Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi memperkuat ekosistem keamanan digitalnya melalui penerapan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah dan eSIM.
Inisiatif yang diumumkan pada 4 Maret 2026 ini mengajak pelanggan untuk beralih ke mekanisme registrasi menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dilengkapi fitur liveness detection.
Langkah strategis ini diambil untuk menghadirkan pengalaman registrasi yang lebih cepat sekaligus menutup celah penyalahgunaan data identitas.
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa validasi data pelanggan kini terhubung langsung dengan basis data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Integrasi ini memastikan setiap identitas yang didaftarkan adalah valid dan terlindungi dari potensi fraud oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Implementasi verifikasi biometrik ini adalah komitmen nyata XLSMART dalam meningkatkan standar keamanan data pelanggan. XLSMART mengutamakan rasa aman dan nyaman pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui teknologi face recognition ini,” ujar Merza.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia layanan yang paling dicintai pelanggan.
Penerapan teknologi ini juga merespons regulasi industri yang semakin ketat. Sebelumnya, pemerintah melalui Komdigi Perkuat aturan terkait validasi identitas pengguna layanan seluler.
XLSMART telah melakukan uji coba atau pilot project sejak September 2025 di berbagai kanal layanan, memastikan sistem yang berjalan saat ini sudah teruji keandalannya.
Manfaat Keamanan dan Efisiensi Layanan
Teknologi biometrik wajah yang diadopsi XLSMART menawarkan dampak signifikan terhadap keamanan siber. Berdasarkan studi GSMA, metode ini mampu menekan kemungkinan identitas ganda hingga lebih dari 80 persen.
Selain itu, efisiensi dalam pengelolaan penipuan (fraud management) meningkat antara 20 hingga 30 persen.
Sistem pengenalan wajah modern yang digunakan memiliki tingkat akurasi 95–99 persen menurut standar NIST (National Institute of Standards and Technology).
Fitur liveness detection yang disematkan berfungsi vital untuk mendeteksi upaya pemalsuan atau spoofing, sehingga foto statis atau rekaman video tidak dapat digunakan untuk memanipulasi sistem.
Baca Juga:
Dari sisi kenyamanan, proses Know Your Customer (KYC) yang sebelumnya memakan waktu 5–7 menit kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit secara otomatis. XLSMART juga menerapkan prinsip security by design dan minimisasi data.
Data biometrik pelanggan tidak disimpan oleh perusahaan, melainkan diteruskan secara aman ke Dukcapil untuk validasi. Sistem ini telah memenuhi standar ISO 27001, ISO 27701, serta lulus uji Presentation Attack Detection (ISO 30107-3) dengan tingkat kecocokan (match rate) ke Dukcapil di atas 95 persen.
Selain fokus pada keamanan registrasi fisik, adopsi eSIM di jaringan XLSMART menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, jumlah pengguna eSIM telah mencapai lebih dari 1,6 juta pelanggan.
Integrasi sistem Aturan Registrasi biometrik ke dalam ekosistem eSIM diharapkan dapat meminimalkan hambatan teknis saat aktivasi, memberikan jaminan keamanan setara antara pengguna kartu fisik maupun digital.
Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, layanan registrasi biometrik tersedia di 143 titik layanan fisik, mencakup 94 XL Center dan 51 Galeri Smartfren.
Fokus penyebaran berada di wilayah dengan densitas tinggi seperti Jabodetabek, Jawa Timur, dan Sumatera. Pelanggan juga dapat melakukan registrasi mandiri melalui kanal digital resmi perusahaan.
Panduan Registrasi Biometrik Wajah
Bagi pelanggan yang ingin melakukan aktivasi kartu dengan standar keamanan terbaru ini, XLSMART menyediakan beberapa metode mudah. Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah untuk Tekan Penipuan online.
Registrasi via Website XL dan AXIS:
- Kunjungi situs resmi registrasi di https://registrasi.xl.co.id/ atau https://registrasi.axis.co.id/.
- Pilih metode registrasi menggunakan OTP atau PUK.
- Masukkan nomor kartu perdana dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Lakukan pengambilan swafoto (selfie). Pastikan wajah berada di dalam lingkaran, pencahayaan cukup, latar belakang polos, dan tanpa aksesoris penutup wajah (masker/kacamata hitam).
- Sistem akan memvalidasi data ke Dukcapil. Jika sesuai, kartu siap digunakan.
Registrasi via Aplikasi myXL atau AXISNET:
- Buka aplikasi dan masukkan nomor kartu perdana.
- Pilih menu “Registrasi dengan Biometrik” lalu pilih metode OTP atau PUK.
- Masukkan NIK dan lakukan swafoto sesuai panduan layar.
- Tunggu proses validasi otomatis hingga muncul notifikasi berhasil.
Registrasi via Website Smartfren dan Aplikasi MySF:
- Akses http://smartfren.com/Activation/ dan masukkan nomor kartu perdana.
- Input kode OTP yang diterima, lalu masukkan kode PUK dan NIK.
- Lakukan swafoto dengan memilih opsi “start video check”. Ikuti petunjuk visual untuk memastikan wajah terdeteksi dengan baik.
- Klik “Gunakan Foto”. Jika data valid, notifikasi “Aktivasi Berhasil” akan muncul.
Penerapan teknologi ini menjadi bukti kesiapan operator seluler dalam menyongsong era digital yang lebih aman. Dengan Operator Siap berinovasi, ekosistem telekomunikasi Indonesia diharapkan semakin tangguh menghadapi tantangan kejahatan siber di masa depan. (Icha)


