spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Keukeh, Microsoft Tetap Sasar Militer untuk HoloLens 2

Telko.id, JakartaMicrosoft resmi memperkenalkan HoloLens 2. Ada dua hal yang dijanjikan perusahaan dari generasi terbaru perangkat Mixed Reality buatannya itu, lebih nyaman dan mudah digunakan serta memiliki visualisasi lebih baik.

Menurut laporan Engadget, HoloLens 2 dibanderol dengan harga USD 3.500 atau sekitar Rp 49 jutaan. Ketika menggunakan headset ini, pengguna akan melihat gabungan antara dunia nyata dengan gambar virtual.

Sebagai contoh, ketika sedang memperbaiki sesuatu, pengguna bisa melihat cara untuk memperbaikinya. Atau, pengguna bisa melihat panah penunjuk arah ketika sedang berjalan.

{Baca juga: Karyawan Microsoft Protes Proyek Headset AR untuk Militer AS}

Microsoft adalah perintis teknologi Augmented Reality ketika memperkenalkan HoloLens pertama pada 2015 silam. Ketika itu, mereka membandrolnya USD 5.000 atau Rp 70 jutaan. Harga yang ditawarkan HoloLens ini terhitung sangat mahal jika dibandingkan dengan headset Virtual Reality buatan para pesaing.

Sebagai perbandingan, Oculus Rift dihargai USD 349 atau Rp 4,9 juta, HTC Vive membawa banderol harga USD 499 atau Rp 7 juta, sedangkan Sony PlayStation VR memiliki harga USD 299 atau Rp 4,2 juta.

Memang, untuk menggunakan headset seperti HTC Vive, pengguna harus membeli komputer high-end. Meskipun begitu, total uang yang harus dikeluarkan tetap lebih murah ketimbang HoloLens.

{Baca juga: HTC Vive Pro McLaren Edition, Headset VR Penggila F1}

Apakah Microsoft berhenti mengembangkan HoloLes? Nyatanya tidak. Raksasa teknologi ini memilih tetap  memperbarui headset tersebut. Namun demikian, mereka tidak menyatakan HoloLens sebagai perangkat konsumen. Terbukti dari target pasarnya, dimana mereka menyasar perusahaan dan militer. Yep, Microsoft sepertinya tidak peduli meski banyak pegawainya merasa cukup keberatan dan melakukan protes.

“Komputer kini tertanam di semua hal dalam dunia kita. Masa depan sudah nyata,” kata CEO Microsoft, Satya Nadella, ketika memperkenalkan HoloLens 2 pada Mobile World Congress 2019 di Barcelona. [BA/IF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU