spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Teknisi Verizon Akui Jual Data Pelanggan Selama Bertahun-Tahun

Telko.id – Seorang mantan teknisi Verizon Wireless di Alabama telah mengaku menggunakan komputer perusahaan untuk mencuri dan menjual lokasi dan panggilan data pribadi pelanggan selama lima tahun.

Seperti dilaporkan Ars Technica, Daniel Traeger dari Birmingham terancam dipenjara lima tahun atau denda US$250.000 untuk biaya peretasan federal. Sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan, Traeger mengaku bahwa dia menjual data ke detektif swasta yang tidak disebutkan namanya.

Menurut ketentuan pembelaan (PDF), Traeger dan detektif swasta itu kesepakatan sekitar tahun 2009, ketika Traeger setuju untuk memberikan informasi meskipun ia sadar ia tidak berwenang untuk mengakses data atau memberikannya kepada pihak ketiga.

Traeger menggunakan dua sistem internal yang berbeda untuk mengakses catatan panggilan dan ping ponsel korban untuk mendapatkan lokasi mereka. Dia kemudian mengumpulkan semua data ke spreadsheet yang ia diteruskan ke detektif tersebut melalui email.

Lewat aksinya ini, seperti diwartakan Engadget, Kamis (29/9), Traeger menghasilkan hanya US$50 per bulan (Rp 650 eibu), atau sekitar US$25 (Rp 325 ribu) per catatan, ketika ia mulai menjual informasi tersebut. Pada saat ia akhirnya tertangkap pada tahun 2014, Traeger telah mengumpulkan lebih dari US$10.000 (Rp 130 juta) dari data pribadi pelanggan Verizon.

Sementara apa yang dilakukan Traeger ini bisa dikatakan sebagai aksi peretasan skala kecil dari dalam perusahaan, awal tahun ini satuan tugas anti-hacking Verizon bahkan diretas bersama dengan cache data pelanggan Enterprise. Tahun lalu, Buzzfeed juga melaporkan bahwa kerentanan dalam sistem Verizon membuatnya sangat mudah dibobol, khususnya bagi peretas untuk mengakses akun pelanggan internet rumah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU