Telko.id – Samsung terus mengembangkan Galaxy AI menjadi lebih dari sekadar asisten pintar tunggal di ponsel, kini berubah menjadi ekosistem multi-agen yang memberi pilihan kepada pengguna untuk menggunakan berbagai AI yang saling melengkapi.
Pendekatan ini menghadirkan Perplexity AI sebagai salah satu agen AI yang terintegrasi dalam Galaxy AI, sehingga pengguna Samsung tidak hanya bergantung pada satu asisten baru seperti sebelumnya.
Kolaborasi ini membuat perangkat Galaxy — khususnya seri andalan terbaru seperti Galaxy S26 yang akan diumumkan dalam acara Unpacked — mampu menjalankan Perplexity langsung dari sistem.
Pengguna cukup mengucapkan “Hey Plex” atau menekan lama tombol samping untuk memanggil Perplexity, mirip dengan cara kita memanggil asisten suara lain seperti Bixby atau Google Assistant.
Perplexity berfungsi di tingkat sistem, bukan hanya di dalam aplikasi tersendiri, sehingga bisa membantu tugas lintas aplikasi seperti mencari informasi, mengatur catatan, atau mengatur jadwal tanpa harus membuka banyak aplikasi satu per satu.
Baca juga:
- Samsung Galaxy A07 5G Hadir Berbekal Baterai 6.000mAh dan AI
- Samsung Luncurkan Bixby Terbaru di One UI 8.5, Kontrol Perangkat Makin Intuitif
Pendekatan multi-agen ini lahir dari kecenderungan pengguna yang kini sering memakai beberapa AI berbeda sesuai kebutuhan , sehingga Samsung memilih untuk memberi harapan lebih daripada mengunci satu AI saja.
Dengan integrasi ini, Galaxy AI dapat “mengetahui konteks” perangkat dan aktivitas pengguna secara keseluruhan, sehingga respon dan bantuan yang diberikan terasa lebih natural dan relevan.
Secara teknis, integrasi Perplexity berarti AI ini tidak hanya bisa menjawab pertanyaan sederhana, tetapi juga berperan dalam alur kerja kompleks — seperti menelusuri data dari foto, kalender, pengingat, atau acara, lalu menghubungkannya dalam satu alur yang logistik tanpa perlu dipindahkan aplikasi. Ini menunjukkan bahwa Samsung ingin Galaxy AI berfungsi sebagai “orchestrator” kecerdasan buatan di seluruh ponsel , bukan sekadar chatbot biasa.
Bagi pengguna biasa, dampaknya terasa dalam bentuk kemudahan dan pilihan. Ketimbang dicakup pada satu asisten AI, pengguna bisa memilih agen yang dirasa paling cocok untuk setiap tugas, mulai dari mencari jawaban cepat hingga membantu langkah kerja yang lebih kompleks. Strategi ini juga menunjukkan arah Samsung dalam menjadikan AI bukan hanya fitur tambahan, melainkan bagian integral dari pengalaman sehari-hari di perangkat Galaxy.


