spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Xiaomi MIX Alpha, Fondasi Smartphone Masa Depan Hingga 2030

Telko.id – Xiaomi MIX Alpha, konsep smartphone dengan rasio layar 180,6% yang diluncurkan pada 2019, kini dipandang sebagai fondasi utama bagi visi perangkat komputasi masa depan perusahaan.

Menurut analisis internal, inovasi dari ponsel konsep tersebut membuka jalan menuju era di mana perangkat utama pengguna akan berbentuk selembar kaca pintar transparan pada tahun 2030.

MIX Alpha, yang pernah dijual dengan harga sekitar 2.800 dolar AS di China, menampilkan desain “surround display” yang hampir sepenuhnya merupakan layar.

Bingkai terbuat dari paduan titanium dan strip belakang keramik yang diproses secara presisi. Konsep ini secara efektif menghilangkan kebutuhan akan bingkai samping dan tombol fisik, karena zona layar aktif dapat menggantikan fungsinya.

“Pendekatan konseptual MIX Alpha memberikan dasar inovasi untuk sepuluh tahun ke depan,” tulis sebuah laporan yang mengutip visi perusahaan.

Laporan tersebut menegaskan bahwa perangkat dapat berfungsi dengan sempurna tanpa kendala struktural tradisional, membuktikan bahwa masa depan perangkat keras akan memudar dan yang tersisa hanyalah layar.

Perjalanan menuju visi 2030 ini akan melalui beberapa fase mekanis yang menantang. Menjelang akhir 2026, Xiaomi diproyeksikan akan meluncurkan smartphone lipat tiga pertama yang dinamai “MIX”.

Perangkat ini dikabarkan akan memiliki layar fleksibel besar berukuran 11,5 inci dan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite generasi berikutnya.

Fase berikutnya, yang disebut “Project Zhuque”, digambarkan sebagai “langkah inovasi berikutnya” yang akan menghasilkan smartphone tanpa tombol dan tanpa port.

Proyek ini bertujuan untuk mengintegrasikan kamera di bawah layar dan kemampuan pengisian daya nirkabel mutakhir untuk mewujudkan konsep “kaca pintar” yang mulus.

Untuk mendukung perangkat transparan dengan desain all-screen, diperlukan kemampuan komputasi khusus yang melibatkan proyeksi cahaya dan antarmuka holografik. Kebutuhan ini akan dipenuhi oleh chipset XRING O1 buatan internal Xiaomi.

Chipset berproses 3nm dengan 19 miliar transistor ini dirancang untuk menangani beban kerja AI berat yang diproyeksikan akan muncul pada tahun 2030.

Flagship Xiaomi yang diramalkan hadir pada 2030 disebut-sebut akan menjadi perpaduan sempurna antara estetika MIX Alpha dan kemampuan komputasi XRING O1.

Hasilnya adalah sebuah perangkat di mana perangkat keras menjadi tidak terlihat, dan satu-satunya elemen yang terlihat adalah fungsionalitasnya.

Inovasi sistem operasi, seperti Xiaomi HyperOS, juga dianggap sebagai bagian dari milestone penting menuju tujuan tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan komitmen Xiaomi dalam mendorong batas-batas desain smartphone. Langkah strategis ini juga didukung oleh kinerja keuangan yang solid, seperti yang terlihat dari pencapaian pendapatan triliunan rupiah pada kuartal sebelumnya, yang memberikan ruang gerak untuk investasi dalam penelitian dan pengembangan jangka panjang.

Sementara fokus pada inovasi tinggi berlanjut, Xiaomi juga tetap memperkuat lini produk massalnya. Baru-baru ini, perusahaan mengonfirmasi kehadiran Redmi Note 14 Series di Indonesia, menunjukkan strategi ganda: mempertahankan pasar mainstream sambil bersiap untuk lompatan teknologi di masa depan.

Selain smartphone, ekspansi ke perangkat wearable dan AI juga terus digencarkan, termasuk persiapan untuk peluncuran kacamata AI yang dapat menjadi bagian dari ekosistem perangkat pintar masa depan.

Visi menuju smartphone transparan pada 2030 ini bukan hanya tentang menghilangkan komponen fisik, tetapi juga tentang mengubah fundamental interaksi antara pengguna dan teknologi.

Jika terwujud, konsep ini akan merevolusi cara kita menggunakan perangkat komputasi sehari-hari, menjadikannya lebih intuitif dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU