Telko.id – Huawei dan Oppo dikabarkan tengah menjajaki inovasi desain terbaru untuk komponen kamera depan smartphone mereka.
Kedua raksasa teknologi asal Tiongkok ini disebut-sebut berpotensi menggunakan sensor selfie berbentuk persegi pada jajaran perangkat masa depan, sebuah langkah yang diyakini dapat mengubah estetika layar ponsel secara signifikan.
Langkah ini menandai pergeseran dari norma industri saat ini yang mayoritas menggunakan sensor dan lensa berbentuk bulat.
Kabar mengenai penggunaan sensor persegi ini muncul sebagai indikasi upaya pabrikan untuk memaksimalkan rasio layar terhadap bodi (screen-to-body ratio) tanpa mengorbankan kualitas tangkapan gambar.
Perubahan bentuk sensor ini diprediksi bukan hanya sekadar estetika, melainkan solusi teknis untuk mengatasi keterbatasan ruang di bagian depan perangkat.
Dengan desain persegi, produsen diharapkan dapat menempatkan modul kamera lebih rapat ke tepi bingkai atas, sehingga bezel ponsel dapat dipangkas menjadi lebih tipis dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga:
Efisiensi Ruang dan Desain Layar
Penggunaan sensor berbentuk persegi oleh Huawei dan Oppo dapat menjadi jawaban atas tantangan desain smartphone modern yang terus mengejar tampilan layar penuh.
Saat ini, modul kamera bulat seringkali memakan ruang vertikal yang lebih banyak, memaksa produsen untuk membuat bezel atas sedikit lebih tebal atau menggunakan desain punch-hole yang diameternya cukup memakan area visual.
Inovasi ini sejalan dengan ambisi Oppo yang terus memperbarui lini produknya, seperti pada seri Oppo Reno 14, yang selalu menonjolkan aspek desain dan kemampuan kamera.
Dengan sensor persegi, dimensi tinggi modul kamera dapat dikurangi, memberikan ruang lebih bagi panel layar untuk melebar hingga ke tepian paling atas.
Secara teknis, sensor gambar (image sensor) pada dasarnya memang berbentuk persegi panjang atau kotak. Namun, batasan optik lensa tradisional yang berbentuk lingkaran membuat modul kamera secara keseluruhan membutuhkan ruang melingkar.
Jika Huawei dan Oppo berhasil mengimplementasikan desain modul yang sepenuhnya mengotak, ini akan menjadi terobosan manufaktur yang signifikan.
Persaingan Inovasi Huawei dan Oppo
Huawei bukanlah pemain baru dalam eksperimen desain. Sebelumnya, perusahaan ini pernah dikaitkan dengan konsep ponsel dua layar yang unik.
Keinginan untuk mengadopsi sensor selfie persegi menunjukkan konsistensi Huawei dalam mencari alternatif teknologi untuk mempertahankan daya saing di pasar global, terutama dalam aspek fotografi mobile.
Sementara itu, Oppo dikenal sebagai pelopor dalam mekanisme kamera depan, mulai dari kamera putar hingga sistem pop-up. Eksplorasi sensor persegi ini memperkuat posisi mereka sebagai brand yang fokus pada pengalaman selfie pengguna.
Hal ini mengingatkan pada upaya industri sebelumnya dalam mengejar teknologi layar penuh yang benar-benar imersif tanpa gangguan notch atau lubang kamera yang besar.
Jika teknologi ini benar-benar diterapkan pada ponsel masa depan, konsumen dapat mengharapkan perangkat dengan desain yang lebih simetris dan futuristik.
Pengurangan ukuran bezel atas sekecil apapun sangat berarti dalam kompetisi desain smartphone flagship saat ini.
Penerapan sensor selfie persegi oleh Huawei dan Oppo berpotensi menetapkan standar baru dalam desain industri smartphone.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai model spesifik yang akan menggunakan teknologi ini, langkah tersebut menjanjikan evolusi bentuk ponsel pintar yang lebih efisien dan elegan di tahun-tahun mendatang. (Icha)


