spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Indosat Gelar Indonesia AI Day for Supply Chain, Ungkap Kunci Efisiensi

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) secara resmi menyelenggarakan Indonesia AI Day for Supply Chain di Jakarta pada 11 Februari 2026.

Forum strategis ini dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari sektor transportasi, distribusi, dan logistik guna merespons berbagai tantangan rantai pasok yang kian kompleks di era ekonomi digital saat ini.

Penyelenggaraan acara ini dilatarbelakangi oleh kondisi industri yang kini berada pada titik krusial. Peningkatan volume perdagangan yang signifikan, tuntutan pengiriman yang semakin cepat dari konsumen, serta tekanan berat untuk melakukan efisiensi biaya operasional menjadi pemicu utama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tercatat ada sekitar 16.080 perusahaan yang bergerak di bidang pergudangan dan ekspedisi kurir di Indonesia hingga tahun 2024.

Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan skala industri yang masif, namun juga membawa kompleksitas tersendiri. Pertumbuhan ini menuntut adanya sistem operasional yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga adaptif dan sepenuhnya berbasis data untuk memenangkan persaingan pasar yang ketat.

Transformasi Digital sebagai Tuas Strategis

Dalam forum tersebut, dipaparkan berbagai tolok ukur industri global yang menunjukkan betapa krusialnya peran teknologi dalam sektor ini. Adopsi digital dan kecerdasan buatan (AI) di sektor supply chain terbukti bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak.

Data menunjukkan bahwa penerapan teknologi ini dapat mendorong peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 15 hingga 30 persen.

Angka pertumbuhan pendapatan tersebut dapat dicapai melalui peningkatan keterlibatan (engagement) pelanggan serta penerapan strategi harga yang lebih presisi.

Selain itu, efisiensi operasional dapat ditingkatkan secara signifikan di kisaran 30 hingga 40 persen. Hal ini menjadi solusi ampuh bagi perusahaan yang sedang berjuang menekan biaya overhead tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Manfaat lain yang disoroti adalah kemampuan AI dalam manajemen risiko. Penerapan teknologi cerdas diklaim mampu menurunkan risiko pencurian dan kecurangan (fraud) hingga 50 persen.

Di sisi pelayanan, waktu respons terhadap pelanggan juga dapat dipercepat sebesar 40 hingga 50 persen, sebuah metrik vital dalam industri yang sangat mementingkan kecepatan.

Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, memberikan pandangannya mengenai urgensi transformasi ini. Menurutnya, metode konvensional sudah tidak lagi relevan dengan dinamika pasar saat ini.

“Supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual. Aktivitas logistik semakin kompleks, menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami. Pelaku industri juga perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional dapat berjalan lebih rapi sehingga keputusan bisa diambil tepat waktu,” ujar Muhammad Buldansyah.

Ia menambahkan bahwa melihat kebutuhan mendesak tersebut, Indosat secara aktif mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI. Tujuannya adalah agar seluruh proses di bidang logistik dapat saling terhubung, membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur dan efisien.

27 Solusi AI untuk Tantangan Logistik

Sebagai wujud nyata dari komitmennya, Indosat memperkenalkan 27 solusi supply chain berbasis AI dalam acara tersebut.

Solusi-solusi ini dikelompokkan ke dalam enam area utama yang mencakup seluruh aspek operasional logistik, yaitu Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.

Portofolio solusi yang ditawarkan sangat beragam, mencakup berbagai use case yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Mulai dari penyediaan konektivitas jaringan privat yang stabil, telemetri IoT untuk pemantauan jarak jauh, manajemen armada yang komprehensif, hingga video analytics berbasis AI untuk pengawasan visual otomatis.

Tidak hanya itu, Indosat juga menghadirkan solusi interaksi pelanggan seperti AI chatbot dan ekosistem digital melalui platform omnichannel. Untuk level manajerial dan eksekutif, tersedia layanan advanced analytics serta dashboard decision intelligence yang memudahkan pengambilan keputusan strategis berdasarkan data akurat.

Penerapan di Sektor Transportasi dan Pergudangan

Secara spesifik di sektor transportasi, Indosat menawarkan solusi unggulan seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry. Rangkaian teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk memantau pergerakan kendaraan secara presisi, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta memantau kinerja pengemudi dan aspek keselamatan secara real-time.

Salah satu dampak paling signifikan dari penerapan teknologi ini adalah pada pemeliharaan armada. Penerapan predictive maintenance berbasis AI terbukti mampu menurunkan unplanned downtime atau waktu henti yang tidak terencana hingga 50 persen. Hal ini sekaligus berdampak positif pada perpanjangan usia pakai kendaraan operasional.

Beralih ke sektor distribusi dan logistik, solusi Cold Chain Monitoring dan Asset Tracking menjadi andalan untuk menjaga kualitas produk.

Teknologi ini memberikan visibilitas penuh terhadap lokasi dan kondisi barang secara real-time, memastikan integritas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen, terutama untuk barang yang sensitif terhadap suhu.

Pada level fasilitas atau pergudangan, pendekatan teknologi semakin canggih dengan hadirnya Smart Facility, Energy Management, dan Connected AGV (Automated Guided Vehicle).

Penggunaan robotika dan otomatisasi gudang berbasis IoT dan AI ini terbukti mempercepat proses fulfillment atau pemenuhan pesanan.

Teknologi ini bekerja layaknya sinergi otomotif dan robotika yang harmonis, menekan biaya operasional gudang, serta meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman. Seluruh aktivitas ini dipantau melalui Unified Command Center yang mendukung optimalisasi operasional end-to-end, peningkatan efisiensi energi, serta percepatan alur kerja yang lebih andal.

Membangun Ekosistem Logistik Masa Depan

Seluruh kapabilitas teknis yang ditawarkan Indosat semakin diperkuat dengan lapisan keamanan siber yang mumpuni serta platform pengalaman pelanggan berbasis AI. Hal ini memastikan bahwa transformasi digital yang dilakukan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dari ancaman siber yang kian marak.

Melalui gelaran Indonesia AI Day for Supply Chain dan penyediaan portofolio solusi AI serta IoT yang komprehensif, Indosat menegaskan kembali posisinya sebagai enabler teknologi di Indonesia. Perusahaan berkomitmen untuk memberdayakan pelaku industri tanah air agar mampu bertransformasi secara berkelanjutan.

Inisiatif ini sejalan dengan tujuan besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia di kancah ekonomi digital.

Dengan adopsi teknologi yang tepat, diharapkan industri logistik nasional tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi biaya dan operasional semata. Lebih jauh lagi, langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekosistem logistik nasional agar lebih tangguh, terhubung, dan siap menghadapi persaingan di tingkat regional maupun global.

Angka-angka dan fakta yang dipaparkan dalam forum ini menegaskan satu hal penting: AI bukan lagi sekadar konsep masa depan yang jauh. Teknologi ini adalah tuas strategis yang harus dimanfaatkan hari ini untuk meningkatkan daya saing industri logistik Indonesia di tengah tantangan zaman. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU