spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Konsolidasi Menjadi Jalan Keluar Bagi dua Operator Ini

Telko.id – Axiata Group dan Bharti Airtel telah menandatangani kesepakatan untuk menggabungkan operasi mereka di Bangladesh untuk menciptakan operator dengan basis pelanggan gabungan menjadi sekitar 40 juta pelanggan.

Berdasarkan kesepakatan itu, Robi Axiata dan Airtel Bangladesh akan menggabungkan aset mereka untuk menciptakan operator terbesar kedua di Bangladesh setelah Grameenphone.

Perusahaan gabungan ini akan memiliki jangkauan jaringan terluas dibandingkan dengan operator manapun di bangladesh dan memiliki posisi yang lebih kuat di segmen mobile internet, seperti dilansir dari Telecom Asia (29/1).

Axiata akan memiliki pengendalian sekitar 68,3% di perusahaan gabungan, sementara Bharti Airtel akan memegang 25% dan 6,7% sisanya akan dimiliki oleh pemegang saham yang ada yakni NTT DoCoMo dari Jepang.

Sekedar informasi, Airtel dan Axiata pertama kali memasuki negosiasi mengenai merger potensial di Bangladesh pada bulan September tahun lalu.

“Sektor Bangladesh sangat kompetitif dan penuh sesak dengan perusahaan telekomunikasi, dan konsolidasi menjadi salah satu jalan keluarnya, kami percaya merger ini akan membentuk skala ekonomi yang lebih besar untuk kedua kelompok,” kata CEO Robi Axiata, Supun Weerasinghe.

Supun menambahkan, konsolidasi ini juga akan menghasilkan kapasitas investasi bersama dari dua pemain industri terkemuka untuk mengoptimalkan strategi dan memberikan nilai tambah bagi konsumen dan memberikan manfaat industri pada umumnya.

Di Indonesia sendiri, sejatinya konsolidasi ini juga menjadi salah satu cara dan target dari Menkominfo Rudiantara pada tahun 2019 mendatang untuk mencapai skala ekonomi di Industri Telekomunikasi.

Faktor efisiensi juga menjadi salah satu alasan dari keinginan Chief RA untuk menyelenggarakan konsolidasi antar operator seluler. Menurut rumor yang beredar, Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 adalah dua operator yang akan melakukan konsolidasi. Namun, baik Indosat dan 3 masih bungkam mengenai hal ini.

spot_img

ARTIKEL TERBARU