spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Jerman Desak Hapus DeepSeek, Dianggap Langgar Privasi

Telko.id – Pemerintah Jerman meminta raksasa teknologi Apple dan Google untuk menghapus aplikasi kecerdasan buatan asal Tiongkok, Deepseek, dari toko aplikasi mereka. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Meike Kamp, Komisioner Perlindungan Data Jerman, yang menyebut bahwa DeepSeek diduga tidak mematuhi standar perlindungan data Uni Eropa.

Langkah ini diambil karena kekhawatiran serius terkait perlindungan data pribadi pengguna di wilayah Eropa, khususnya Jerman.

Dalam kebijakan privasinya, DeepSeek menyatakan bahwa data pengguna, termasuk permintaan yang dikirimkan ke AI dan dokumen yang diunggah, disimpan di server yang berlokasi di Tiongkok.

“Transfer data pengguna ke China oleh DeepSeek tidak sah. Otoritas China memiliki ahak akses yang luas terhadap data pribadi dari perusahaan domestik, sementara pengguna di China tidak memiliki perlindungan hukum yang setara dengan di Uni Eropa.” kata Kamp seperti dilansir lama Euronews, Minggu (29/6/2025).

“DeepSeek belum mampu memberikan bukti meyakinkan kepada kantor saya bahwa data pribadi warga Jerman terlindungi dengan standar yang setara dengan regulasi Uni Eropa.” kata Kamp dalam penyataan resminya, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/6/2025).

Kekhawatiran utama terletak pada kemungkinan akses pemerintah Tiongkok terhadap data yang dikumpulkan oleh DeepSeek.

Baca juga:

Kamp juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan kepada platform tersebut sejak Mei lalu untuk memenuhi ketentuan transfer data lintas negara di luar UE, atau secara sukarela menarik aplikasinya dari pasar Jerman. Namun,hingga sekarang belum itikad baik untuk dilakukan oleh platform tersebut.

Selain Jerman, Italia telah lebih dulu melarang aplikasi tersebut. Otoritas Italia memblokir dua perusahaan pengembang aplikasi ini setelah perusahaan menolak memenuhi permintaan informasi soal pengelolaan data warga Italia

Google dan Apple yang telah didesak segera mengevaluasi keberadaan aplikasi tersebut di toko mereka masing – masing. Meskipun belum ada tenggat waktu yang ditetapkan secara resmi, tekanan ini menandai meningkatnya kewaspadaan Eropa terhadap aplikasi asing yang berpotensi melanggar privasi data warganya.

Google mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan dari otoritas Jerman dan saat ini sedang meninjaunya. Sementara itu, pihak DeepSeek belum memberikan komentar resmi dan Apple belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU