Telko.id – Infinix tampaknya sedang mempersiapkan strategi baru yang cukup signifikan untuk lini produk kelas menengah mereka. Berdasarkan informasi yang beredar, seri Infinix Note 60 mendatang dilaporkan akan meninggalkan tradisi penggunaan chipset MediaTek dan beralih menggunakan prosesor besutan Qualcomm, yakni Snapdragon.
Langkah ini menjadi sorotan utama mengingat lini Note dari Infinix selama ini sangat identik dengan penggunaan chipset seri Helio maupun Dimensity.
Kabar mengenai penggunaan platform Snapdragon pada Infinix Note 60 series ini memicu berbagai spekulasi positif di kalangan pengamat teknologi maupun penggemar gadget.
Perubahan pemasok chipset ini dinilai sebagai upaya strategis Infinix untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan persepsi kualitas produk mereka di segmen yang sangat kompetitif. Penggunaan prosesor Snapdragon sering kali diasosiasikan dengan optimalisasi aplikasi yang lebih matang serta efisiensi daya yang lebih baik.

Pergeseran ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen yang selama ini mendambakan variasi pada perangkat Infinix.
Meskipun belum ada rincian spesifik mengenai tipe Snapdragon seri apa yang akan digunakan, konfirmasi mengenai perpindahan kubu dari MediaTek ke Qualcomm ini saja sudah cukup untuk menempatkan Infinix Note 60 series sebagai salah satu perangkat yang patut dinantikan kehadirannya di pasar global maupun Indonesia.
Transformasi Strategi Dapur Pacu Infinix
Keputusan untuk menyematkan otak pemrosesan dari Qualcomm pada seri Note terbaru menandai babak baru dalam evolusi produk Infinix. Selama beberapa tahun terakhir, seri Note dikenal sebagai perangkat yang menawarkan layar besar dan performa mumpuni dengan harga terjangkau, yang sebagian besar ditenagai oleh chipset MediaTek.
Sebagai contoh, generasi sebelumnya seperti Infinix Note 10 dan varian Pro-nya sangat mengandalkan seri Helio G untuk memberikan performa gaming yang stabil di kelasnya.
Namun, transisi ke Snapdragon pada Note 60 series menjanjikan potensi peningkatan di berbagai sektor. Chipset Snapdragon dikenal memiliki Image Signal Processor (ISP) yang kuat, yang berpotensi meningkatkan kualitas fotografi dan videografi secara signifikan.
Hal ini sejalan dengan tren pasar saat ini di mana kemampuan kamera menjadi salah satu faktor penentu utama bagi konsumen dalam membeli smartphone baru.
Selain itu, dukungan komunitas pengembang terhadap chipset Snapdragon cenderung lebih besar.
Ini membuka peluang bagi pengguna yang gemar melakukan kustomisasi perangkat atau menggunakan aplikasi kamera pihak ketiga seperti Google Camera (GCam) untuk mendapatkan hasil foto yang lebih optimal dibandingkan aplikasi bawaan.
Baca Juga:
Dampak pada Ekosistem dan Keamanan
Langkah Infinix untuk mengadopsi teknologi baru tidak hanya terbatas pada perangkat keras. Perusahaan ini juga terus berinovasi dalam aspek keamanan perangkat lunak.
Baru-baru ini, terdapat inisiatif strategis di mana Solusi Keamanan berbasis AI mulai diintegrasikan ke dalam ekosistem smartphone mereka. Dengan hadirnya chipset Snapdragon yang umumnya memiliki unit pemrosesan AI yang canggih, integrasi fitur keamanan siber ini diharapkan dapat berjalan lebih mulus dan responsif pada Note 60 series.
Kombinasi antara perangkat keras yang reliabel dan sistem keamanan yang ditingkatkan akan menjadikan seri ini tidak hanya menarik bagi gamer atau pengguna multimedia, tetapi juga bagi pengguna profesional yang membutuhkan perangkat aman untuk produktivitas sehari-hari.
Ini adalah langkah logis bagi Infinix untuk naik kelas dan menantang dominasi brand lain yang sudah lebih dulu mapan di segmen menengah atas.
Posisi di Tengah Kompetisi Pasar
Pasar smartphone kelas menengah saat ini sedang mengalami saturasi dengan banyaknya pilihan yang tersedia. Peluncuran produk-produk inovatif seperti Infinix Note Edge yang menawarkan desain tipis dengan baterai besar menunjukkan bahwa Infinix tidak ragu untuk bereksperimen dengan form factor dan spesifikasi kunci.
Kehadiran Note 60 series dengan Snapdragon akan melengkapi portofolio tersebut, memberikan opsi bagi pengguna yang memprioritaskan performa chipset di atas segalanya.
Jika melihat ke belakang, kesuksesan Infinix Note 10 Pro membuktikan bahwa pasar merespons positif terhadap perangkat yang memberikan value-for-money tinggi.
Dengan beralih ke Snapdragon, Infinix berpotensi menarik segmen pengguna baru yang sebelumnya mungkin ragu memilih Infinix karena preferensi terhadap merek prosesor tertentu. Ini adalah strategi akuisisi pasar yang cerdas, memanfaatkan reputasi global Qualcomm untuk mendongkrak citra merek Infinix.
Selain itu, langkah ini juga bisa dilihat sebagai respons terhadap pergerakan kompetitor yang juga mulai agresif merilis perangkat dengan spesifikasi tinggi di harga terjangkau.
Seri terbaru yang baru saja dirilis global, seperti Desain Tipis pada seri Hot, menunjukkan konsistensi bahasa desain Infinix. Jika Note 60 series menggabungkan estetika modern tersebut dengan kekuatan Snapdragon, produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin pasar di kuartal mendatang.
Ekspektasi Konsumen dan Ketersediaan
Antusiasme terhadap kabar ini terlihat cukup tinggi di berbagai forum teknologi. Banyak yang berharap bahwa penggunaan Snapdragon tidak akan melambungkan harga jual perangkat secara drastis.
Infinix selama ini dikenal sebagai “price killer”, dan mempertahankan identitas tersebut sambil meningkatkan spesifikasi inti akan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncuran pasti dari Infinix Note 60 series. Namun, bocoran mengenai penggunaan chipset ini mengindikasikan bahwa proses pengembangan perangkat sudah berada di tahap lanjut.
Konsumen di Indonesia, yang merupakan salah satu pasar terbesar bagi Infinix, tentu berharap agar seri ini segera masuk resmi tidak lama setelah peluncuran globalnya.
Perubahan haluan ke Snapdragon pada Infinix Note 60 series adalah sebuah pernyataan tegas bahwa Infinix siap berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Dengan memadukan reputasi performa Qualcomm dan strategi harga agresif khas Infinix, seri ini diprediksi akan menjadi salah satu highlight penting dalam peta persaingan smartphone tahun ini. (Icha)


