Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berhasil mengawal lonjakan kebutuhan layanan data pelanggan selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan hasil monitoring jaringan dari 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, rata-rata trafik layanan data XLSMART mengalami kenaikan sebesar 12% dibandingkan hari normal. Lonjakan tertinggi terjadi pada malam tahun baru di Alun-Alun Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, yang mencapai 267%.
Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menyatakan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan.
“Kami bersyukur jaringan dan layanan XLSMART tetap prima melayani kebutuhan masyarakat dan pelanggan dalam berkomunikasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 ini,” ujarnya.
Persiapan jaringan yang matang jauh-jauh hari menjadi kunci utama. Persiapan antisipatif ini mencakup peningkatan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat, pengerahan mobile BTS (MBTS) di titik strategis, penyiapan genset, serta kesiapan rekayasa pengalihan jaringan.
Layanan streaming kembali mendominasi lonjakan trafik selama Nataru. Namun, data menunjukkan pergeseran pola konsumsi yang menarik.
Layanan percakapan (voice) justru mengalami penurunan sekitar 10%, sementara layanan SMS naik sekitar 12%. Hal ini mengindikasikan masyarakat lebih banyak berkomunikasi via pesan teks dan data selama liburan.
Aktivitas digital pelanggan di area permukiman, termasuk Jabodetabek dan kota besar lainnya, tetap tinggi dengan peningkatan trafik sekitar 51%. Secara nasional, kenaikan trafik tertinggi tercatat di kabupaten dan kota tujuan wisata serta wilayah mobilitas tinggi, dengan peningkatan lebih dari 12%.
Lonjakan Trafik di Destinasi Wisata dan Daerah Tertentu
Data XLSMART mengungkap peta digital liburan masyarakat Indonesia. Berdasarkan provinsi, kenaikan trafik tertinggi terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, dengan rata-rata kenaikan sekitar 61%. Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyusul dengan peningkatan hingga 59%, dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, naik sekitar 40%.
Di Pulau Jawa, trafik data di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY meningkat rata-rata sekitar 13%. Tiga kota/kabupaten dengan kenaikan tertinggi di wilayah tersebut adalah Kota Semarang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bantul.
Sementara itu, trafik data di Provinsi Jawa Timur meningkat rata-rata 7%, dipimpin oleh Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Surabaya. Untuk Bali dan Nusa Tenggara, kenaikan rata-rata sekitar 8%, dan Sulawesi naik sekitar 11%.
Lonjakan paling dramatis terjadi di destinasi wisata populer. Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, mencatat kenaikan trafik data hingga lebih dari 1000% dibandingkan hari normal.
Sementara itu, kawasan Pantai Pangandaran di Jawa Barat mengalami lonjakan trafik lebih dari 200%. Data ini menunjukkan betapa masyarakat sangat bergantung pada konektivitas digital saat berwisata.
Baca Juga:
Game dan Streaming Jadi Pengisi Waktu Liburan
Analisis trafik layanan data selama Nataru mengungkap dominasi aktivitas game. Secara keseluruhan, trafik didominasi oleh layanan game, disusul oleh file access dan streaming.
Trafik layanan game mengalami peningkatan luar biasa, melonjak hingga 88% dibandingkan hari normal. Trafik streaming juga meningkat sekitar 10%.
Rincian platform menunjukkan tren yang detail. Pada game, trafik Mobile Legends meningkat lebih dari 180%, Freefire naik sekitar 164%, dan PUBG meningkat sekitar 28%.
Untuk layanan streaming film, Vidio mengalami kenaikan trafik lebih dari 288%, Netflix naik sekitar 62%, dan Viu meningkat hampir 45%. Layanan streaming musik Spotify juga mencatat kenaikan trafik sekitar 20%.
Media sosial dan aplikasi percakapan juga ramai digunakan. Trafik Instagram meningkat sekitar 17%, platform X (sebelumnya Twitter) naik 10%, dan Facebook naik 7%. Pada layanan berbagi video, YouTube meningkat 11% dan TikTok melonjak 10%. Layanan pesan instan WhatsApp mencatat kenaikan trafik sekitar 19%.
Trafik ke layanan peta seperti Waze dan Google Maps juga meningkat, masing-masing sekitar 40% dan 14%, seiring dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Layanan XLSATU, yang menawarkan hiburan rumahan, juga mengalami peningkatan trafik sekitar 13%, mengindikasikan banyak masyarakat yang memilih menikmati liburan di rumah.
Kesiapan jaringan XLSMART menghadapi lonjakan ini tidak lepas dari berbagai upaya penguatan infrastruktur yang telah dilakukan, seperti yang terlihat dalam uji coba teknologi AAU Massive MIMO FDD All-RAT bersama ZTE dan ekspansi BTS pascamerger di berbagai wilayah.
Roaming Meningkat dan Ketangguhan Jaringan di Tengah Bencana
Jumlah pelanggan XLSMART yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan memanfaatkan layanan roaming selama Nataru mencapai lebih dari 450 ribu pelanggan.
Angka ini meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Negara tujuan terbanyak masih didominasi oleh Malaysia, Hong Kong, Singapura, Australia, serta sejumlah negara di Asia Tenggara.
Sementara itu, di dalam negeri, XLSMART diuji dengan kondisi cuaca ekstrem. Selama periode libur, sejumlah wilayah di Sumatra mengalami banjir akibat curah hujan tinggi. Menghadapi hal tersebut, XLSMART mengaktifkan prosedur kesiapsiagaan bencana dan melakukan pemantauan intensif.
Secara umum, lebih dari 95% jaringan XLSMART di wilayah Sumatra tetap beroperasi selama Nataru. Di lokasi terdampak banjir, perusahaan melakukan pengamanan perangkat, pengalihan trafik ke BTS terdekat, serta pengerahan genset dan sumber daya cadangan.
Proses pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap, dengan sebagian besar site berhasil dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kondisi memungkinkan.
Ketangguhan jaringan ini didukung oleh infrastruktur yang terus diperkuat. Saat ini, XLSMART melayani 79,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia, didukung oleh 209 ribu BTS (mayoritas 4G dan sejumlah 5G), serta jaringan tulang punggung fiber optik ratusan ribu kilometer.
Pertumbuhan trafik yang konsisten ini sejalan dengan catatan pertumbuhan double digit yang dilaporkan XLSMART di kuartal III 2025 pascamerger.
XLSMART terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, serta peningkatan kapasitas dan kualitas layanan.
Komitmen ini juga tercermin dari upaya penambahan ratusan BTS di wilayah seperti Bengkulu untuk menjawab pertumbuhan trafik data yang terus meningkat dan memastikan konektivitas yang andal bagi seluruh pelanggannya di masa depan. (Icha)


