spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Telkom Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30 Demi Perkuat Fundamental

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menegaskan komitmennya untuk fokus pada eksekusi strategi transformasi TLKM 30 sepanjang tahun 2026.

Agenda ini bertujuan memperkuat fundamental bisnis melalui penataan portofolio, penguatan tata kelola perusahaan, dan pembentukan strategic holding untuk menciptakan valuasi yang lebih tinggi.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan hal tersebut dalam agenda TelkomGroup Business Update di Jakarta, Jumat (6/3).

“TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham, melalui peningkatan nilai dan dividen,” ujar Dian seperti dikutip Telko.id.

Strategi TLKM 30 merupakan transformasi jangka menengah yang dirancang hingga 2030 untuk meningkatkan kinerja dan daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital global. Inisiatif ini mencakup penataan portofolio bisnis secara terarah dan penguatan praktik Good Corporate Governance (GCG).

Transformasi ini sejalan dengan agenda total governance reset pada pengelolaan BUMN yang didorong Danantara. Fokusnya adalah pada penguatan tata kelola yang transparan, prudent, dan disiplin dalam pengelolaan aset.

Upaya tersebut meliputi normalisasi kualitas aset, praktik pengeluaran akuntabel, dan penyelarasan pencatatan keuangan untuk laporan yang lebih akurat.

Dalam implementasinya, Telkom mendorong operational excellence melalui penguatan disiplin, perbaikan proses bisnis, dan pengelolaan alokasi modal yang efisien.

Hal ini didukung transformasi budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja dan penciptaan nilai.

Sebagai perusahaan dual listing di BEI dan NYSE, Telkom juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia dan Amerika Serikat.

Langkah-langkah ini diharapkan mengakselerasi efisiensi pengelolaan sumber daya sehingga fundamental bisnis semakin solid di tengah ketidakpastian global.

Content image for article: Telkom Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30 untuk Penguatan Fundamental

Progres Transformasi dan Unlocking Value

Sejumlah progres transformasi telah terlihat sejak implementasi TLKM 30 pertengahan tahun lalu. Salah satu langkah signifikan adalah pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off InfraNexia.

Langkah ini merupakan upaya unlocking value pada bisnis infrastruktur digital wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).

InfraNexia akan fokus mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis. Ke depan, entitas ini diharapkan menjadi engine of growth baru bagi TelkomGroup.

Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis untuk membuka potensi nilai dari aset infrastruktur lainnya, termasuk bisnis data center dan tower melalui NeutraDC dan Mitratel.

Upaya streamlining juga dijalankan melalui penataan portofolio entitas usaha di lingkup TelkomGroup. Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai entitas anak usaha untuk memastikan fokus pada core business di sektor telekomunikasi dan digital, sekaligus menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.

Implementasi awal dari upaya streamlining tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) menuju divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anak usahanya TelkoMedika. Ini merupakan bentuk penataan portofolio bisnis non-core di TelkomGroup.

Pada saat yang sama, Telkom memperkuat perannya sebagai strategic holding. Dalam model ini, Telkom berfokus pada fungsi value creation dan governance oversight, sementara operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama pada masing-masing lini usaha.

Empat Pilar Operating Company

Lebih lanjut, Dian Siswarini menjelaskan bahwa TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan. Keempat pilar tersebut adalah B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, serta International Business.

Melalui struktur ini, Telkom berupaya memastikan setiap lini bisnis memiliki fokus yang lebih tajam sekaligus mampu bergerak lebih lincah dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan responsivitas perusahaan di pasar yang dinamis.

Dian menambahkan bahwa transformasi TLKM 30 juga didorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat.

“Dengan dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” tutupnya.

Komitmen terhadap layanan yang andal juga tercermin dari upaya persiapan menghadapi peningkatan trafik, seperti yang dilakukan dalam tinjauan infrastruktur jelang Lebaran.

Fokus eksekusi strategi TLKM 30 pada tahun 2026 ini menjadi kunci bagi Telkom dalam membuktikan implementasi dan hasil dari transformasi menyeluruh yang telah dirancang. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU