsung ke layar, pengguna tidak akan melihat apapun di bezel samping. Bezel di Mate 30 tampak tipis di bagian samping dengan dagu kecil dan notch sedikit lebih tebal.
Sementara layar Mate 30 Pro dilaporkan akan mendukung refresh-rate 90Hz, tidak demikian dengan Mate 30. Mate 30 kemungkinan besar akan tetap memiliki refresh-rate standar 60Hz.
Mate 30 akan ditenagai oleh Kirin 990 SoC baru. Kirin 990 didukung dengan modem 5G yang terintegrasi. Mate 30 berlayar 6,5 inci beresolusi Full HD+ dan memori penyimpanan sebesar 128GB.
Huawei tidak memiliki rencana untuk menggunakan HarmonyOS di Mate 30. Dengan kata lain, Huawei masih menggunakan Android di smartphone yang akan rilis 19 September 2019 itu. (SN/FHP)
Telko.id, Jakarta – vivo kian menambah panjang daftar toko offline-nya, setelah baru-baru ini meresmikan 10 vivo store yang berlokasi di Plasa Simpang Lima Semarang. Dengan diresmikannya 10 vivo Store by Erafone tersebut, total ada 15 outlet vivo Store yang dikelola oleh Erafone di berbagai kota.
Di vivo Store by Erafone, konsumen tidak hanya bisa melihat jajaran produk vivo secara lengkap, beserta aksesorisnya, tetapi juga mendapatkan pengalaman penuh lantaran tersedia live demo unit dari berbagai produk unggulan vivo.
Diungkapkan Edy Kusuma, Senior Brand Director vivo Indonesia, kehadiran vivo Store di Plasa Simpang Lima Semarang menjadi benchmark tersendiri bagi vivo sebagai salah satu offline store terbesar vivo di Indonesia saat ini.
{Baca juga: Vivo Tolak Berikan Layanan Purna Jual untuk Ponsel BM}
“kami berharap peresmian vivo store di Semarang ini dapat semakin memberi kemudahan bagi konsumen sebagai destinasi baru untuk mendapatkan rangkaian produk unggulan dan terbaru dari vivo,” katanya dalam keterangan resmi.
vivo Store by Erafone mengusung konsep one-stop shopping dengan penawaran beragam seperti produk aksesoris secara lengkap, produk Internet of Things (IoT), produk operator, value added services seperti Ponsel Proteksi yang dilengkapi dengan penawaran program cicilan 0% ataupun cicilan mudah tanpa kartu kredit.
{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Vivo Terbaru}
Selain jajaran produk vivo yang lengkap dan beragam penawaran menarik, sebagai member dari Erajaya Retail Group, vivo Store by Erafone turut serta dalam setiap program promo yang diberikan oleh Erajaya Retail Group, seperti membership Eraclub dengan berbagai keuntungan untuk konsumen dan Eraversary, program tahunan dalam rangka ulang tahun Erajaya Retail Group dengan grand prize BMW 320i dan ribuan hadiah lainnya di ribuan toko Erajaya Group.
Selama masa Grand Opening yang berlangsung sejak 22 Agustus hingga hari ini (25 Agustus) 2019, vivo Store by Erafone Plasa Simpang Lima Semarang memberikan berbagai promosi istimewa, di antaranya lelang smartphone mulai 100.000 rupiah, flash sale gadget dan aksesoris mulai 19.900 rupiah, diskon 100% untuk produk aksesoris dan cicilan 0% hingga 12 bulan
Telko.id, Jakarta – Sebuah aplikasi baru diperkenalkan Samsung, menyusul kehadiran dua smartphone anyarnya, Samsung Galaxy Note10dan Note10 +. Dipanggil 3D Scanner, aplikasi ini menggunakan kamera 3D model ToF di bagian belakang untuk memungkinkan pengguna memindai dan membuat model 3D objek dunia nyata.
Dilaporkan GSMArena, Minggu (25/8/2019), aplikasi 3D Scanner ini kini siap untuk diperebutkan di Samsung Galaxy Store, dan pengguna bisa mendapatkannya sendiri dengan mengklik tautan ini di ponsel (atau hanya mencari namanya di toko).
Setelah aplikasi terinstal, pengguna dapat mengaksesnya langsung seperti aplikasi lain, atau melalui Bixby Vision jika mau – buka aplikasi kamera, ketuk Bixby Vision, lalu beralih ke panel aplikasi dan itu akan terlihat.
Cara mengoperasikannya pun terbilang mudah. Pengguna cukup memindai dari semua arah, dan memastikan bahwa tidak ada benda lain di sekitar objek tersebut saat melakukannya. Jika tidak, itu juga akan berakhir sebagai bagian dari pemindaian.
Samsung merekomendasikan pengguna untuk menggunakan aplikasi ini dengan objek berukuran antara 20 hingga 80 cmc. Setelah memiliki model 3D, pengguna dapat membuat GIF darinya untuk dibagikan secara langsung kepada orang lain, atau menambahkan model ke foto dan video yang diambil dengan kamera ponsel.
Mengingat aplikasi 3D Scanner ini berkaitan erat dengan kamera ToF, smartphone Samsung lainnya seperti Galaxy S10 5G dan Galaxy A80 juga kemungkinan mendukung aplikasi ini.
Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung Galaxy Note 10+ resmi meluncur di Indonesia pada pekan lalu. Phablet premium ini disebut Samsung sebagai “powerphone” karena mengandalkan berbagai fitur dan spesifikasi kelas atas untuk mendukung segala aktivitas pengguna, khususnya produktivitas.
Galaxy Note 10 memiliki banyak fitur baru dibanding pendahulunya, khususnya di S Pen dan kemampuan Samsung Dex yang ditingkatkan.
Samsung Galaxy Note 10 ditopang prosesor Exynos 9825, RAM 8GB, storage 256GB, dan baterai berkapasitas 3,500 mAh dengan fast charging 25W. Sedangkan Note 10+, punya RAM 12GB, dua pilihan storage 256GB serta 512GB yang bisa ditambah pakai microSD sampai 1TB, serta baterai 4,300 mAh dengan Super Fast Charging 45W.
Note 10 punya tiga kamera utama. Konfigurasinya 12MP lensa utama dengan dual aperture f/1.5 dan f/2.4, 16MP lensa ultra-wide 123°, dan 12MP lensa telephoto. Untuk Note10+, Samsung menambahkan satu lensa tambahan berupa 3D Time of Flight (ToF). Sementara kamera depan, beresolusi 10MP.
Telko.id, Jakarta – Mencoba memasuki pasar baru, katakankah dari smartphone ke televisi, sepertinya telah menjadi hal yang lazin bagi sejumlah perusahaan teknologi di luar sana. Setelah sebelumnya Xioami melakukan hal ini, kini giliran perusahaan asal China lainnya, OnePlus. Pembuat smartphone bernama sama ini dikabarkan akan memperkenalkan TV pertamanya dalam waktu dekat.
Menurut laporan GSMArena, Minggu (25/8/2019), TV OnePlus telah dikonfirmasi akan membawa layar QLED 55 inci, dan akan datang bulan depan.
Dalam beberapa tangkapan layar dari apa yang tampak sebagai daftar Google Play Developer Console, terungkap bahwa OnePlus TV, dengan nama kode “Dosa” (hidangan India Selatan), akan ditenagai oleh MediaTek MT5670 SoC dan memiliki GPU Mali-G51.
TV OnePlus akan memiliki RAM 3GB dan akan menjalankan Android Pie. Resolusi terdaftar sebagai 1080p, tapi itu kemungkinan untuk menu, dengan TV beralih ke 4K bila diperlukan.
Dalam sebuah wawancara dengan Gadgets360, CEO OnePlus Pete Lau mengungkapkan bahwa TV besutannya akan menjalankan “UI yang ditingkatkan” di atas TV Android dan bahwa itu akan memberikan pengalaman yang ditingkatkan kepada pengguna smartphone OnePlus, seperti menawarkan cara “mulus” untuk memasukkan teks pada TV menggunakan ponsel OnePlus.
Lebih lanjut Lau mengatakan bahwa TV ini tidak akan dijual di harga terjangkau seperti halnya jajaran TV milik Xiaomi. Namun, penawaran OnePlus ini akan sedikit lebih murah dibanding Samsung dan Sony karena kemitraan strategisnya dengan Amazon.
India disebut-sebut akan menjadi negara pertama yang bakal kedatangan produk ini, dengan beberapa pasar lainnya dalam rencana. Nah, sementara ponselnya saja hengkang dari tanah air, apa mungkin Indonesia berada dalam daftar untuk TV? Kita lihat saja.
Telko.id, Jakarta – Setelah sejumlah bocoran mengenai keberadaan Reno 2 muncul ke permukaan, Oppo tak bisa menampik lagi bahwa dirinya tengah mempersiapkan perangkat andalan baru. Konon katanya, seri Reno 2 siap melenggang pada 28 Agustus ini, dengan tiga model termasuk Reno 2, Reno 2Z, dan Reno 2F. Spesifikasi dari Reno 2 dan 2Z sudah bocor, dan sekarang waktunya untuk mengenal Reno 2F.
Menurut laporan terakhir, sebagaimana dilansir dari GSMArena, Minggu (25/8/2019), Reno 2F akan ditenagai oleh Helio P70 SoC yang akan dipasangkan dengan RAM 8GB. Smartphone ini akan memiliki ruang penyimpanan 128GB onboard dan akan menampilkan layar FHD+ AMOLED sebesar 6,53 inci. Bersamanya, Oppo tak lupa juga membenamkan pembaca sidik jari.
Di sektor kamera, Reno 2F akan datang dengan modul empat kamera yang akan memiliki Samsung ISOCELL Bright GM1 48MP sebagai sensor utama, ditambah dengan sensor ultra-wide-angle 8MP dan dua sensor 2MP dengan filter desain.
Oppo Reno 2F akan memiliki 10x pembesaran digital seperti 2Z, tetapi tidak seperti dua smartphone lainnya dalam seri yang memiliki Ultra Dark Mode, ia akan datang dengan Ultra Night Mode 2.0.
Selain itu, tidak seperti Reno 2 yang akan memiliki kamera selfie gaya sirip hiu, 2F akan menampilkan peningkatan modul pop-up dari pusat bingkai seperti 2Z.
Sebelumnya, beberapa bocoran mengenai rupa Oppo Reno 2 telah beredar di dunia maya. Disebutkan, smartphone ini akan mengusung empat kamera utama dengan kemampuan 20x Zoom.
Kehadirannya sendiri dikonfirmasi langsung oleh akun Twitter Oppo India lewat foto teaser. Mereka menyatakan, Oppo Reno 2 akan melenggang secara resmi pada 28 Agustus mendatang.
“Memperkenalkan #OppoReno2 #Quadcam dengan #20xZoom. Hadir pertama di India pada 29.08/2019,” katanya.
#OPPOReno2#Quadcam with #20xZoom. See More, and get closer to the action. Coming first to India on 28.08.2019
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai perbedaan ketiga smartphone terbaru Oppo, berikut beberapa bocoran terkait kamera, spesifikasi dan desain dari Reno 2, 2Z, dan 2F.
Telko.id, Jakarta – Smartphone-smartphone seperti Oppo K3, Oppo F11, atau lainnya – baik yang lebih tinggi ataupun sekelas di bawahnya, telah menjadi hal yang ‘jamak’di era digital seperti sekarang ini. Seperti yang kita tahu, semua orang kini memilikinya. Tidak peduli apakah itu smartphone mahal ataupun murah, canggih ataupun biasa-biasa saja, dan sebagainya. Yang pasti, punya, atau setidaknya pernah berinteraksi dengannya.
Sementara tidak semua orang tahu akan “kehebatan” smartphone dengan sebenar-benarnya, beberapa diantara mereka memberdayakan ini tidak hanya sebagai alat untuk menerima atau membuat panggilan, tetapi juga melakukan banyak hal. Nonton film misalnya, atau, mendengarkan musik dan mengambil foto.
Apapun itu, apakah itu menonton video, mendengarkan musik, atau mengambil foto, multimedia tak dimungkiri menjadi inti dari semua pengalaman yang kita dapat saat berinteraksi dengan smartphone. Tak berlebihan, banyak perangkat saat inipun dibuat dengan mengedepankan kemampuan itu. Dimulai dari layar, suara, kinerja, dan lainnya.
Satu perangkat yang baru-baru ini diperkenalkan Oppo, yakni Oppo K3, mungkin hanyalah satu diantara sekian banyak smartphone yang menawarkan keandalan multimedia bagi penggunanya. Tentu saja ini bukan yang terbaik di seluruh jagat raya, tapi tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi yang terbaik di kelasnya, dan beberapa fitur ini adalah alasannya.
1. Layar Panoramic OLED
Sebagai ponsel yang mengandalkan multimedia, layar sudah barang tentu menjadi salah satu sektor yang wajib didandani dengan sebaik-baiknya. Dan Oppo melakukan itu, ketika menghadirkan OLED Panoramic Full Screen 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080 di badan Oppo K3. Tampilan layar penuh sendiri menjadi mungkin berkat kamera selfie pop-up yang diusungnya, dengan rasio screen-to-body 91,1%.
Apa hebatnya layar ini? Pastinya memberikan pengalaman visual yang baik. Sehingga terasa pas saat digunakan untuk menikmati konten multimedia. Atas nama kekinian, Oppo juga tidak lupa membekali K3 dengan sensor sidik jari bawah layar.
2. Dolby ATMOS
Menikmati konten multimedia tentu tidak akan lengkap tanpa pengalaman suara yang mengesankan. Dan Oppo tampaknya paham betul akan hal itu. Mungkin karena itu juga, pabrikan asal Tiongkok ini memutuskan untuk membenamkan speaker yang didukung teknologi Dolby Atmos. Dolby Atmos sendiri merupakan teknologi virtual reality suara yang memaksimalkan penggunaan audio dalam penceritaan sebuah film. Jika sebelumnya ini hanya bisa kita nikmati di bioskop atau teater, kini para insinyur di Oppo membawanya ke Oppo K3. Dan hasilnya, suara yang bagus, dengan pengalaman menyerupai nonton di bioskop.
3. Kamera 16MP + 2MP berkemampuan AI
Menikmati konten multimedia tidak menjadi satu-satunya alasan bagi kita untuk memiliki sebuah smartphone. Alasan lainnya, sudah pasti menyalurkan bakat terpendam dalam menghasilkan sebuah karya. Membidik sebuah obyek, misalnya.
Oppo K3, dalam hal ini membekali diri dengan kamera utama 16 megapiksel (f / 1.7) dengan sensor kedalaman 2 megapiksel. Keduanya berkemampuan AI. Antarmuka aplikasi sama dengan yang yang bisa kita temui di ponsel Oppo lainnya. Sama seperti beberapa saudaranya, kamera Oppo K3 juga mendukung mode nightscape untuk pemotretan cahaya rendah. Pun demikian dengan apa yang disebut modul rising-camera.
Modul kamera pop-up ini secara default tersembunyi di dalam body perangkat. Kamera akan muncul dalam waktu 0,8 detik ketika pengguna ingin melakukan selfie atau pemindaian wajah. Kemudian secara otomatis akan tertutup kembali ketika sudah tidak digunakan.
4. Snapdragon 710
Untuk membuat Oppo K3 menjadi smartphone dengan kemampuan multimedia yang mumpuni – tentu saja di kelasnya, kinerja sudah pasti adalah area lainnya yang tak bisa dikesampingkan. Sekali lagi, Oppo paham betul akan hal itu. Alhasil, Snapdragon 710 besutan Qualcomm pun dibenamkan Oppo di kepala K3, dengan arsitektur delapan inti Kryo dengan kecepatan clock hingga 2.2GHz serta GPU Adreno 616.
Spesifikasi ini lantas dikombinasikan dengan RAM 8GB, penyimpanan 128GB, dan ColorOS 6 yang dioptimalkan dengan baik. Ini secara tidak langsung memastikan pengalaman yang mulus ketika Anda berinteraksi dengan Oppo K3.
Oppo K3 resmi hadir di Indonesia pada pekan lalu, dengan harga Rp 3,9 juta. Sayangnya, smartphone yang menyasar anak muda kreatif ini hanya akan dijual secara online. Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, Oppo K3 menjadi perangkat kedua Oppo yang khusus dijual secara daring setelah F11 Special Online Edition. Selain itu, di Asia smartphone ini hanya hadir di 4 negara yakni India, Thailand, Vietnam dan Indonesia.
Telko.id, Jakarta – Nintendo Switch, untuk beberapa alasan, telah berhasil menarik banyak game indie populer ke platform. Jika Anda seorang penggemar game indie, kemungkinan pernah tahu game Ori and the Blind Forest. Nah, game ini kabarnya akan menjadi bagian dari Nintendo dalam waktu dekat.
Ori and the Blind Forest adalah sebuah game yang awalnya dirilis kembali pada tahun 2015 di Xbox One dan Windows. Namun, game ini dikabarkan tidak lagi eksklusif untuk platform Microsoft.
{Baca juga: Bakal Ada Kontroler SNES untuk Nintendo Switch?}
Menurut laporan Ubergizmo, ada konfirmasi bahwa Ori and Blind Forest akan diluncurkan di Nintendo Switch pada bulan depan. Atau lebih spesifik lagi, game itu akan akan diluncurkan di platform ini pada 27 September 2019.
Dijuluki “Edisi Definitif”, Ori and Blind Forest akan termasuk game asli tetapi didasarkan pada rilis ulang pada tahun 2016. Gamer akan dapat melihat ke depan, ke daerah baru, mode kesulitan baru, dan kemampuan baru.
{Baca juga: Modelnya Identik, Ini yang Baru dari Nintendo Switch Teranyar}
Jika Anda penggila game, maka bulan depan adalah saatnya bagi Anda untuk dapat memainkan game yang satu ini di Switch. Saat ini, ada sekuel game yang sedang dikembangkan bernama Ori dan Will of the Wisps. Namun, sekuel itu hanya diumumkan untuk PC dan Xbox One.
Ori and the Blind Forest adalah video game adventure yang dikembangkan oleh Moon Studios dan diterbitkan oleh Microsoft Studios. Game ini dirilis untuk Microsoft Windows dan Xbox One pada 11 Maret 2015. [BA/IF]
Telko.id, Jakarta – Warga di kota Kupang akhirnya bisa menggunakan aplikasi Qlue untuk melaporkan berbagai masalah lingkungan dan sosial. Kehadiran aplikasi pelaporan warga ini diharapkan akan bisa meningkatkan layanan publik Pemerintah kota setempat.
Untuk diketahui, pemerintah kota Kupang memiliki rencana untuk mewujudkan kota Kupang sebagai kota modern dan destinasi wisata. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kupang yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Environment, Smart Mobility, dan Smart People & Living.
Diungkapkan Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, Kupang Smart City merupakan salah satu program pemerintah kota untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program pembangunan, dan transformasi menuju kota cerdas. “Pemerintah Kota Kupang menggandeng Qlue sebagai platform dalam rangka mengoptimalkan pelayanan publik. Selain itu, Pemerintah Kota Kupang akan mendapatkan data yang akurat untuk merumuskan kebijakan, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang,” katanya dalam keterangan resmi.
Lewat aplikasi Qlue ini, masyarakat dapat melaporkan berbagai masalah lingkungan dan sosial, mulai dari sampah, lampu & rambu lalu lintas yang rusak, kemacetan, pelanggaran lalu lintas, parkir liar, tunawisma/pengemis, fasilitas anak, orang hilang, pedagang kaki lima liar, pelanggaran bangunan, iklan liar, permintaan fogging DBD, masalah kesehatan hingga laporan kebakaran.
Semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh tim Quick Response dari tujuh Organisasi Perangkat Daerah, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kebakaran.
Untuk tahap awal, Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan 200 orang tim Quick Response untuk menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat dan akan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Melalui kampanye “Ayo Berubah!”, kami mengajak dan mengedukasi masyarakat Kupang untuk berubah ke arah positif dan memberikan pemahaman bahwa masyarakat bukan lagi menjadi objek, tapi harus menjadi subjek pembangunan,” imbuh Jefri.
{Baca juga: Twitch Studio, Aplikasi Khusus Streamer Game Pemula}
Masih menurut Jefri, pemerintah kota setempat menargetkan pengguna aplikasi Qlue di Kota Kupang mencapai 22 ribu pengguna dengan jumlah laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi mencapai 30 ribu laporan hingga akhir tahun.
Qlue sendiri mendapatkan dukungan dari GSM Association (GSMA) untuk fokus mengembangkan solusi smart city di tiga kota, yaitu Kupang, Makassar, dan Bandung. Qlue menawarkan berbagai solusi teknologi mulai dari Smart City Dashboard, CCTV Integration and Analysis, hingga QlueWork – fitur Qlue yang berguna untuk meningkatkan koordinasi antar instansi yang efektif — untuk mempercepat penerapan smart city kepada kota-kota di Indonesia.
Program GSMA ini didukung oleh Departemen International Britania Raya, dan Pemerintah Australia.
Telko.id, Jakarta – Sebuah fitur baru namun tak 100 persen unik disebut-sebut bakal dibenamkan Appledi smartphone teranyarnya, iPhone 11. Fitur yang dimaksud adalah dukungan Apple Pencil atau pensil Apple.
Dilaporkan MashableAsia, Sabtu (24/8/2019), dugaan ini muncul setelah desain casing perangkat yang diketahui menampilkan slot untuk pensil atau pena, beredar di dunia maya. Casing ini dibuat oleh Olixar.
Untuk diketahui, saat ini Apple Pencil teranyar hanya kompatibel dengan iPad Pro. Tidak menutup kemungkinan Olixar menampilkan desain ini hanya demi menjawab rumor yang beredar. Tapi kalaupun ini benar, artinya Apple sekali lagi tak ingin kehilangan momen untuk bersaing dengan Samsung, dalam hal ini Galaxy Note 10 dan S Pen.
Kami mencoba mengintip keberadaan casing iPhone 11 ini di laman resmi Olixar. Hasilnya, sebuah casing untuk iPhone 11 Pro dengan Apple Pencil Holder ada disana,.
Casing ini dibuat dari kulit asli premium, dan diklaim mampu memberi perlindungan terbaik bagi perangkat. Selain itu, ini juga dibuat dengan tetap mengedepankan gaya.
Apple iPhone 11 sendiri dikabarkan akan dirilis pada bulan September, yang selalu menjadi bulan favorit bagi Apple untuk memperkenalkan inovasi terbarunya.
Meski belum ada konfirmasi langsung dari Apple soal tanggal peluncuran iPhone terbarunya, sejumlah spekulasi bermunculan. Salah satunya adalah yang mengatakan bahwa iPhone baru ini akan dirilis pada minggu kedua bulan September, bersama produk Apple lainnya seperti Apple Watch Series 5.
Berdasarkan referensi 9to5Mac, Apple selalu mengadakan acara di Selasa atau Rabu. So, kita tunggu saja, minggu kedua di bulan September, antara Selasa atau Rabu.