spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Oppo Terinspirasi Oleh OnePlus Untuk Masuk Pasar Amerika

Telko.id – Adanya ‘perseteruan’ Huawei dengan Amerika terkait keamanan nasional ternyata tidak meluruhkan keinginan pada produsen smartphone asal Tiongkok untuk berupaya masuk ke Amerika Serikat. Salah satu yang berniat dan sudah menyampaikan keinginannya tersebut adalah Oppo.

Hal ini disampaikan oleh Alan Wu, Head of Overseas Business Oppo sesaat sebelum acara MWC 2019, di Barcelona dimulai. Wu tidak spesifik mengenai waktu, tetapi dia mengatakan dia ingin menunggu sampai Oppo berhasil di Eropa. Padahal, pasar Eropa sendiri tidak mudah untuk dikuasai.

“Pasar Eropa jelas sulit untuk ditembus, jadi Anda harus bersabar,” kata Wu, seperti dikutip dari CNET.

Bahkan Wu juga mencatat bahwa Huawei saja membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk membangun dan menjadi sukses di negara tersebut.

Oppo adalah perusahaan China terbaru yang membuat niatnya untuk pasar AS diketahui, mengikuti OnePlus, serta sesama produsen smartphone lainnya asal Tiongkok yakni TCL dan ZTE.

Sayang, niatan Oppo ini disampaikan pada kondisi yang kurang baik. Di mana antara Cina dan AS sedang tidak harmonis terkait tarif dan pernyataan keras AS tentang masalah keamanan atas Huawei. Lalu, ZTE sendiri sedang berusaha untuk bangkit kembali setelah menyelesaikan perselisihan dengan Departemen Perdagangan AS yang mengakibatkan sanksi yang menghancurkan.

Keyakinan Oppo untuk masuk ke pasar Amerika ini berkat OnePlus yang sudah lebih dahulu bisa menapakan kaki. Semua berawal tahun lalu ketika OnePlus memperoleh kesepakatan dengan T-Mobile, operator di Amerika untuk menyediakan smartphone terjangkau tapi canggih. Yang akhirnya membuat OnePlus bisa sukses di negara bagian AS. Dan perusahaan ini baru saja dinobatkan sebagai vendor smartphone premium paling populer kelima di AS oleh IDC.

Lalu, keyakinan tersebut bertambah karena Oppo, OnePlus dan Vivo ini sama-sama dimiliki oleh konglomerat Cina bernama BKK Electronics. Walau demikian, Wu menekankan bahwa Oppo dan OnePlus dijalankan secara independen, termasuk juga menentukan beragam fitur yang akan dibenamkan dalam produk.

“Mereka bisa sangat besar, atau mereka bisa sangat kecil dan cantik, tetapi mereka harus memiliki fitur yang ditentukan sendiri,” kata Wu tentang dinamika antara Oppo, OnePlus dan Vivo.

Tetapi tidak dipungkiri oleh Wu bahwa para pemimpin ketiga merek tersebut memiliki hubungan yang erat satu dengan yang lain.

Itu sebabnya, Oppo berharap OnePlus dan pembuat ponsel Cina lainnya akan membuka jalan ke pasar Amerika.

Jadi, ketika Oppo benar-benar ingin invasi ke pasar Amerika, harus bisa menemukan identitasnya sendiri. OnePlus misalnya, dikenal sebagai Flagship killer yang menyediakan fitur yang biasa ditemukan pada handset mahal, dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun, Wu sendiri lebih ‘mengagumi’ strategi yang digunakan oleh pemimpin global, Samsung dan mengambil inspirasinya dari raksasa teknologi Korea tersebut ketika menyediakan smartphone dengan desain dan warna pada produk-produknya.

Ketimbang Huawei, yang memiliki tujuan agresif untuk menggantikan Samsung. Wu mengatakan dia lebih fokus pada produk daripada papan peringkat.

“Kami tidak pernah berpikir tentang ukuran pasar atau pangsa pasar atau bahkan keuntungan,” kata Wu. Prioritasnya lebih pada menciptakan ‘produk yang menarik’ bagi konsumen.

Sebagai informasi, menurut Counterpoint Research, selama kuartal terakhir tahun 2018, Oppo memiliki 8% pasar global, menempati posisi keempat di seluruh dunia. Di Tiongkok, Oppo meraih 21% pasar samrtphone pada kuartal keempat. Itu menempatkannya di posisi kedua, tepat di belakang vendor nomor satu Huawei dengan 23%. (RIZ/Icha)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU