Telko.id – Samsung Electronics secara resmi mengumumkan rencana peluncuran evolusi besar pada ekosistem fotografi mobile mereka yang akan diperkenalkan dalam ajang Galaxy Unpacked pada Februari 2026.
Pembaruan ini membawa pengalaman kamera Galaxy AI yang sepenuhnya baru, di mana proses pengeditan visual kompleks—seperti mengubah latar waktu siang menjadi malam atau merekonstruksi objek yang hilang—kini dapat dilakukan dalam hitungan detik hanya menggunakan perintah kata-kata sederhana.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi pencitraan digital Samsung. Jika sebelumnya inovasi berfokus pada perangkat keras, kini raksasa teknologi tersebut mengintegrasikan kemampuan kreatif canggih langsung ke dalam satu platform intuitif.
Sistem ini dirancang untuk menghapus batasan teknis yang selama ini menjadi kendala bagi pengguna awam dalam menghasilkan konten berkualitas profesional.
Menurut informasi resmi yang diterima Telko.id, teknologi terbaru ini dibangun di atas fondasi sistem kamera Galaxy paling terang yang pernah ada hingga saat ini.
Kombinasi antara optik superior dan kecerdasan buatan memungkinkan perangkat tidak hanya menangkap cahaya dengan lebih baik, tetapi juga memahami konteks visual untuk keperluan penyuntingan yang lebih presisi.
Pengguna tidak lagi perlu berpindah-pindah aplikasi atau mempelajari alat penyuntingan yang rumit. Samsung menjanjikan alur kerja yang mulus dari pengambilan gambar hingga hasil akhir, menjadikan proses kreasi terasa jauh lebih cepat dan natural dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga:
Transformasi Edit Foto Lewat Input Multimodal
Salah satu sorotan utama dari pembaruan ini adalah kemampuan input multimodal yang natural. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan perangkat layaknya berbicara dengan seorang editor foto profesional. Dalam skenario penggunaan nyata, pengguna dapat memberikan instruksi spesifik hanya dengan berbicara.
Sebagai contoh, Samsung mendemonstrasikan kemampuan untuk mengubah nuansa foto dari siang hari yang cerah menjadi suasana malam yang dramatis dalam waktu singkat.
Kemampuan ini melampaui filter standar, karena AI akan menyesuaikan pencahayaan, bayangan, dan tone warna secara keseluruhan untuk menciptakan hasil yang realistis.
Selain itu, fitur Awesome Intelligence yang ditingkatkan mampu melakukan rekonstruksi objek. Dalam materi promosi yang dibagikan, diperlihatkan bagaimana sistem dapat mengembalikan bagian objek yang hilang, seperti kue yang sudah tergigit, menjadi utuh kembali.
Hal ini menunjukkan kemampuan generatif AI yang sangat tinggi dalam memahami struktur objek dan mengisi piksel yang hilang dengan akurasi tinggi.
Kemampuan penggabungan foto juga menjadi nilai jual utama. Pengguna dapat menggabungkan beberapa foto terpisah menjadi satu gambar panorama atau komposisi yang utuh dan selaras secara mulus.
Dulu, proses seperti ini membutuhkan keahlian Photoshop tingkat lanjut dan waktu berjam-jam di depan komputer. Kini, berkat dukungan prosesor canggih dan algoritma AI, semuanya selesai dalam hitungan menit di genggaman tangan.
Demokratisasi Kreasi Konten Profesional
Di inti evolusi kamera Galaxy terbaru ini terdapat filosofi bahwa kreativitas tidak boleh dibatasi oleh keterampilan teknis. Samsung berupaya mendefinisikan ulang batasan fotografi mobile dengan memastikan siapa pun dapat menjadi kreator konten handal tanpa perlu kursus fotografi atau editing video.
Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan video sinematik dengan mudah. Stabilisasi, grading warna, dan transisi yang biasanya diatur manual kini dapat diotomatisasi atau diarahkan melalui perintah suara.
Bagi penggemar astrofotografi, kamera Galaxy terbaru juga menawarkan fitur untuk melacak pergerakan bintang di langit malam dengan detail yang kaya, sebuah peningkatan signifikan dari fitur Nightography generasi sebelumnya.
Kualitas gambar dalam kondisi minim cahaya tetap menjadi prioritas. Dengan klaim sebagai sistem kamera paling terang yang pernah dibuat Samsung, perangkat ini diharapkan mampu menangkap detail foto yang kaya bahkan di lingkungan yang sangat gelap. Hal ini sejalan dengan tren fotografi 2026 yang semakin menuntut kapabilitas low-light yang mumpuni tanpa noise berlebih.
Pengalaman Pengguna yang Lebih Mengalir
Samsung menekankan bahwa kamera mobile kini telah melampaui fungsi sekadar alat dokumentasi. Perangkat Galaxy terbaru diposisikan sebagai alat kreasi menyeluruh (end-to-end). Pengguna dapat mengambil, mengedit, dan membagikan konten dalam satu antarmuka yang terintegrasi.
Proses kreatif yang ditawarkan dirancang untuk menjadi lebih “cair”. Tanpa perlu menavigasi menu yang bertingkat atau alat yang kompleks, pengguna dapat fokus pada visi artistik mereka. Cukup jelaskan apa yang diinginkan dalam beberapa kata, dan biarkan kecerdasan buatan Galaxy mengeksekusi visi tersebut.
Peluncuran teknologi ini di Galaxy Unpacked Februari 2026 sangat dinantikan oleh para pengamat industri dan penggemar gadget.
Acara tersebut diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi Samsung dalam mempertahankan dominasinya di pasar smartphone premium, terutama di sektor kamera yang semakin kompetitif.
Kehadiran fitur-fitur ini juga memberikan sinyal kuat bahwa Samsung semakin serius menggarap segmen kreator konten. Kemudahan yang ditawarkan berpotensi mengubah cara orang berinteraksi dengan media sosial, di mana kualitas konten tinggi dapat diproduksi dengan frekuensi yang lebih cepat dan usaha yang lebih minim.
Bagi konsumen yang menantikan perangkat terbaru ini, Samsung menjanjikan pengalaman kamera yang paling mudah dan intuitif sejauh ini.
Detail lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis dan ketersediaan perangkat akan diungkap secara lengkap minggu depan. (Icha)


