spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Ups, Uber Bayar Hacker si Pencuri 57 Juta Data sebesar USD 100 Ribu Untuk Jaga Rahasia

Telko.id – Ternyata, tahun lalu, Uber, perusahaan transportasi berbasis aplikasi ini pernah diserang oleh hacker secara massive. Setidaknya 57 juta akun pelanggan dan pengemudinya yang ‘dicuri’. Untuk itu, perusahaan ini rela membayar hacker hingga USD 100 ribu agar hacker tetap menjaga kerahasiaan data tersebut.

Dara Khosrowshahi, yang baru saja menjabat sebagai CEO Uber pada bulan Agustus lalu menggantikan pendirinya Travis Kalanick mengetahui peristiwa tersebut pada bulan November, satu bulan setelah kejadian. Hal ini terungkap di media karena adanya berita dari Bloomber yang pertama kali melaporkan pelanggaran data pada hari Selasa (21/11).

Uber menyatakan bahwa dua hacker yang membobol itu memperoleh akses terhadap informasi kepemilikan yang digunakan oleh Uber dan disimpan di GitHub, sebuah layanan yang memungkinkan para insinyur berkolaborasi dalam kode perangkat lunak.

“Dua orang mendownload data tersebut, termasuk nama, alamat email dan nomor ponsel pengguna Uber di seluruh dunia dan nama-nama dan nomor lisensi pengemudi dari 600.000 pengemudi A.S,” kata Khosrowshahi.

“Saya tidak dapat menghapus masa lalu. Yang dapat dilakukan adalah belajar dari kesalahan kami yang lalu. Kami juga akan mengubah cara menjalankan bisnis, menerapkan integritas pada inti setiap keputusan yang kami buat dan bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan kami,” ujar Khosrowshahi.

Dengan adanya kejadian tersebut, Uber memecat petugas keamanan utamanya, Joe Sullivan, dan seorang wakilnya, Craig Clark, karena peran nya dalam menangani insiden tersebut. Kemudian digantikan oleh Matt Olsen, mantan penasihat umum Badan Keamanan Nasional A.S., Tugas utamanya adalah untuk merestrukturisasi tim keamanan dan menjaga semua proses yang ada di perusahaan. Selain itu juga menyewa Mandiant, perusahaan keamanan maya milik FireEye Inc, untuk menyelidiki pelanggaran tersebut.

Sebelumnya, data pengemudi dan penumpang Uber pun dicuri tahun 2014 silam. Di mana, karyawannya telah menggunakan perangkat lunak yang disebut “God View” untuk melacak penumpang. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU