Telko.id – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang fokus pada bisnis internasional, resmi menjalin kemitraan strategis dengan IPification untuk meluncurkan Telin Mobile Network Verification (MNV).
Langkah ini menghadirkan solusi identitas digital berbasis jaringan yang memungkinkan proses autentikasi pengguna berjalan secara instan, aman, dan mulus tanpa memerlukan kode One-Time Password (OTP) maupun instalasi aplikasi tambahan.
Peluncuran Telin MNV menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat portofolio Telco API perusahaan sekaligus menjawab tuntutan industri terhadap sistem keamanan siber yang lebih andal.
Memanfaatkan kapabilitas jaringan seluler sebagai fondasi kepercayaan digital (trust layer), solusi ini dirancang untuk memitigasi risiko keamanan yang sering terjadi pada metode konvensional.
Sebelum diperkenalkan ke pasar global, teknologi ini telah sukses diluncurkan secara komersial bersama Telkomsel di Indonesia dan kini sudah tersedia serta teruji di lebih dari 40 jaringan seluler di berbagai negara.
Kombinasi antara jangkauan global Telin dan teknologi mobile identity dari IPification memungkinkan para pelaku bisnis melakukan autentikasi pengguna secara senyap (silent) dan tanpa hambatan (frictionless).
Pengguna hanya perlu memberikan satu kali persetujuan untuk pemanfaatan data jaringan, sehingga proses verifikasi dapat berlangsung di latar belakang tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Inovasi ini dinilai krusial di tengah meningkatnya kebutuhan Verifikasi Identitas yang cepat namun tetap aman.
Baca Juga:
SVP Messaging, Mobile Identity & Voice Telin, John Tolton, menjelaskan bahwa solusi ini membawa pembaruan signifikan dalam kapabilitas autentikasi lintas jaringan.
Salah satu fitur unggulannya adalah dukungan terhadap standar TS.43. Fitur ini memungkinkan pengguna perangkat Android yang sedang terhubung ke jaringan Wi-Fi untuk tetap dapat diautentikasi secara aman tanpa perlu mematikan Wi-Fi atau beralih ke data seluler secara manual.
“Kami antusias melengkapi portofolio Telco API Telin dengan dukungan standar TS.43. Perkembangan ini penting bagi komunitas pengembang OTT dan operator seluler, karena memperkaya opsi autentikasi sambil mendukung pendapatan autentikasi SMS yang ada,” ujar John Tolton.
Mengatasi Kelemahan OTP Konvensional
Kehadiran Telin MNV merespons tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital. Saat ini, layanan seperti fintech, e-commerce, hingga gaming masih banyak bergantung pada OTP berbasis SMS.
Padahal, metode tersebut kian rentan terhadap berbagai ancaman siber, mulai dari taktik phishing, pengambilalihan akun lewat SIM swap, hingga serangan bot otomatis. Situasi ini diperparah dengan adanya Lonjakan Scam yang menargetkan kelengahan pengguna seluler.
CEO IPification, Stefan Kostic, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan mengembalikan kepercayaan pada infrastruktur telekomunikasi itu sendiri.
Menurutnya, identitas digital paling efektif adalah yang dibangun di atas infrastruktur yang sudah dipercaya oleh pengguna secara inheren.
“Bersama Telin, kami menghadirkan autentikasi di level jaringan, menghilangkan hambatan tak perlu sambil memberikan tingkat keamanan dan keandalan bagi perusahaan,” kata Stefan.
Dari sisi operasional bisnis, Telin MNV menawarkan efisiensi biaya yang signifikan dengan mengurangi tingkat kegagalan login yang sering terjadi pada metode manual.
Bagi perusahaan, ini berarti perlindungan lebih kuat terhadap potensi account takeover. Sementara bagi operator seluler, implementasi solusi ini membuka peluang pendapatan baru dengan mengoptimalkan kecerdasan jaringan (network intelligence) menjadi layanan API bernilai tinggi.
Hal ini sejalan dengan tren global di mana Keamanan Digital menjadi prioritas utama investasi teknologi.
Telin memastikan bahwa solusi ini dirancang dengan pendekatan scalable deployment, yang artinya mampu menangani lonjakan volume autentikasi dalam skala besar seiring pertumbuhan layanan digital global.
Melalui inisiatif ini, Telin tidak hanya menempatkan jaringan seluler sebagai sarana konektivitas semata, tetapi mentransformasikannya menjadi lapisan keamanan vital yang mendukung ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di pasar internasional. (Icha)


