Telko.id – Pengguna perangkat Xiaomi, Redmi, dan POCO belakangan ini kerap menyuarakan keluhan di berbagai forum komunitas terkait hilangnya aplikasi MIUI Dialer klasik.
Banyak penggemar setia antarmuka Xiaomi yang merasa kecewa dan menganggap penggantian aplikasi bawaan tersebut ke Google Phone dan Google Messages sebagai sebuah penurunan kualitas.
Namun, keputusan produsen untuk melakukan migrasi ini bukan tanpa dasar yang kuat, melainkan sebuah langkah strategis untuk meningkatkan keamanan pengguna melalui fitur deteksi spam waktu nyata.
Pergeseran dari aplikasi kontak dan pesan bawaan Xiaomi yang kaya fitur ke ekosistem Google sering kali dipandang sebelah mata karena hilangnya antarmuka klasik dan fitur perekaman panggilan bawaan yang disukai pengguna.
Padahal, di balik tampilan yang dianggap mengganggu oleh sebagian pihak, aplikasi Google Phone dan Messages menyimpan lapisan keamanan canggih yang sering terabaikan.
Fitur yang disebut sebagai “Real-time Spam Detection” ini menjadi alasan utama mengapa transisi tersebut dipaksakan demi perlindungan pengguna yang lebih optimal.
Perbedaan mendasar terletak pada mekanisme pertahanan yang ditawarkan kedua platform. Aplikasi lawas Xiaomi umumnya mengandalkan definisi statis yang tersimpan secara lokal di perangkat untuk mengidentifikasi nomor asing.
Sebaliknya, ekosistem Google memanfaatkan basis data intelijen ancaman yang sangat besar dan didukung oleh teknologi cloud. Sistem ini bekerja secara diam-diam di latar belakang untuk memberikan perlindungan yang jauh lebih dinamis dibandingkan metode konvensional.
Mekanisme Perlindungan Google Phone
Aplikasi Google Phone dan Messages tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi standar, melainkan bertindak sebagai sistem pertahanan aktif bagi pengguna ponsel cerdas.
Dengan memanfaatkan basis data global, sistem ini mampu melakukan referensi silang terhadap panggilan masuk dengan jutaan nomor penipuan yang telah dilaporkan.
Proses ini terjadi secara real-time, memungkinkan perangkat untuk mengidentifikasi potensi penipuan sebelum pengguna sempat mengangkat telepon.
Selain identifikasi panggilan, ekosistem ini juga memiliki kemampuan untuk mengarantina ancaman yang masuk melalui pesan singkat.
Sistem secara otomatis akan mengalihkan muatan SMS berbahaya, seperti tautan phishing atau peringatan bank palsu, ke dalam kotak pasir tersembunyi berlabel “Spam & Blocked”.
Mekanisme ini mencegah pesan berbahaya tersebut memadati kotak masuk utama atau menipu pengguna untuk mengklik tautan yang berisiko meretas data pribadi.
Cara Mengaktifkan Fitur Anti-Spam
Agar fungsi keamanan ini berjalan maksimal, pengguna perlu memastikan bahwa protokol perlindungan telah aktif di perangkat mereka.
Seringkali, fitur ini belum terkonfigurasi secara otomatis atau tidak sengaja dinonaktifkan oleh pengguna. Berikut adalah langkah audit konfigurasi untuk memaksimalkan perlindungan di perangkat Xiaomi yang menggunakan layanan Google:
Untuk memblokir panggilan yang mengganggu, pengguna dapat membuka aplikasi Google Phone dan masuk ke menu pengaturan. Pilih opsi “Caller ID & spam”, lalu aktifkan fitur “Filter spam calls”.
Dengan langkah ini, ponsel akan secara otomatis memblokir nomor-nomor yang telah teridentifikasi sebagai risiko tinggi, sehingga gangguan dari penelpon spam dapat dicegah sepenuhnya tanpa dering.
Sementara itu, untuk membersihkan kotak masuk dari pesan sampah, pengguna dapat membuka aplikasi Google Messages. Ketuk ikon profil pengguna, pilih pengaturan pesan, lalu masuk ke menu “Spam protection”.
Pastikan opsi “Enable spam protection” dalam posisi menyala. Setelah aktif, analisis heuristik akan memindai setiap teks yang masuk dan memisahkan potensi ancaman tanpa memerlukan interaksi manual dari pengguna.
Langkah keamanan ini menjadi semakin relevan seiring dengan persiapan Xiaomi menggulirkan pembaruan sistem operasi terbaru.
Disarankan untuk tetap waspada dan memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia, sembari menunggu informasi lebih lanjut mengenai kelayakan perangkat mereka untuk pembaruan HyperOS 3.0 melalui aplikasi HyperOS Downloader. (Icha)


