spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Bos Smartfren: Konsolidasi Seperti Orang Mau Nikah

Telko.id, Jakarta Smartfren masih menunggu kebijakan dari pemerintah terkait konsolidasi. Pasalnya melakukan konsolidasi antar perusahaan seperti menjalin pernikahan sehingga perlu pendekatan yang intens.

Menurut Direktur Utama Smartfren Merza Fachys, setelah aturan konsolidasi dibuat, maka operator bisa melakukan Pendekatan atau PDKT dengan operator lain untuk mempelajari kebijakan tersebut.

“Pertama kita tunggu dulu seperti apa regulasinya. Kedua baru mulai ada PDKT yang menyesuaikan aturan itu bagaimana atau mau kemana. Setelah PDKT masih banyak lagi possibility-nya,” kata Merza di Jakarta Selasa (21/05/2019).

{Baca juga: Smartfren akan Uji Coba 5G di Kawasan Marunda}

Ibarat ingin menjalin pernikahan kedua belah pihak harus mau membuka diri mengenai kondisi masing-masing. Di tahap tersebut maka keduanya akan memutuskan apakah mereka akan melakukan konsolidasi atau tidak.

“Di titik itu aja masih ada kemungkinan enggak jadi tunangan, belum kawin ini ngomongnya. Lah ini semua masih panjang perjalannya, jadi terlalu dini lah untuk menanyakan satu kesimpulan siapa dengan siapa nanti yang menikah,” jelas Merza.

Menurut Merza, konsolidasi adalah gagasan harus dikaji dengan baik. Merza menyarankan jika pihak operator seluler melakukan studi yang komprehensif untuk memastikan konsolidasi bisa menguntungkan bagi semua pihak.

“Ini masih dalam proses. Jadi jangan tanya kesimpulannya, bagaimana prosesnya. Ini dia prosesnya sedang kita jalani. Mulai dari aturannya dibuat, kemudian study dengan aturan, baru nanti buka-bukaan isi perut siapa dengan siapa bisa dikawinkan,” ungkap Merza.

{Baca juga: Mudik Lebaran, Smartfren Prediksi Trafik Data Naik 25%}

Merza juga menyambut baik langkah Kominfo dalam mendorong konsolidasi untuk membuat bisnis telekomunikasi yang lebih sehat. Namun Kominfo perlu mempertimbangkan berbagai macam aspek supaya konsolidasi bisa menguntungkan banyak pihak.

“Jadi ini semua aspek-aspek yang menjadikan industri ini yang harus dilihat dari segala sudut tadi untuk kemudian bisa menentukan ‘oh sebaiknya nanti konsolidasinya seperti apa,’” tutupnya. [NM/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU