Telko.id – Menjelang bulan suci, data terbaru menunjukkan bahwa trafik digital Ramadan mengalami lonjakan signifikan justru pada waktu dini hari.
Telkomsel Enterprise melalui laporan terbarunya mengungkapkan adanya kenaikan aktivitas digital hingga 87 persen pada momen sahur, menjadikannya waktu emas atau micro-moment paling potensial bagi brand untuk menjangkau konsumen secara efektif.
Temuan strategis ini dipaparkan dalam whitepaper bertajuk “DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan” yang dirilis di Jakarta, 14 Januari 2026.
Laporan tersebut dirancang sebagai panduan berbasis data bagi pelaku bisnis untuk menyusun kampanye yang lebih presisi.
Mengacu pada data tahun sebelumnya, keterlibatan pelanggan tercatat meningkat hingga 112 persen dibandingkan hari biasa, didorong oleh aktivitas media sosial, belanja daring, dan layanan keuangan.
VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, Arief Pradetya, menegaskan bahwa kekuatan sebuah kampanye tidak hanya terletak pada jangkauan, tetapi pada relevansi pesan. Menurutnya, analisis mendalam terhadap perilaku konsumen sangat krusial di tengah pola interaksi digital yang semakin kompleks. Hal ini sejalan dengan tren trafik broadband yang konsisten tumbuh setiap tahunnya pada momen hari raya.
Momen Emas: Sahur dan Buka Puasa
Salah satu sorotan utama dalam laporan tersebut adalah identifikasi waktu-waktu spesifik di mana audiens paling reseptif terhadap iklan.
Banyak pemilik merek yang dinilai belum maksimal dalam memilih waktu penayangan iklan. Data Telkomsel menunjukkan tiga jendela waktu utama yang menjadi puncak trafik digital.
Waktu sahur pada pukul 03.00 hingga 05.00 WIB mencatatkan kenaikan aktivitas digital lebih dari 87 persen, beriringan dengan kenaikan trafik televisi sebesar lebih dari 88 persen.
Selain itu, momen berbuka puasa antara pukul 16.00 hingga 19.00 WIB menjadi waktu dengan engagement tertinggi, khususnya untuk aktivitas belanja dan hiburan.
Sementara itu, lonjakan browsing dan akses media sosial juga terlihat signifikan pada waktu zuhur, yakni pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.
Baca Juga:
Profil Audiens dan Perilaku Belanja
Berdasarkan analisis terhadap 8,7 juta klik dari kampanye sebelumnya, profil audiens yang paling responsif didominasi oleh kalangan Milenial (39 persen), Gen X (29 persen), dan Gen Z (23 persen).
Mayoritas audiens ini tersebar di wilayah padat penduduk seperti Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Mereka memiliki karakteristik aktif di media sosial, rutin berbelanja daring, dan pengguna aktif layanan keuangan.
Dari sisi ekonomi, Ramadan memicu peningkatan pengeluaran konsumen. Lebih dari 54 persen konsumen meningkatkan belanja mereka dengan rata-rata pengeluaran berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp7 juta.
Kategori belanja paling dominan adalah bahan masakan (60 persen) dan makanan siap saji (50 persen). Meskipun transaksi digital meningkat, perilaku konsumen tetap bersifat omni-channel. Sebanyak 64 persen konsumen memilih berbelanja secara daring, sementara 36 persen lainnya masih setia pada kanal luring (offline).
Solusi 360 Derajat dan Kemitraan Meta
Untuk menjawab tantangan kanal belanja yang terbelah tersebut, Telkomsel DigiAds menawarkan pendekatan 360 derajat yang mengintegrasikan berbagai saluran.
Strategi ini mencakup Programmatic Ads, Display Ads, IPTV, hingga layanan pesan seperti WhatsApp Business API. Langkah ini penting untuk menjaga konsistensi pesan di setiap titik interaksi pelanggan, mengingat layanan digital kini menjadi tulang punggung komunikasi brand.
Menjelang Ramadan 2026, Telkomsel juga mengumumkan kemitraan baru dengan Meta. Kolaborasi ini memungkinkan penargetan audiens lintas platform media sosial global secara lebih presisi.
Selain itu, untuk menjangkau audiens secara fisik, Telkomsel menyediakan inventaris iklan di Posko Mudik yang tersebar di jalur mudik dan arus balik seluruh Indonesia.
Efektivitas strategi berbasis data ini telah terbukti pada kampanye tahun sebelumnya. Tercatat, 98 persen brand yang menggunakan solusi DigiAds berhasil mencapai Key Performance Indicator (KPI) mereka.
Sektor e-commerce mencatatkan Click-Through Rate (CTR) di atas 2,50 persen, sementara layanan keuangan mencapai CTR hingga 1,33 persen. Peningkatan signifikan juga terjadi pada metrik awareness, pertimbangan, hingga advokasi produk.
Telkomsel memastikan seluruh pengolahan data untuk wawasan ini dilakukan dengan prinsip menjaga privasi pelanggan. Data disusun secara agregat dan dianonimkan tanpa informasi identitas personal (PII), sesuai dengan regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.
Pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momentum trafik data yang tinggi ini untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang nyata. (Icha)


