spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

China Ajukan 200 Ribu Satelit Internet, Tantang Starlink

Telko.id – China disebut tengah memperluas jaringan satelit internet di orbit rendah Bumi di tengah persaingan dengan Starlink milik SpaceX.

Tak main-main, China telah mengajukan rencana peluncuran lebih dari 200.000 satelit internet ke International Telecommunication Union (ITU), badan PBB yang mengatur alokasi frekuensi dan slot orbit.

Seperti yang dikutip dari South China Morning, Senin (12/1/2026) berkas-berkas pendaftaran tersebut diajukan pada akhir Desember 2025 oleh sejumlah kelompok industri satelit China.

Rencana besar itu dipimpin oleh institusi baru bernama Institute of Radio Spectrum Utilisation and Technological Innovation, yang menyertakan dua proyek besar bernama CTC-1 dan CTC-2, masing-masing dirancang mencakup 96.714 satelit.

Langkah ini muncul bersamaan dengan kritik Beijing terhadap kegiatan Starlink, jaringan satelit internet milik SpaceX yang dipimpin Elon Musk. China menuduh konstelasi satelit asing seperti Starlink ‘memadati sumber daya orbital bersama’, meskipun tidak ada bukti kebocoran atau insiden secara langsung yang diumumkan.

Baca juga:

Starlink sendiri masih dalam proses perluasan besar-besaran. Otoritas komunikasi AS, Federal Coomunications Commision (FCC), baru-baru ini menyetujui rencana peluncuran 7.500 unit satelit Starlink generasi kedua yang harus sudah berada di orbit pada akhir 2031. Dengan persetujuan tersebut, total satelit Starlink bisa mencapai 15.000 unit, sementara aplikasi untuk sisanya dari izin 30.000 unit satelit masih menunggu keputusan.

Persaingan ini terjadi di tengah ketatnya alokasi frekuensi radio dan slot orbit rendah bumi, yang jumlahnya terbatas. Karena sumber daya ini bersifat terbuka untuk semua negara dan perusahaan, siapapun yang lebih dulu mengajukan dan mendapatkan persetujuan dari ITU dapat memiliki prioritas dalam penggunaan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, China memang memperkuat upayanya untuk mengejar ketertinggalan dari program satelit AS. peningkatan aktivitas peluncuran, pembangunan fasilitas manufaktur satelit dan perencanaan megakonstelasi seperti yang diajukan kini menunjukkan ambisi Beijing untuk menjadi pemain utama dalam era internet global berbasis ruang angkasa.

Namun, langkah tersebut juga meningkatkan potensi persaingan dan tantangan dalam pengaturan ruang luar yang aman berkelanjutan, mengingat kepadatan satelit yang sangat tinggi dapat memperbesar risiko tabrakan dan gangguan frekuensi bagi operator lain di orbit tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU