Ketika Keylogger Mengamcam Data Pribadi dan Online Pengguna

Telko.id – Meningkatnya tren belanja daring, sebagai dampak kian tingginya penggunaan perangkat mobile, secara tidak langsung memaksa institusi keuangan – dalam hal ini perbankan – untuk selalu mengedepankan aspek keamanan. Hal ini dikarenakan aspek tersebut – keamanan data dan online – menjadi perhatian utama para konsumen dalam bertransaksi online.

“60 persen dari pengguna khawatir mereka mungkin sedang dimata-matai melalui perangkat mereka, termasuk dipantau melalui webcam,” kata Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager KLab SEA Indonesia di Jakarta, Selasa (29/3).

Ia pun mengungkap survei terbaru yang dilakukan Kaspersky Lab kepada lebih dari 11.000 konsumen terkait tren belanja online ini. Dimana berdasarkan survei tersebut, ditemukan bahwa lebih dari setengah (58%) responden akan menghindari untuk menggunakan penyedia jasa keuangan yang baru-baru ini mengalami insiden keamanan data.

Sementara 59 persen konsumen mengaku bahwa mereka akan memilih penyedia jasa keuangan atau bertransaksi dengan toko online semata-mata atas dasar langkah-langkah keamanan tambahan yang ditawarkan, untuk melindungi uang serta data-data pribadi yang bersifat sensitif.  Tentu saja, agar tidak dicuri dan digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Dony, ada banyak cara dilakukan peretas untuk untuk bisa mencuri data pribadi seseorang, dalam hal ini pengguna, salah satu cara yang paling simpel adalah dengan menggunakan sebuah software bernama keylogger.

Keylogger atau perekam ketikan sendiri merupakan sebuah perangkat baik perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol papan ketik. Sebuah perekam ketikan biasanya akan menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol papan ketik tersebut ke dalam sebuah berkas cecatat (log file). Beberapa perekam ketikan tertentu bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke surel tertentu secara berkala.

“Kalau dulu keylogger ini hanya berbentuk software, kini keylogger bahkan banyak dijual di toko-toko. Bentuknya seperti USB,” ungkapnya.

Dony menjelaskan, ada beberapa cara keylogger dapat menyebar di perangkat pengguna, salah satunya adalah ketika pengguna membuka file yang dilampirkan ke email dan menginstalnya.

“Keylogger dapat diinstal melalui naskah halaman web yang mengeksploitasi kerentanan browser. Program ini akan secara otomatis diluncurkan ketika pengguna mengunjungi situs yang terinfeksi,” imbuhnya.

Related Articles

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0