spot_img
Latest Phone

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

ARTIKEL TERKAIT

Lebih dari 700 Juta Orang Online di China

Telko.id – Jumlah pengguna web di Cina, yang sebelumnya sudah menjadi yang terbesar di dunia – dilaporkan regulator setempat telah meningkat lebih dari 700 juta. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengubah internet menjadi pendorong pertumbuhan baru.

Cina telah memiliki 710 juta pengguna internet, dalam artian mereka yang sudah online setidaknya sekali dalam enam bulan terakhir, naik 3,1 persen dari akhir Desember. Demikian disampaikan China Internet Network Information Center (CNNIC) dalam sebuah pernyataan.

Jumlah ini lebih dari dua kali lipat jumlah orang di Amerika Serikat dan berarti lebih dari setengah dari populasi nasional terbesar di dunia kini menggunakan internet.

Menurut laporan Phys, Kamis (4/8), Beijing memberlakukan kontrol ketat pada konten online, sementara e-commerce adalah bagian penting dari upaya untuk mengubah ekonomi menjadi salah satu yang lebih didorong oleh permintaan konsumen.

Pemerintah mendorong apa yang disebut “internet plus” yang bertujuan untuk memperluas penerapan teknologi secara online di industri sebagai bagian dari upaya untuk modernisasi.

CNNIC mengatakan bahwa 92,5 persen pengguna Cina online melalui ponsel mereka.

“Gaya hidup sosial yang dibentuk oleh mobile internet dikembangkan lebih lanjut dan proyek internet plus memfasilitasi pemerintah dan perusahaan dalam diversifikasi dan mobilisasi layanan mereka,” kata CNNIC.

Namun jumlah pengguna pedesaan tetap rendah, yakni kurang dari sepertiga dari total, mengingat penduduk di pedesaan tidak memiliki pengetahuan tentang komputer atau internet, atau tidak tertarik.

Beberapa perusahaan teknologi Cina, seperti Alibaba, telah menjadi raksasa multi-miliar dolar dalam beberapa tahun terakhir menyusul pesatnya kemajuan populasi online di negara itu. Pada saat yang sama Beijing memblokir situs yang dianggap sensitif secara politik dalam sistem yang dijuluki “Great Firewall of China”, dan perusahaan media sosial menyensor konten yang dibuat pengguna.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU