spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Meta Bagikan Tips Aman Internet bagi Remaja di Safer Internet Day

Telko.id – Peringatan Safer Internet Day atau Hari Internet Aman Sedunia yang jatuh pada 12 Februari 2026 menjadi momentum krusial bagi ekosistem digital di Indonesia.

Memanfaatkan momen ini, Meta Indonesia kembali menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam menjaga keamanan remaja saat berselancar di dunia maya, tanpa harus terjebak dalam pengawasan yang kaku atau perdebatan yang melelahkan mengenai durasi penggunaan perangkat.

Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia, Berni Moestafa, mengungkapkan bahwa pendekatan keamanan digital kini telah berevolusi. Orang tua dapat memastikan remaja tetap aman di internet tanpa perlu memeriksa setiap isi percakapan pribadi atau merasa kewalahan dengan cepatnya perubahan tren aplikasi serta grup percakapan yang ramai.

Kunci utamanya terletak pada dukungan yang tepat sasaran dan pemanfaatan fitur teknologi yang sudah tersedia.

Di tengah dinamika keamanan siber yang terus berubah, Meta membagikan serangkaian panduan praktis agar orang tua bisa tetap suportif terhadap aktivitas digital anak.

Langkah ini diambil mengingat media sosial kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah bagi remaja untuk mencari hobi, belajar hal baru, dan bergabung dengan komunitas yang sesuai minat mereka.

Membangun Komunikasi Dua Arah

Langkah pertama yang disarankan adalah tetap menaruh minat atau “kepo” terhadap dunia digital remaja. Meskipun orang tua mungkin tidak sepenuhnya memahami siapa konten kreator favorit anak atau lelucon internal yang mereka gunakan, mengajak berdiskusi tentang minat mereka adalah pintu masuk yang efektif.

Diskusi santai mengenai apa yang mereka sukai di dunia maya seringkali membuat remaja lebih terbuka untuk menceritakan aktivitas online mereka.

Membangun kepercayaan dinilai sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur teknis. Berni menyarankan agar diskusi dijadikan komunikasi dua arah yang hangat untuk menyamakan ekspektasi.

Orang tua disarankan untuk menanyakan hal-hal spesifik seperti apa yang paling disukai remaja saat online, tindakan apa yang harus diambil jika menerima pesan dari orang asing, serta kesepakatan mengenai waktu istirahat dari gawai.

Percakapan dari hati ke hati ini, jika dilakukan dengan jujur dan santai, dapat berdampak positif dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Hal ini sejalan dengan berbagai tips keamanan yang menekankan pentingnya kesadaran pengguna dalam berinteraksi di media sosial.

Pemanfaatan Fitur Perlindungan Otomatis

Selain pendekatan personal, Meta juga menyoroti pentingnya memaksimalkan fitur perlindungan bawaan. Saat remaja menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka secara otomatis akan dikategorikan sebagai Akun Remaja.

Kategori ini dilengkapi dengan perlindungan dan fitur keamanan penting yang aktif secara default bagi pengguna di bawah 18 tahun.

Sistem ini memastikan bahwa orang asing tidak dapat mengirimkan pesan kepada remaja. Selain itu, interaksi seperti pemberian tag atau penandaan hanya dapat dilakukan oleh teman mereka.

Fitur ini juga secara otomatis menyaring konten yang tidak sesuai usia dan memburamkan gambar yang mencurigakan di pesan langsung (DM). Khusus untuk remaja di bawah usia 16 tahun, pengaturan keamanan ini bersifat lebih ketat dan memerlukan izin orang tua jika ingin diubah.

Manajemen Waktu Layar yang Ideal

Negosiasi mengenai screen time seringkali menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat memanfaatkan fitur pengingat istirahat yang tersedia di platform Meta. Remaja akan mendapatkan notifikasi untuk beristirahat setelah mengakses media sosial selama 60 menit setiap harinya.

Lebih lanjut, tersedia fitur Mode Tidur yang aktif otomatis mulai pukul 22.00 hingga 07.00. Selama periode ini, suara notifikasi akan dimatikan dan balasan otomatis akan dikirimkan jika ada pesan masuk.

Bagi orang tua yang menginginkan kontrol lebih, fitur pengawasan orang tua memungkinkan pengaturan batas waktu harian atau pemblokiran akses pada waktu-waktu tertentu, seperti saat mengerjakan pekerjaan rumah, makan bersama, atau waktu tidur.

Hal ini menjadi relevan mengingat tingginya interaksi remaja dengan gawai, bahkan di era di mana teknologi lain seperti chatbot AI mulai mendominasi interaksi digital. Menjaga keseimbangan waktu layar menjadi kunci kesehatan digital keluarga.

Adaptasi Sesuai Usia

Berni Moestafa juga mengingatkan bahwa keamanan digital terus berkembang. Topik diskusi yang relevan saat anak berusia 13 tahun mungkin tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan mereka saat menginjak usia 16 tahun. Oleh karena itu, komunikasi di rumah harus bersifat adaptif mengikuti perkembangan dunia remaja yang begitu cepat.

Bagi orang tua yang membutuhkan panduan lebih lanjut, Meta menyediakan Family Center Education Hub yang berisi materi dan referensi dari berbagai ahli. Namun, pengaruh terkuat tetaplah berasal dari orang tua itu sendiri. Menjadi sosok pertama yang didatangi remaja saat merasa tidak nyaman di internet adalah indikator keberhasilan pola asuh digital yang sehat. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU