spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Telefonica Tegaskan Tak Lagi Ingin Menjual O2

Telko.id – Setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Three, Telefonica akhirnya memutuskan untuk tidak menjual O2. Pun meski sebelumnya beberapa perusahaan ekuitas swasta di Inggris juga dikabarkan menunjukkan minat untuk membeli.

Dilaporkan Telecompaper, Jumat (1/7), Telefonica tidak akan lagi melanjutkan niatnya untuk menghentikan operasi unit bisnisnya in. Melainkan menunggu waktu yang tepat untuk mengeksplorasinya kembali.

Keputusan Telefonica ini muncul setelah Komisi Eropa memblokir kesepakatan senilai GBP 10,3 miliar yang sebelumnya disepakati perusahaan dengan Hutchison Three UK. Telefonica menambahkan bahwa perusahaan akan mencari alternatif strategi yang berbeda untuk O2 UK, yang akan dilaksanakan ketika kondisi pasar membaik.

Rencana pembelian O2 oleh Three UK sempat menjadi salah satu berita terbesar sepanjang 2016, mengingat penggabungan keduanya secara tidak langsung akan menjadikan Hutchison sebagai operator seluler terbesar di Inggris. Satu hal, yang menjadi alasan Komisi Eropa menentangnya, karena dikhawatirkan akan berimbas pada iklim kompetisi yang tidak sehat.

Perusahaan berharap untuk menggunakan hasil penjualan O2 untuk mengurangi utang sebesar EUR 50.2 miliar dan bahkan mempertimbangkan penjualan minoritas O2 UK dalam IPO sebagai rencana cadangan. Namun, Bloomberg melaporkan bahwa ketidakstabilan pasar menyusul keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah mengkandaskan kemungkinan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU