Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berhasil menerapkan standar baru dalam penyelenggaraan acara hiburan ramah lingkungan melalui Ultraverse Festival.
Dalam gelaran yang berlangsung serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar tersebut, perusahaan sukses mengalihkan 1.754 kilogram sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Langkah ini sekaligus menjadi momentum peluncuran XL Ultra 5G+ yang menegaskan posisi perusahaan pasca penggabungan usaha.
Pencapaian dalam pengelolaan limbah ini memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, inisiatif tersebut berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e.
Angka pengurangan emisi ini setara dengan dampak lingkungan dari 700.000 kali pengisian daya ponsel pintar atau emisi perjalanan kendaraan berbahan bakar bensin sejauh 33.000 hingga 40.000 kilometer.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyatakan bahwa penerapan prinsip Zero Waste to Landfill dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab merupakan bagian integral dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.
Strategi keberlanjutan ini diposisikan sebagai fondasi operasional, bukan sekadar program tambahan, guna memastikan setiap kegiatan besar dirancang dengan prinsip yang terukur.
Penerapan manajemen limbah yang ketat ini melibatkan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra lingkungan. Salah satu mitra utama dalam inisiatif ini adalah Waste4Change, yang sebelumnya juga telah bekerja sama dengan berbagai entitas industri untuk kelola sampah secara profesional.
Kepercayaan pelanggan dan mitra dinilai semakin menguat berkat konsistensi XLSMART dalam menghadirkan konektivitas yang bertanggung jawab.
Strategi Pengelolaan Sampah di Tiga Kota
Penyelenggaraan Ultraverse Festival yang dihadiri sekitar 25.000 penonton ini menerapkan pendekatan berbeda di setiap kotanya, menyesuaikan dengan kondisi dan mitra lokal. Di Jakarta, konsep yang diusung adalah Zero Waste to Landfill bersama Waste4Change.
Fokus utamanya adalah memastikan hampir seluruh timbulan sampah tidak berakhir di TPA melalui strategi pengurangan dari sumber, pemilahan, daur ulang, hingga konversi residu menjadi energi.

Sementara itu, pelaksanaan di Surabaya menerapkan pendekatan Reduce Waste to Landfill. Fokus di kota ini dimulai sejak tahap perencanaan acara, optimalisasi pemilahan, hingga peningkatan praktik guna ulang untuk mendukung ekonomi sirkular.
Upaya ini sejalan dengan tren industri saat ini, di mana berbagai acara besar mulai menggalakkan aksi tukar sampah menjadi sesuatu yang bernilai.
Khusus untuk wilayah Denpasar, Bali, perhatian utama tertuju pada Food Waste Management. XLSMART memonitor pengelolaan limbah makanan yang dilakukan oleh ATLAS sebagai lokasi acara.
Bekerja sama dengan Z Bio, limbah makanan terpilah diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik yang kemudian disalurkan kepada petani lokal. Model ini tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga mendorong praktik pertanian regeneratif di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan
Merza Fachys menambahkan bahwa inisiatif ini bukan kali pertama dilakukan oleh perusahaan. Sebelumnya, saat perhelatan AXIS Nation Cup 2025, perusahaan berhasil mengumpulkan 4.200 kilogram sampah melalui skema serupa.
Konsistensi ini penting mengingat konser musik berskala besar dengan durasi setengah hari memiliki potensi menghasilkan hingga 12.500 kilogram sampah, berdasarkan estimasi rata-rata timbulan per orang.
Pandu Priyambodo, Manager Marketing Communication & Partnership Waste4Change, mengapresiasi langkah XLSMART sebagai penyedia layanan telekomunikasi pertama yang menggelar konser serentak di tiga kota dengan manajemen sampah bertanggung jawab.
Menurutnya, kontribusi pengurangan lebih dari 6,6 ton emisi CO₂ setara dengan menumbuhkan lebih dari 300 pohon selama satu tahun.
Senada dengan hal tersebut, Co-founder Z Bio, Fredric Tanuwijoyo, menyoroti pentingnya kemitraan dengan ATLAS di Bali. Pengolahan limbah makanan menjadi sumber daya baru bagi peternak dan petani membuktikan bahwa ekonomi sirkular dapat berjalan beriringan dengan industri hiburan.
Inisiatif semacam ini mirip dengan gerakan korporasi lain yang mulai meluncurkan program pilah sampah di lingkungan operasional mereka.
Sebagai entitas baru hasil penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom, XLSMART menaungi lebih dari 73 juta pelanggan.
Dengan mengusung semangat “innovation with heart”, perusahaan berkomitmen menjadikan prinsip ESG sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis jangka panjang, demi menciptakan nilai tambah bagi Indonesia dan memimpin era digital yang inklusif. (Icha)


