spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Mitratel dan AALTO Kembangkan HAPS di Stratospace, Ini Targetnya!

Telko.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited (AALTO), anak perusahaan Airbus, resmi memperpanjang kolaborasi strategis mereka untuk pengembangan teknologi Stratospace di Indonesia.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona pada Senin (2/3), yang menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur telekomunikasi non-terestrial yang inovatif.

Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan konektivitas di seluruh nusantara, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur darat konvensional.

Dalam kerja sama ini, AALTO akan berperan sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace sekaligus operator Stratocraft. Layanan ini mencakup penempatan, pengoperasian, hingga pengelolaan solusi berbasis High Altitude Platform System (HAPS) yang beroperasi di lapisan stratosfer.

Sementara itu, Mitratel sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia sekaligus bagian dari TelkomGroup, akan memberikan dukungan penuh melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara.

Dukungan infrastruktur darat ini sangat krusial untuk memastikan operasional wahana HAPS dapat berjalan lancar dan terintegrasi dengan jaringan terestrial yang sudah ada. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih andal dan merata.

Perpanjangan kerja sama hingga Oktober 2027 ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam mengeksplorasi potensi teknologi dirgantara untuk kebutuhan telekomunikasi sipil.

Fokus utama dari kolaborasi ini adalah menghadirkan solusi konektivitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan geografis Indonesia yang unik sebagai negara kepulauan.

Solusi Konektivitas Daerah 3T dan Kebencanaan

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi besar TelkomGroup dalam membangun fondasi next generation infrastructure.

Teknologi HAPS dinilai memiliki potensi besar untuk melengkapi jaringan terestrial yang selama ini menjadi tulang punggung telekomunikasi nasional.

Content image for article: Mitratel dan AALTO Kembangkan HAPS, Internet dari Stratosfer untuk Indonesia

Menurut Seno, teknologi ini sangat relevan untuk mengatasi tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kemampuan HAPS untuk memancarkan sinyal dari ketinggian stratosfer memungkinkannya menjangkau area yang sulit ditembus oleh menara BTS biasa atau serat optik.

Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan akses informasi digital yang merata di seluruh pelosok negeri.

Selain pemerataan akses, Seno juga menyoroti keunggulan teknologi ini dalam situasi darurat. Solusi Stratospace dapat dimanfaatkan secara efektif ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan akibat bencana alam.

Dengan kemampuan deployment yang fleksibel, HAPS dapat mendukung proses pemulihan layanan komunikasi secara lebih cepat, memastikan koordinasi penanganan bencana dapat berjalan tanpa hambatan komunikasi.

TelkomGroup menegaskan akan mendukung kelanjutan inisiatif ini melalui serangkaian pengujian dan studi kelayakan yang komprehensif.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa implementasi teknologi canggih ini benar-benar siap secara teknis dan operasional sebelum digelar secara masif. Seno menekankan bahwa setiap tahapan adopsi teknologi akan dijalankan secara prudent atau penuh kehati-hatian.

Kepatuhan Regulasi dan Tata Kelola

Aspek kepatuhan terhadap hukum dan regulasi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kerja sama ini. Kedua perusahaan sepakat untuk menjunjung tinggi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG).

Hal ini mencakup pemenuhan seluruh ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia maupun yurisdiksi internasional yang terkait dengan pengoperasian wahana udara.

Mitratel dan AALTO berkomitmen untuk memastikan seluruh proses perizinan, persetujuan, serta dokumentasi dari instansi pemerintah dan lembaga terkait terpenuhi dengan lengkap.

Kepatuhan terhadap aturan regulasi sangat penting mengingat pengoperasian HAPS melibatkan penggunaan ruang udara dan frekuensi yang diatur ketat oleh negara. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran operasional jangka panjang dan mencegah potensi kendala hukum di kemudian hari.

Evaluasi potensi sinergi kedua pihak akan dilakukan melalui kajian menyeluruh. Kajian ini tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mencakup aspek bisnis, finansial, operasional, dan komersial.

Pendekatan holistik ini diperlukan untuk memastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan proyek Stratospace ini dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel) dan memberikan manfaat optimal bagi ekosistem digital nasional.

Teknologi Zephyr dan Direct-to-Device

CEO AALTO, Hughes Boulnois, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap kerja sama ini, terutama di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace secara global.

AALTO mengandalkan teknologi Zephyr, sebuah wahana udara tanpa awak bertenaga surya yang mampu terbang di stratosfer selama berbulan-bulan.

Keunggulan utama Zephyr terletak pada kemampuannya menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat pengguna atau direct-to-device. Fitur ini memungkinkan pengguna ponsel standar untuk mendapatkan sinyal langsung dari wahana di angkasa tanpa memerlukan perangkat keras tambahan yang rumit.

Teknologi ini membuka peluang besar untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses infrastruktur darat.

Bagi AALTO, kawasan Asia-Pasifik, khususnya Indonesia, merupakan pasar strategis bagi pertumbuhan perusahaan. Wilayah ini dianggap sebagai bagian penting dari evolusi konektivitas global.

Kemampuan untuk menyediakan jaringan yang andal di negara kepulauan seperti Indonesia akan menjadi pembuktian keandalan teknologi HAPS dalam skala luas.

CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menambahkan bahwa sinergi antara infrastruktur menara yang dimiliki Mitratel dan teknologi HAPS dari AALTO diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara signifikan.

Kolaborasi ini memberikan landasan yang kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang, demi mendukung ketahanan sistem telekomunikasi nasional.

Kerja sama yang telah terjalin sejak 2023 ini kini memasuki babak baru yang lebih konkret. Dengan diperpanjangnya MoU, Mitratel dan AALTO akan terus mematangkan potensi integrasi teknologi ini sebagai solusi masa depan untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Inovasi seperti koneksi satelit dan HAPS diprediksi akan menjadi kunci dalam menutup kesenjangan digital di tanah air. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU