Telko.id – Xiaomi telah menyelesaikan proses distribusi besar-besaran HyperOS 3, dengan sekitar 90% perangkatnya telah menerima update berbasis Android 15 tersebut.
Perusahaan mengonfirmasi bahwa hanya tersisa sejumlah kecil model yang masih dalam antrian untuk mendapatkan update over-the-air (OTA) final, menandai akhir dari fase roll-out yang dimulai sejak September 2025.
Kecepatan deployment software ini dinilai sangat impresif, mengingat cakupan perangkat Xiaomi yang sangat luas, dari flagship hingga model entry-level.
Strategi ini merupakan bagian dari upaya Xiaomi membangun ekosistem terintegrasi melalui Xiaomi HyperConnect, yang bertujuan memastikan integrasi perangkat keras dan lunak yang mulus tanpa fragmentasi.
Daftar perangkat yang masih menunggu update final mencakup berbagai seri, termasuk beberapa model yang awalnya dipasarkan dengan merek Redmi di China dan kini mendapatkan update sebagai seri POCO atau Xiaomi T di pasar global.
Perangkat seperti Xiaomi 12, 12 Pro, 12S Ultra, serta model dari lini POCO seperti F5 dan F5 Pro, serta Redmi 15 termasuk dalam daftar penyelesaian ini.
HyperOS 3 membawa sejumlah peningkatan signifikan, termasuk fungsionalitas AI mutakhir dan antarmuka baru yang diinspirasi oleh kesederhanaan iOS.
Update ini juga menitikberatkan pada keamanan dan optimasi antarmuka, dengan siklus pembaruan yang jauh lebih cepat dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kecepatan ini menjadi nilai jual yang membantu Xiaomi tetap kompetitif di pasar smartphone yang padat.
Baca Juga:
Bagi pengguna yang ingin memeriksa status update perangkat mereka, Xiaomi menyediakan hub khusus yang dapat diakses publik.
Melalui HyperOS 3 Status Page, pengguna dapat melacak progres update untuk model tertentu, termasuk yang masih dalam tahap alpha dan beta. Informasi ini memberikan transparansi dan kepastian kepada konsumen mengenai jadwal penerimaan update.
Selain itu, tersedia aplikasi utilitas bernama MemeOS Enhancer di Google Play Store. Aplikasi ini dirancang untuk penggemar yang ingin mengakses fitur-fitur tersembunyi di perangkat Xiaomi, melakukan update manual aplikasi sistem, serta menerima pembaruan lebih awal.
Keberadaan alat semacam ini menunjukkan pendekatan Xiaomi yang melibatkan komunitas dalam pengembangan software-nya.
Kesuksesan rollout HyperOS 3 ini tidak terlepas dari komitmen Xiaomi dalam menyediakan dukungan perangkat lunak jangka panjang.
Update besar yang berbasis Android 15 ini menjadi fondasi untuk pengalaman pengguna yang lebih kohesif di seluruh portfolio produknya, termasuk smartphone dan tablet seperti Xiaomi Pad dan Redmi Pad SE.
Pencapaian ini sekaligus menjadi persiapan untuk siklus update berikutnya. Dengan mayoritas perangkat telah beralih ke HyperOS 3, fokus pengembangan dapat bergeser ke penyempurnaan dan persiapan untuk versi HyperOS di masa depan.
Beberapa model flagship terbaru, seperti yang tercakup dalam Xiaomi 15T Series, diharapkan dapat menerima dukungan update yang konsisten.
Langkah Xiaomi ini mendapat perhatian mengingat tantangan update software di industri Android seringkali diwarnai dengan keterlambatan dan fragmentasi.
Kemampuan Xiaomi untuk mendistribusikan update besar ke sebagian besar portofolionya dalam kurun waktu relatif singkat menunjukkan peningkatan kapabilitas teknis dan logistik perusahaan. Hal ini sejalan dengan upaya mereka untuk mengejar ketertinggalan dalam hal dukungan software dibandingkan pesaing utama.
Implikasi dari penyelesaian rollout ini adalah meningkatnya konsistensi pengalaman pengguna di ekosistem Xiaomi. Dengan basis software yang lebih seragam, integrasi antar perangkat Xiaomi melalui HyperConnect diharapkan menjadi lebih optimal.
Pengguna juga dapat mengharapkan keamanan yang lebih baik berkat pembaruan patch keamanan yang lebih cepat, sebagaimana yang dijanjikan dalam siklus update yang dipercepat.
Bagi pengguna yang perangkatnya termasuk dalam daftar akhir, disarankan untuk secara berkala memeriksa pengaturan sistem untuk update OTA atau memantau pengumuman resmi.
Proses update di tahap akhir ini biasanya berjalan lancar, mengingat mayoritas masalah teknis telah diidentifikasi dan diselesaikan selama fase roll-out massal sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Xiaomi 14 Ultra, update global biasanya mengikuti pola yang terstruktur.
Dengan ditutupnya chapter besar rollout HyperOS 3 ini, Xiaomi mengalihkan sumber dayanya untuk pengembangan fitur dan optimasi berkelanjutan.
Fokus berikutnya kemungkinan adalah menyempurnakan fitur AI dan stabilitas sistem, sekaligus mempersiapkan landasan untuk adopsi Android versi berikutnya.
Pembaruan seperti HyperOS 3 update November yang membawa fitur AI Foto dan Super Island adalah contoh dari penyempurnaan berkelanjutan tersebut.
Penyelesaian proyek update besar ini menegaskan posisi Xiaomi sebagai salah satu vendor yang aktif dalam menghadirkan pembaruan software kepada basis pengguna yang luas.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pengguna dan nilai produk Xiaomi di pasar, di tengah persaingan yang semakin mengedepankan pengalaman software yang mulus dan dukungan jangka panjang. (Icha)


