Telko.id – Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, mulai menguji penggunaan robot humanoid di pabrik kendaraan listriknya sebagai bagian dari upaya otomatisasi industri.
Robot yang memiliki bentuk menyerupai manusia ini ditempatkan di lini produksi untuk membantu menjalankan sejumlah pekerjaan mekanis sederhana, seperti memasang mur pada komponen kendaraan serta memindahkan material ke jalur perakitan.
Dalam tahap awal pengujian, Xiaomi mengerahkan dua unit robot humanoid yang bekerja bersama pekerja manusia. Langkah ini menandai upaya Xiaomi untuk memanfaatkan teknologi robotika canggih dalam meningkatkan efisiensi manufaktur.
Pada acara Mobile World Congress (MWC) yang digelar di Barcelona, Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menjelaskan bahwa robot-robot tersebut mampu menyelesaikan hingga 90 persen tugas tertentu dalam waktu sekitar tiga jam selama uji coba operasional.
Meskipun demikian, integrasi robot dengan lini produksi bukanlah hal mudah, karena sistem robot harus mampu mengikuti ritme kerja pabrik yang sangat cepat.
Baca Juga:
- Xiaomi Pad 8 Series, Tablet Tipis Berbekal Snapdragon 8 Elite
- Xiaomi 17 Series dan Leitzphone Resmi Hadir, Bawa Standar Baru Fotografi
Di fasilitas produksi Xiaomi, satu mobil baru dapat keluar dari jalur perakitan setiap 76 detik. Robot humanoid yang sedang diuji ini diklaim mampu mengikuti kecepatan tersebut, sehingga berpotensi membantu pekerjaan berulang yang membutuhkan konsistensi tinggi.
Namun, Xiaomi menegaskan bahwa teknologi ini masih berada dalam tahap eksperimen dan belum menjadi bagian resmi dari proses produksi. Lu Weibing bahkan menyebut robot tersebut masih berperan seperti “pekerja magang” yang sedang belajar memahami proses kerja di pabrik.
Xiaomi sendiri bukan pendatang baru di bidang robotika. Pada 2022 perusahaan ini pernah memperkenalkan robot humanoid bernama CyberOne, yang dirancang untuk menunjukkan kemampuan persepsi lingkungan dan interaksi manusia-robot.
Meski belum dipasarkan secara komersial, teknologi tersebut menjadi dasar pengembangan robot industri yang kini diuji di fasilitas manufaktur Xiaomi.
Penerapan robot humanoid di pabrik juga mencerminkan tren yang semakin berkembang di industri manufaktur global. Banyak perusahaan teknologi dan otomotif mulai mengeksplorasi penggunaan robot dengan bentuk tubuh manusia karena dinilai lebih fleksibel dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja yang sebelumnya dirancang untuk manusia.
Jika pengujian ini berhasil, robot humanoid berpotensi mengambil alih pekerjaan fisik berulang di pabrik sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.
Namun untuk saat ini, implementasinya masih dalam tahap awal, dan perusahaan masih terus mempelajari bagaimana robot tersebut dapat bekerja secara stabil di lingkungan industri yang kompleks.


