spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Sinyal Pulih di Aceh Tamiang, Warga Terhubung Lagi

Telko.id – Jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang mulai pulih.

Pemulihan Base Transceiver Station (BTS) ini memungkinkan warga kembali berkomunikasi dengan keluarga dan mendukung kelancaran penyaluran bantuan pascabencana.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid mengecek langsung kualitas jaringan pada salah satu BTS di Aceh Tamiang, Minggu (28/12/2025).

Kehadiran sinyal yang kembali aktif menjadi perubahan paling nyata bagi warga, seperti yang diungkapkan Fariani, seorang ibu rumah tangga di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, senang sekali ada sinyal begini bisa menghubungi keluarga, anak yang jauh-jauh. Tadinya seperti orang bingung, mau kemana-mana enggak tahu. Jadi alhamdulillah sekali,” ujarnya kepada Meutya Hafid.

Fariani berharap kualitas jaringan dapat terus dijaga agar komunikasi warga tetap stabil. “Harapannya ke depannya lebih baik, bisa kontinu diperbaiki sinyalnya,” tambahnya.

Pemulihan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan layanan publik dan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak hingga akhir tahun 2025.

Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan. “Tugas kami memastikan koneksi internet dan seluler kembali pulih. Karena itu, hari ini kami bersama mitra hadir untuk memastikan bahwa tugas kita masing-masing bisa berjalan maksimal. Pulih sebelum tahun berganti,” tegas Meutya.

Ia bersama perwakilan operator seluler dari Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart meninjau langsung menara BTS yang terdampak untuk memastikan proses pemulihan berjalan di lapangan.

Menkominfo mengapresiasi perkembangan pemulihan telekomunikasi di Aceh Tamiang yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Tadi kami melihat warga juga sudah bisa video call, sudah bisa menikmati membaca-baca berita karena informasi menjadi penting juga dalam pemulihan bencana. Jadi mudah-mudahan jaringan seluler bisa stabil terus sampai tahun depan dan seterusnya,” ungkap Meutya.

Bagi warga Aceh Tamiang, pulihnya BTS bukan sekadar tersedianya sarana komunikasi. Keberadaan sinyal menjadi penanda awal pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi setelah bencana.

Kembalinya konektivitas memungkinkan warga mengakses informasi penting, berkoordinasi untuk pemulihan, dan yang utama, mengurangi kecemasan dengan bisa terhubung kembali dengan sanak keluarga.

Upaya pemulihan jaringan di Sumatera, termasuk Aceh, menjadi fokus utama operator. Sebelumnya, XLSmart telah mengupayakan penguatan energi untuk mendukung stabilitas jaringan di wilayah tersebut.

Langkah antisipasi juga dilakukan menjelang periode lonjakan trafik, seperti yang dipersiapkan oleh Indosat dengan menyiapkan jaringan andal untuk menyambut akhir tahun.

Pemulihan di Aceh Tamiang menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan operator seluler dalam menanggapi situasi darurat. Kehadiran fisik Menkominfo dan tim dari berbagai operator menjadi sinyal kuat bagi masyarakat bahwa pemulihan infrastruktur digital menjadi prioritas.

Dengan jaringan yang mulai berfungsi, distribusi bantuan kemanusiaan dan logistik diharapkan dapat berjalan lebih efisien.

Pulihnya komunikasi seluler membuka jalan bagi normalisasi aktivitas lainnya. Warga kini dapat mengakses layanan digital perbankan, informasi cuaca, dan layanan pemerintah secara online.

Hal ini menjadi fondasi penting bagi tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Operator seperti XLSmart juga telah menyiapkan jaringan berkapasitas besar untuk mengantisipasi kebutuhan komunikasi yang meningkat, termasuk di wilayah yang sedang dalam proses pemulihan.

Target pemulihan jaringan telekomunikasi hingga akhir 2025 memberikan kerangka waktu yang jelas bagi semua pihak. Komitmen untuk “pulih sebelum tahun berganti” seperti yang ditegaskan Menkominfo menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan infrastruktur kritis.

Bagi masyarakat Aceh Tamiang, setiap BTS yang kembali menyala bukan hanya menara pemancar sinyal, tetapi simbol harapan dan kembalinya kehidupan yang terputus oleh bencana. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU