spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Broadcom Pinang Qualcomm Senilai Rp.1.755 Triliun

Telko.id – Awal bulan ini, Broadcom Ltd mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Qualcomm senilai US$ 105 miliar. Jika sampai kejadian, maka aksi koprporasi ini akan menjadi sejarah karena merupakan akuisisi terbesar dibidang teknologi panda tahun ini.

Dalam penawarannya, Broadcom mengajukan penawaran harga akuisisi senilai US$ 70 per saham secara tunai plus saham. Harga tersebut lebih tinggi 28% dari harga Qualcomm, 2 November lalu, sebelum Bloomberg pertama kali melaporkan rencana akuisisi ini.

Secara total, harga akuisisi Qualcomm bisa mencapai US$ 130 miliar bila memasukkan utang bersih senilai US$ 25 miliar. Dengan kata lain, akuisisi Qualcomm senilai Rp 1.755 triliun (kurs US$ = Rp 13.500).

Sebenarnya, akuisisi ini akan sangat menarik perhatian. Pasalnya, dengan penggabungan ini maka Broadcom akan menjadi produsen chipset terbesar ketiga di dunia sesudah Intel Corp dan Samsung Electronics Co.

Industri smartphone pun akan semakin menggeliat karena chipset hasil produksi Broadcom dan Qualcomm itu rencananya akan digunakan untuk smartphone. Kombinasi kedua perusahaan itu diniali bisa menghasilkan sinergi yang kuat dan menciptakan bisnis nirkabel yang dominan.

“Perusahaan gabungan juga bisa menjadi pemimpin bisnis semikonduktor global yang kuat secara keseluruhan,” kata Mike Walkley, analis Canaccord Genuity.

Walaupun memiliki prospek yang menjanjikan, sumber Bloomberg mengatakan, Qualcomm tidak tertarik dengan penawaran tersebut. Qualcomm menilai usulan akuisisi itu hanya langkah oportunis untuk membeli produsen chipset dengan harga murah. Sumber itu menambahkan, Qualcomm meminta pemegang saham tidak menerima penawaran akuisisi Boardcom.

Walau demikian, dalam keterangan tertulis, Senin (6/11), Qualcomm menyatakan akan mempertimbangkan proposal dari Broadcom tersebut. Qualcom juga akan mengambil tindakan demi kepentingan terbaik bagi para pemegang saham.

Nilai penawaran Broadcom atas Qualcomm setara dengan 21,2 kali laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA). Menurut data Bloomberg, penawaran tersebut lebih rendah dari transaksi di industri serupa yakni sebesar 22,5 kali EBITDA.

Dalam tiga tahun terakhir, Broadcom tercatat cukup rajin melakukan konsolidasi. Sebelumnya, Broadcom mengambil alih bisnis chipset Hewlett Packard.

“Transaksi ini melengkapi perusahaan gabungan sebagai pemimpin komunikasi global dengan portofolio teknologi dan produk yang mengesankan,” ujar Hock Tan, Presiden dan CEO Broadcom.

Tan menambahkan bahwa keunggulan terbesar Qualcomm saat ini adalah lisensi teknologi telepon genggam di seluruh dunia. Tapi saat ini, Qualcomm tengah bersengketa dengan Apple Inc, salah satu konsumen terbesarnya. Nah, kasus ini bisa membuat Apple berpaling dari chipset buatan Qualcomm. (Icha)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU