spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Danantara Siap Rampingkan Telkom, Pangkas 66 Anak Usaha Jadi Belasan

Telko.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan perampingan besar-besaran terhadap struktur bisnis PT Telkom Indonesia Tbk.

Langkah konsolidasi ini menargetkan pemangkasan jumlah anak usaha Telkom, yang saat ini tercatat sebanyak 66 perusahaan, menjadi hanya belasan entitas saja demi meningkatkan efisiensi operasional grup.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda prioritas untuk menata ulang portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam peta jalan yang dirancang, Telkom akan dikembalikan fungsinya sebagai Strategic Holding yang fokus mengelola unit-unit bisnis vital, alih-alih terbebani oleh puluhan anak usaha yang tumpang tindih.

“Sebagai contoh lagi misalkan Telkom, Telkom ini punya kurang lebih 66 perusahaan, nantinya akan terjadi streamlining, dia akan kembali menjadi refocusing bisnisnya. Telkom nanti akan menjadi strategic holding, di bawah Telkom itu hanya akan ada 4 business unit,” ungkap Dony saat memberikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Fokus pada Empat Pilar Bisnis Utama

Dalam skema perampingan yang dibocorkan oleh Danantara, Telkom nantinya hanya akan berkonsentrasi pada empat pilar bisnis utama yang dinilai paling strategis dan menguntungkan. Keempat unit tersebut mencakup layanan seluler, infrastruktur serat optik, menara telekomunikasi, dan pusat data (data center).

Dony merinci pembagian fokus tersebut secara spesifik. Unit pertama adalah Telkomsel yang akan memegang kendali penuh atas layanan seluler.

Unit kedua adalah Infrako yang dikhususkan untuk mengelola bisnis serat optik atau fiber optik. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana pengelolaan aset fiber sering kali membutuhkan entitas terpisah, mirip dengan strategi Spin-Off Fiber yang kerap dilakukan pemain telekomunikasi global.

Unit ketiga adalah Mitratel yang akan terus mengembangkan bisnis menara telekomunikasi. Sedangkan unit keempat akan difokuskan pada pengelolaan data center yang kini menjadi tulang punggung ekonomi digital.

Struktur ini dirancang agar setiap unit memiliki spesialisasi yang jelas tanpa saling kanibalisasi pasar.

Pangkas Inefisiensi Secara Menyeluruh

Selain menetapkan empat pilar utama, Danantara juga menyiapkan skema pendukung di lapisan bawah. Dony menjelaskan bahwa di bawah keempat unit bisnis tersebut, akan dikembangkan satu entitas bisnis infrastruktur yang bertugas menopang operasional di atasnya. Dengan konsolidasi ini, puluhan anak usaha yang ada saat ini akan dilebur atau dirampingkan.

“Yang di bawahnya mereka kita akan develop 1 infrastructure bisnis untuk mendukung bisnis di atasnya, sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom, itu sebaiknya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja,” jelas Dony lebih lanjut.

Langkah tegas ini diambil untuk memotong rantai inefisiensi yang selama ini teridentifikasi di dalam tubuh Telkom Group.

Menurut Dony, penyederhanaan struktur organisasi adalah kunci untuk membuat BUMN telekomunikasi ini lebih lincah dalam menghadapi persaingan pasar yang ketat, termasuk kompetisi di sektor infrastruktur internet tetap atau Ekspansi FTTH yang semakin masif.

Rencana perampingan Telkom ini bukan satu-satunya agenda Danantara. Dony menyebutkan bahwa langkah serupa merupakan bagian dari perombakan menyeluruh BUMN lintas sektor, mulai dari industri pupuk, semen, hingga logistik. Tujuannya adalah memastikan setiap aset negara dikelola dengan struktur yang paling optimal.

“Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas, nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini,” pungkas Dony menutup penjelasannya. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU