spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Empat Operator Amerika Keluhkan Biaya Subsidi Perangkat

Telko.id – Beberapa laporan menunjukkan bahwa Sprint mengikuti T-Mobile, Verizon dan AT & T untuk bergerak menjauh dari kontrak dua tahun mereka kepada vendor smartphone, terutama didorong oleh keinginan untuk menghapuskan subsidi perangkat.

Dilansir dari Telecoms, Sprint tidak lagi menawarkan subsidi perangkat untuk pelanggan baru, hal ini sesuai dengan janji yang dibuat oleh CEO-nya di tengah tahun 2015. Sekedar informasi, pada awal tahun, situs berita Engadget menginformasikan bahwa AT & T beralih ke program penyewaan handset. Sementara itu, Verizon telah melakukan hal yang sama pada tahun lalu dan T-Mobile, yang terutama menargetkan program pasar prabayar, telah melakukan hal ini selama beberapa tahun.

Saat ini, sejumlah operator di seluruh dunia telah mengeluh mengenai biaya subsidi untuk setiap perangkat yang mendukung bisnis mereka, tetapi mereka takut untuk secara sepihak mencabut subsidi tersebut karena takut menyerahkan keuntungan untuk pesaing mereka. Salah satu perusahaan yang melakukan hal ini adalah Telefónica Spanyol pada 2012, bergabung sebentar dengan Vodafone sebelum akhirnya lesu. Masalahnya adalah Orange Spanyol mendapatkan pelanggan karena masih setia dengan subsidi.

AT & T telah membuat sebuah program seperti tawaran sewa device dan bukan kepemilikan langsung dari perangkat. Sebagian besar konsumen merasa sulit untuk menaikkan dana secara mandiri untuk membeli handset langsung, operator akan terus melihat manfaat bisnis dalam membantu mereka.

Subsidi menjadi alasan utama untuk menarik pelanggan, bagi sebagian operator, hal ini sebagai model bisnis yang berguna.

Nantinya, tidak akan mengejutkan ketika melihat banyak pasar pascabayar yang didominasi oleh pihak lain seperti di Eropa Barat selama 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU