Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyalurkan dukungan kemanusiaan dan menggelar kegiatan bakti sosial untuk mempercepat pemulihan sarana umum di wilayah terdampak bencana di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (7/1) ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TelkomGroup dalam mendampingi masyarakat pascabencana.
Dukungan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendasar dan pemulihan fasilitas publik untuk mendukung normalisasi aktivitas sosial. Secara paralel, TelkomGroup juga memprioritaskan percepatan pemulihan infrastruktur telekomunikasi dan layanan di wilayah Aceh agar konektivitas dapat segera pulih.
Kegiatan penyaluran bantuan dan bakti kebersihan dilaksanakan dengan tajuk “Kita BISA Berbagi” di tiga lokasi, yaitu Desa Babo dan Desa Sulum di Kabupaten Aceh Tamiang serta wilayah Kabupaten Aceh Timur.
EVP Telkom Regional 1 Sumatra, Dwi Pratomo Juniarto, menyampaikan komitmen perusahaan. “Memasuki masa pemulihan dan normalisasi pascabencana, Telkom berkomitmen untuk terus hadir dan berjalan bersama masyarakat yang terdampak. Melalui kolaborasi seluruh insan TelkomGroup, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat menguatkan, membantu anak-anak kembali belajar dengan nyaman, serta mendukung lingkungan sosial masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan,” ujarnya.
Bantuan dan program sosial disalurkan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan kebutuhan spesifik setiap lokasi. Di Desa Babo, Telkom menyalurkan perlengkapan pendukung proses belajar di sekolah, logistik, serta lampu tenaga surya sebagai sumber pencahayaan alternatif.
Selain penyaluran bantuan, juga dilaksanakan kegiatan sharing session dengan para guru serta sesi pembelajaran interaktif bagi siswa.

Dukungan Multisektor di Lokasi Terdampak
Di Desa Sulum, bantuan kemanusiaan disertai dengan kegiatan bakti kebersihan di sekolah dan rumah ibadah. Bantuan tersebut mencakup dukungan pendidikan, perlengkapan pemeliharaan dan kebersihan fasilitas umum, kebutuhan sandang layak pakai, serta dukungan utilitas berupa pompa air dan lampu tenaga surya.
Sementara di wilayah Pantai Kera dan Pangidam, Kabupaten Aceh Timur, bantuan difokuskan pada logistik skala besar berupa sembako, pakaian baru dan layak pakai, serta dukungan sumber daya listrik melalui perangkat solar cell dan genset.
Dukungan ini merupakan sinergi dari karyawan, Serikat Karyawan, serta Relawan BUMN Peduli TelkomGroup. Inisiatif serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kota Subulussalam melalui kolaborasi bersama Danantara dan Relawan Peduli BUMN TelkomGroup.
Pada kegiatan itu, Telkom menyalurkan bantuan pendidikan berupa paket perlengkapan sekolah kepada siswa di SD Jabi-jabi, SD Siperkas, dan SD Suak Jampak.
Baca Juga:
Telkom juga melaksanakan program pendampingan trauma healing bagi 130 siswa SD Jabi-jabi sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial anak-anak terdampak bencana.
Dukungan lain yang disalurkan mencakup paket kebersihan yang disertai kegiatan bakti kebersihan di sejumlah masjid dan mushala, serta distribusi paket ibadah ke sekolah dan masjid di wilayah tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Telkom turut menyalurkan Sarana Air Bersih (SAB) di Siperkas, Desa Panji Kecamatan Longkib, dan Kampong Panglima Sahman Kecamatan Runding.
Sarana ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian, sanitasi lingkungan, serta menunjang aktivitas ibadah dan proses belajar mengajar.

Komitmen Berkelanjutan TelkomGroup
Dwi Pratomo Juniarto menegaskan komitmen jangka panjang Telkom dalam mendampingi masyarakat.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan memastikan Telkom tetap hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui upaya pemulihan layanan telekomunikasi tetapi juga melalui dukungan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan di lapangan. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga mereka dapat kembali bangkit dan beraktivitas dengan normal,” tutupnya.
Upaya pemulihan layanan telekomunikasi pascabencana ini merupakan langkah krusial yang juga terus dijalankan, seperti yang dilakukan pascabanjir di Aceh Tamiang.
Komitmen kesiapan layanan juga tercermin dari kesigapan TelkomGroup dalam menyambut momen penting, termasuk dengan mengerahkan 13.700 personel siaga 24/7 untuk menjaga layanan digital NATARU.
Selain fokus pada penanganan bencana dan layanan, Telkom secara konsisten memperkuat kapasitas internalnya melalui inovasi dan pengembangan talenta, seperti upaya memperkuat inovasi AI end-to-end dan talenta digital di Malang.
Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif baik melalui layanan digital maupun tanggung jawab sosial.
Rangkaian aksi sosial dan pemulihan infrastruktur yang dijalankan TelkomGroup di Aceh menegaskan peran strategis BUMN telekomunikasi ini tidak hanya sebagai penyedia layanan digital, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi dan bangkit dari tantangan, dengan pendekatan dukungan yang komprehensif dan berkelanjutan. (Icha)


