Telko.id – Samsung secara resmi memperkenalkan jajaran laptop Galaxy Book6 terbarunya di ajang CES 2026. Seri ini, yang terdiri dari model Galaxy Book6, Galaxy Book6 Pro, dan Galaxy Book6 Ultra, menjadi yang pertama mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 3 generasi terbaru yang dibangun dengan teknologi node 18A (1.8nm).
Kombinasi chipset mutakhir dengan sistem pendingin yang ditingkatkan menjanjikan kinerja lebih tinggi, suhu lebih dingin, dan daya tahan baterai yang lebih panjang.
Dalam pengumumannya, Samsung menyoroti lompatan performa yang signifikan. Prosesor Intel Core Ultra Series 3 baru ini menawarkan hingga 16 core (P-core dan E-core) dengan janji peningkatan performa CPU hingga 60% dibanding generasi sebelumnya, didukung oleh Neural Processing Unit (NPU) 50 TOPS.
“Galaxy Book6 series menghadirkan pengalaman komputasi AI yang lebih powerful dan efisien berkat arsitektur Intel terbaru,” jelas pernyataan Samsung.
Seri ini menawarkan pilihan ukuran dan konfigurasi yang beragam. Model flagship, Galaxy Book6 Ultra, hanya tersedia dalam ukuran 16 inci. Sementara itu, Galaxy Book6 Pro dan model standar Galaxy Book6 hadir dalam pilihan layar 14 inci dan 16 inci.
Untuk segmen premium, Galaxy Book6 Pro dan Ultra menampilkan layar sentuh Dynamic AMOLED 2X yang dapat menyesuaikan refresh rate secara dinamis antara 30Hz dan 120Hz.
Layar pada Galaxy Book6 Ultra dilengkapi dengan Gorilla Glass dengan DXC yang menggabungkan ketahanan terhadap jatuh dan goresan dengan lapisan anti-reflektif, mengurangi pantulan permukaan hingga 75%.
Layar ini juga bersertifikasi True Bright 1300 dan True Black 0.0005 nits, dengan kecerahan puncak hingga 1.000 nits untuk konten HDR dan hingga 500 nits untuk SDR.
Kinerja Grafis dan Konfigurasi
Dari sisi grafis, Samsung memberikan fleksibilitas tinggi pada model Ultra. Pengguna dapat memilih konfigurasi dengan prosesor Core Ultra X9, 9, X7, atau 7 series.
Meski sudah dibekali iGPU Intel Arc yang diklaim 70% lebih cepat, opsi tambahan GPU diskrit Nvidia GeForce RTX 5060 atau 5070 dengan 8GB GDDR7 juga tersedia.
Konfigurasi memori pada model Ultra bervariasi; versi iGPU datang dengan RAM 32GB LPDDR5X, sedangkan versi dengan GPU Nvidia menawarkan pilihan 16GB, 32GB, atau 64GB.
Untuk penyimpanan, tersedia SSD PCIe berkapasitas 512GB, 1TB, atau 2TB, dilengkapi dengan slot ekspansi kosong. Galaxy Book6 Pro hadir dengan prosesor Intel Core Ultra X7, 7, atau 5, RAM 16GB/32GB LPDDR5X, dan SSD PCIe pra-instal 256GB/512GB/1TB. Model 16 inci juga memiliki slot ekspansi tambahan.
Sementara model dasar Galaxy Book6 menggunakan panel IPS LCD dengan kecerahan 350 nits, dapat dikonfigurasi dengan prosesor Core Ultra 7 atau 5 generasi sebelumnya, RAM 16GB/32GB LPDDR5X, serta opsi SSD 256GB/512GB/1TB dengan slot ekspansi untuk kedua ukuran.
Baca Juga:
Daya Tahan Baterai dan Desain Ringkas
Salah satu klaim utama Samsung adalah peningkatan daya tahan baterai. Model Pro dan Ultra dijanjikan dapat bertahan hingga 30 jam untuk pemutaran video dalam sekali pengisian daya, atau lima jam lebih lama dari pendahulunya. Galaxy Book6 Ultra mendukung pengisian cepat, mencapai 63% kapasitas hanya dalam 30 menit.
Secara rinci, Ultra memiliki baterai 80.20Wh dengan dukungan pengisian 100W (naik menjadi 140W untuk model dengan GPU Nvidia).
Galaxy Book6 Pro memiliki baterai 67.18Wh untuk model 14 inci dan 78.07Wh untuk model 16 inci, keduanya mendukung pengisian 65W via USB-C. Model standar dilengkapi baterai 61.20Wh dengan pengisian 45W.
Desain tetap menjadi perhatian. Seri ini dirancang ramping dan ringan, dengan Galaxy Book6 Pro sebagai yang paling tipis. Model 14 inci Pro setebal 11.6mm dengan berat 1.24kg, sedangkan model 16 inci setebal 11.9mm dan berat 1.59kg.
Galaxy Book6 Ultra memiliki ketebalan 15.4mm dengan berat 1.79kg (atau 1.89kg untuk konfigurasi GPU Nvidia). Opsi layar sentuh pada model tertentu menambah ketebalan dan berat.
Sistem pendingin yang baru dan canggih menjadi kunci stabilitas performa. Baik Pro maupun Ultra menggunakan chamber uap (vapor chamber) dengan sirip pendingin yang diklaim meningkatkan efisiensi pendinginan hingga 35% dibanding generasi Galaxy Book sebelumnya.
Kipas yang didesain ulang dengan inlet grill yang lebih besar juga berperan dalam meningkatkan aliran udara, menurunkan suhu, dan mengurangi kebisingan.
Di segmen audio, Galaxy Book6 Ultra unggul dengan sistem enam speaker yang terdiri dari dua tweeter yang menghadap ke atas dan empat woofer force-cancelling yang dipasang berpasangan untuk membatalkan getaran dan mengurangi distorsi, dengan dukungan Dolby Atmos.
Model Pro 16 inci memiliki sistem serupa dengan dua woofer, sementara model 14 inci menggunakan sistem dua speaker yang lebih dasar.
Konektivitas pada model Pro dan Ultra mencakup dua port Thunderbolt 4, satu USB-A, port HDMI 2.1 (mendukung 8K@60fps dan 5K@120fps), jack combo headphone/mikrofon, serta pembaca kartu SD.
Konektivitas nirkabel ditangani oleh Wi-Fi 7 (802.11be 2×2) dan Bluetooth 5.4. Model standar Galaxy Book6 menawarkan dua port USB-C, dua USB-A, port HDMI, jack audio, port Ethernet, dan slot microSD, dengan dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4.
Persaingan di pasar laptop performa tinggi semakin ketat dengan kehadiran Galaxy Book6 series. Vendor lain seperti ASUS ROG juga telah menguasai pasar dengan laptop gaming berbasis RTX 50 Series.
Di sisi lain, inovasi material dan ketahanan layar juga menjadi tren, seperti yang ditunjukkan Acer Swift Edge 14 AI dengan layar OLED Gorilla Glass.
Samsung berencana meluncurkan seri Galaxy Book6 di pasar terpilih pada akhir bulan ini, dengan informasi harga akan diumumkan bersamaan.
Model Enterprise Edition akan tersedia di pasar tertentu mulai April 2026. Kehadiran prosesor Intel 18A ini menandai babak baru persaingan chipset, menyusul langkah vendor seperti Qualcomm yang meluncurkan Dragonwing IQ-X Series untuk PC industri. (Icha)


