spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Ekosistem Terbuka Jadi Kunci Home AI Samsung

Telko.id – Samsung Electronics memulai rangkaian acara Tech Forum di CES 2026 dengan menggelar diskusi panel yang mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas masa depan rumah pintar.

Forum bertajuk “When Everything Clicks: How Open Ecosystems Deliver Impactful AI” ini menekankan bahwa interoperabilitas dan ekosistem terbuka menjadi kunci untuk menghadirkan kecerdasan buatan (AI) rumah tangga yang lebih optimal, aman, dan berdampak nyata.

Dalam sesi yang digelar di The Wynn, Las Vegas, Nevada, pada 6 Januari 2026, para panelis sepakat bahwa era berikutnya dari kecerdasan rumah harus dibangun di atas kolaborasi lintas merek dan industri.

“Rumah adalah tempat paling personal dalam hidup kita, sehingga Home AI harus dipercayai, secara senyap, penuh hormat, dan dengan nilai yang benar-benar bisa dirasakan pengguna,” ujar Yoonho Choi, President & Chair of the Board Home Connectivity Alliance sekaligus Head of Strategic Alliances di Samsung Electronics.

Choi menambahkan bahwa hal ini membutuhkan interoperabilitas lintas brand, agar rumah dapat bekerja sebagai satu sistem yang kohesif, bukan sekadar kumpulan fitur terpisah.

Melalui kerja sama dengan HCA dan berbagai mitra industri, Samsung bertujuan mengubah keterbukaan menjadi hasil konkret berupa rumah yang lebih aman, rutinitas yang sederhana, serta penghematan energi yang terukur, yang dibangun atas dasar transparansi dan persetujuan pengguna.

Samsung menyoroti bahwa lebih dari 500 juta pengguna telah menjadi bagian dari komunitas SmartThings, menjadikannya salah satu ekosistem connected home terbesar di dunia.

Fondasi ini memungkinkan perusahaan merancang pengalaman AI yang terkoordinasi lintas perangkat dan layanan, sehingga nilai yang dihadirkan terasa alami dan intuitif bagi pengguna.

Michael Wolf, pendiri dan editor-in-chief The Spoon, yang hadir sebagai panelis, menekankan pentingnya menghadirkan manfaat nyata.

“Dalam konteks ini, tidak ada area yang memberikan manfaat lebih besar dibandingkan dapur yang terhubung secara menyeluruh, yang memungkinkan pengguna memahami isi kulkas mereka sekaligus terhubung dengan jaringan air dan pemanas, sehingga tercipta pemahaman yang lebih holistik dan memungkinkan tindakan pencegahan,” jelas Wolf.

Content image for article: Samsung Tekankan Ekosistem Terbuka untuk Home AI Optimal di CES 2026

Kolaborasi Lintas Industri Hasilkan Manfaat Terukur

Diskusi panel juga menggarisbawahi bagaimana ekosistem terbuka memungkinkan terciptanya manfaat yang terukur bagi konsumen melalui kemitraan strategis.

Samsung mencontohkan kolaborasinya dengan Hartford Steam Boiler (HSB) sebagai contoh pertama di industri tentang pemanfaatan data smart home secara bertanggung jawab untuk menghasilkan dampak finansial langsung.

“Kita berada pada titik di mana connected home dapat terintegrasi secara seamless ke dalam gaya hidup pengguna, yang kemudian membangun kepercayaan terhadap perangkat smart home dan menghadirkan manfaat langsung bagi konsumen,” ujar Jed Usich, Senior Vice President of Strategic Growth Solutions di HSB.

“Melalui kemitraan dengan Samsung, kami membangun jembatan ke industri asuransi yang mengubah datapoint sederhana menjadi penghematan nyata bagi konsumen,” ujar Jed Usich menambahkan.

Pendekatan kolaboratif semacam ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem yang berkelanjutan dan berdampak, di mana teknologi tidak hanya cerdas tetapi juga membawa nilai tambah yang konkret bagi pengguna akhir dan lingkungan sekitarnya.

Masa Depan Home AI: Manusiawi dan Terintegrasi

Sepanjang diskusi, para panelis menekankan bahwa kesuksesan Home AI terletak pada kemampuannya untuk terasa emosional dan menyatu secara alami ke dalam rutinitas sehari-hari.

Desain, pemahaman perilaku, dan storytelling dinilai memiliki peran krusial dalam menjadikan perangkat terhubung sebagai pendamping yang dapat diandalkan dan tidak intrusif.

Para ahli sepakat bahwa masa depan Home AI bergantung pada tiga pilar utama: interoperabilitas, penggunaan data yang bertanggung jawab, serta kolaborasi lintas industri.

Tujuannya adalah memastikan intelligent home dapat menghadirkan nilai nyata tanpa mengorbankan kepercayaan dan privasi pengguna.

Komitmen terhadap pengembangan ekosistem terbuka ini juga tercermin dalam berbagai inisiatif lain di industri teknologi, seperti yang dilakukan melalui program pengembangan bakat dan startup untuk mendorong inovasi berkelanjutan.

Samsung menyatakan akan terus fokus membangun ekosistem terbuka yang menjadikan connected living lebih sederhana, aman, dan bermakna.

Dengan lebih dari satu dekade kepemimpinan dalam connected living, Samsung berkeyakinan bahwa ketika semua perangkat dan layanan dari berbagai merek dapat terhubung dan bekerja selaras, Home AI akan benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari penggunanya.

Perjalanan membangun rumah pintar yang ideal, sebagaimana upaya membangun komunitas yang sehat dan berdaya, memerlukan fondasi kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU