spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

RunSight: Kacamata AI Buatan Mahasiswa UI Jadi Duta Global Samsung

Telko.id – Inovasi teknologi aksesibilitas karya anak bangsa kembali mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) resmi terpilih sebagai satu dari sepuluh tim terbaik dunia yang menyandang gelar Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador.

Prestasi ini diraih berkat pengembangan RunSight, sebuah perangkat kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu penyandang tunanetra berolahraga lari dengan lebih aman.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bagaimana integrasi teknologi dan empati dapat melahirkan solusi yang berdampak luas.

President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menegaskan bahwa kehadiran Tim Labmino sebagai perwakilan Indonesia merupakan pengakuan dunia atas pendekatan inovasi yang berangkat dari konteks lokal.

Solusi ini dinilai berhasil dirancang dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan nyata para penggunanya di lapangan.

Samsung Solve for Tomorrow sendiri diposisikan sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide berdasarkan pengalaman riil.

Program ini mendorong peserta untuk membangun keterampilan digital sekaligus memanfaatkan teknologi guna menjawab tantangan di masyarakat. Harry Lee menyebutkan bahwa di Samsung, AI dipandang sebagai pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia, sebuah visi yang selaras dengan pengembangan kacamata AI canggih seperti RunSight.

Teknologi Inklusif untuk Pelari Tunanetra

RunSight lahir dari kepedulian Tim Labmino terhadap pelari dengan keterbatasan penglihatan. Sebagai pemenang Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025, tim ini mengembangkan perangkat yang mampu memberikan panduan suara secara real-time.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berlari dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi karena sistem akan memantau lingkungan sekitar dan memberikan instruksi navigasi yang akurat.

Pemanfaatan fitur AI pada RunSight menunjukkan bagaimana teknologi dapat membuka akses yang lebih luas dalam ruang olahraga. Selama ini, komunitas pelari dengan gangguan penglihatan sering kali kurang terlayani oleh inovasi teknologi wearable yang ada di pasaran.

Dengan adanya solusi ini, hambatan mobilitas saat berolahraga dapat diminimalisir secara signifikan melalui dukungan teknologi yang intuitif.

Content image for article: RunSight: Kacamata AI Buatan Mahasiswa UI Jadi Duta Global Samsung

Harry Lee menambahkan bahwa perubahan teknologi saat ini membentuk ekspektasi baru terhadap pengalaman digital. Teknologi diharapkan bekerja konsisten, responsif, dan menyatu dengan keseharian tanpa menuntut perhatian berlebih dari penggunanya.

Prinsip inilah yang diterapkan dalam RunSight, di mana teknologi bekerja di latar belakang untuk memberikan rasa aman bagi pelari, mirip dengan konsep kacamata atlet profesional namun dengan fokus pada aksesibilitas.

Dampak Global dari Inovasi Lokal

Perjalanan RunSight tidak berhenti setelah memenangkan kompetisi tingkat nasional. Tim Labmino harus melewati proses seleksi ketat di tingkat regional hingga akhirnya menembus panggung global.

Keberhasilan mereka masuk dalam jajaran SFT Global Ambassador membuktikan bahwa ide yang berangkat dari pengalaman sehari-hari dan kebutuhan yang kerap terabaikan memiliki potensi dampak yang masif.

Samsung melihat SFT sebagai titik temu antara teknologi, empati, dan masa depan generasi muda. Program ini dirancang sebagai proses belajar yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pematangan ide hingga siap diimplementasikan.

Harry Lee menekankan pentingnya menjaga ruang inovasi ini tetap terbuka agar generasi penerus dapat terus membentuk masa depan yang relevan dan inklusif. Kehadiran RunSight mempertegas posisi Indonesia sebagai kontributor aktif dalam peta inovasi global, membawa solusi dari Indonesia untuk dunia. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU