Telko.id – Industri telekomunikasi global kini berada di fase transisi besar: dari infrastruktur cloud-native tradisional ke infrastruktur yang benar-benar AI-native, yakni arsitektur yang dirancang dari awal untuk mendukung layanan kecerdasan buatan secara optimal.
Melansir dari Antara News, transformasi ini bukan sekadar upgrade teknologi biasa, melainkan perubahan paradigma dalam cara operator membangun dan mengelola jaringan serta komputasi di era digital pintar.
Paradigma cloud-native sebelumnya fokus pada kemampuan layanan untuk berjalan di lingkungan cloud fleksibel, tetapi belum optimal untuk beban kerja AI yang intensif dan beragam.
Dalam pendekatan AI-native, platform cloud operator diperluas agar mampu menangani tugas-tugas seperti inferensi real-time, pengelolaan model AI, serta orkestrasi sumber daya komputasi dan jaringan secara otomatis.
Baca juga:
- HUAWEI WATCH Ultimate 2 Segera Hadir, Bawa Fitur Selam 150 Meter
- HUAWEI Mate X7 Hadirkan Fotografi Flagship ke Dunia Foldable
Berbagai organisasi terkemuka seperti Linux Foundation, CNCF, ETSI, dan TM Forum aktif menyusun standar teknis guna mendukung perkembangan ekosistem dan implementasi AI.
Sebagai fondasi utama jaringan operator, telco cloud kini berevolusi dari infrastruktur cloud konvensional menjadi infrastruktur AI. Transformasi ini menandai perubahan dari sekadar “mendukung layanan berbasiskan cloud” menjadi “menggerakkan inovasi cerdas” dengan menyediakan fondasi yang dibutuhkan untuk layanan AI tingkat lanjut.
Pihak operator juga meningkatkan investasi AI, beralih dari komputasi serbaguna menjadi model hibrida yang menggabungkan komputasi umum dan komputasi cerdas. Peralihan ini bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan kebutuhan strategis.
Untuk meraih kesuksesan, pihak operator harus menjawab tiga tantangan utama: meningkatkan efisiensi biaya komputasi, menyatukan AI dengan jaringan multi-generasi untuk menghilangkan silo, serta menyesuaikan AI dengan skenario layanan agar dapat diperluas dengan cepat.
Untuk menjawab tantangan ini, beberapa pemain besar di industri telah meluncurkan solusi infrastruktur yang dirancang khusus untuk era AI-native. Salah satunya adalah Telco Intelligent Converged Cloud (TICC) dari Huawei, sebuah infrastruktur telekomunikasi hyper-converged yang menyediakan pengelolaan terpadu antara komputasi umum, penyimpanan, jaringan, dan komputasi AI dalam satu platform.
Solusi semacam ini bertujuan untuk menyederhanakan operasi, meningkatkan performa aplikasi AI tingkat lanjut, serta menekan biaya melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien.
Huawei selalu berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra industri dalam mempercepat transformasi AI-Native, membangun infrastruktur telco cloud yang cerdas, memaksimalkan nilai tambah jaringan, dan mendorong pertumbuhan bisnis.
Huawei juga mengajak para mitra industri untuk bergabung di Barcelona guna mengeksplorasi tren AI-Native dan berkolaborasi membangun masa depan industri.


