Telko.id – Penjualan kacamata pintar Ray‑Ban Meta menorehkan penampilan signifikan pada tahun 2025, tumbuh hingga tiga kali lipat dibandingkan total penjualan pada periode sebelumnya sejak debutnya.
Data yang dirilis oleh EssilorLuxottica , mitra produksi Meta dalam lini kacamata pintar, mencatat bahwa lebih dari 7 juta unit kacamata pintar berhasil terjual sepanjang tahun lalu, angka yang jauh melampaui sekitar 2 juta unit yang dicapai dalam rentang 2023–2024.
EssilorLuxottica sendiri merupakan konglomerat kacamata asal Prancis-Italia yang telah bekerja sama dengan Meta sejak peluncuran kacamata pintar Ray-Ban Stories generasi pertama pada 2021.
Dalam laporannya, EssilorLuxottica menyebut penjualan kacamata pintar Meta sepanjang 2025 meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan laporan sebelumnya. Adapun lonjakan penjualan tersebut tidak lepas dari ambisi Meta dan EssilorLuxottica dalam merilis berbagai model kacamata pintar sepanjang 2025.
Selain menghadirkan pembaruan perangkat keras untuk kacamata Ray-Ban Meta, kedua perusahaan itu juga memperluas portofolio produknya lewat peluncuran Oakley Meta HSTN dan Oakley Meta Vanguard.
Tak hanya itu, Meta dan EssilorLuxottica juga memperkenalkan perangkat kacamata pintar lain, yaitu Meta Ray-Ban Display yang dipasarkan seharga US$800 (atau sekitar Rp 13,4 jutaan).
Fenomena ini menunjukkan bahwa kacamata pintar kini tidak lagi menjadi gadget eksperimental belaka, tetapi mulai menarik perhatian konsumen luas.
Kolaborasi Meta dengan EssilorLuxottica, yang menghasilkan berbagai versi Ray-Ban Meta dari generasi awal hingga model dengan fitur canggih seperti head-up display , telah memperluas daya tarik produk ini di segmen teknologi wearable.
Secara teknis, kacamata pintar ini menggabungkan sejumlah kemampuan seperti kamera untuk foto/video, konektivitas nirkabel, pemrosesan kecerdasan buatan ringan, serta pada versi terbaru, tampilan digital di bidang pandang pengguna yang memungkinkan notifikasi, petunjuk arah, dan informasi lain muncul di lensa kaca secara real-time.
Baca juga:
- Apple Kembangkan Kacamata Pintar dan AirPods Berkamera, Tantang Meta?
- Meta Tunda Peluncuran Ray-Ban Display Global, Stok Terbatas.
Mengingat perangkat ini masih jauh berbeda dari kacamata AR/VR penuh, keberhasilannya lebih banyak dipicu oleh kombinasi antara gaya Ray-Ban yang populer dan fungsi teknologi yang mulai terasa relevan bagi pengguna sehari-hari.
Peningkatan penjualan ini juga mencerminkan perubahan selera konsumen terhadap perangkat wearable : dari sekadar tren futuristik ke arah fungsi yang terasa berguna dalam kehidupan nyata —seperti perekaman cepat, bantuan AI ringan, dan integrasi sosial/komunikasi—yang membuat kacamata pintar semakin dicari. Produk seperti Ray-Ban Meta berhasil menarik pembeli karena tampil sebagai wearable yang “lebih dekat dengan kacamata sehari-hari” dibandingkan headset berat.
Meski begitu, tantangan masih ada. Kacamata pintar umumnya masih berharga premium, dan alasan teknis seperti durasi baterai, kenyamanan desain, serta kekhawatiran tentang privasi menjadi hambatan bagi adopsi massal.
Namun tiga kali lipatnya angka penjualan membuktikan bahwa pasar wearable AR/AI sudah bergerak dari niche ke arah mainstream —membuka peluang kompetisi teknologi yang lebih luas, termasuk dari Google, Samsung, dan Apple di masa mendatang.


