spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Google Rilis Android 17 Beta 1: Fokus Privasi dan Performa Kamera

Telko.id – Google secara resmi merilis Android 17 Beta 1 hari ini, menandai langkah besar dalam evolusi sistem operasi seluler mereka dengan fokus utama pada privasi, keamanan, dan peningkatan kinerja yang lebih halus. Peluncuran ini tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga mengubah cara Google menyajikan pembaruan kepada komunitas pengembang melalui program Android Canary yang menggantikan model Developer Preview tradisional.

Matthew McCullough, VP Product Management Android Developer, menyatakan bahwa rilis ini melanjutkan upaya Google untuk membangun platform yang lebih adaptif. Build terbaru ini menghadirkan penyempurnaan signifikan pada kemampuan kamera dan media, alat baru untuk mengoptimalkan konektivitas, serta profil yang diperluas untuk perangkat pendamping. Perubahan mendasar dalam siklus rilis ini diharapkan dapat mempercepat adopsi fitur baru di ekosistem Android.

Pergeseran dari Developer Preview ke saluran Canary yang “always-on” menawarkan tiga keuntungan utama bagi pengembang. Pertama, akses yang lebih cepat di mana fitur dan API mendarat di Canary segera setelah lulus pengujian internal. Kedua, stabilitas yang lebih baik karena pengujian awal di Canary menghasilkan pengalaman Beta 1 yang lebih matang. Ketiga, kemudahan pengujian melalui pembaruan OTA (Over-The-Air) yang menghilangkan kebutuhan flashing manual dan integrasi yang lebih mudah dengan alur kerja CI.

Adaptasi Layar Besar dan Antarmuka

Memasuki fase berikutnya dari peta jalan adaptif, Android 17 (API level 37) menghapus opsi bagi pengembang untuk menolak pembatasan orientasi dan ukuran ulang pada perangkat layar besar. Aturan ini berlaku untuk perangkat dengan lebar layar lebih dari 600dp, seperti Tablet Android maupun ponsel lipat.

Aplikasi yang menargetkan SDK 37 wajib beradaptasi dengan berbagai kondisi layar. Pengguna mengharapkan aplikasi mereka bekerja di mana saja, baik saat multitasking di tablet, membuka perangkat lipat, atau menggunakan lingkungan windowing desktop. Antarmuka pengguna (UI) harus mengisi ruang yang tersedia dan menghormati postur perangkat.

Beberapa atribut manifest dan API runtime yang diperkenalkan di Android 16 kini akan diabaikan pada layar besar jika aplikasi menargetkan Android 17. Atribut seperti screenOrientation (termasuk portrait dan landscape), resizeableActivity, serta rasio aspek minimum dan maksimum tidak lagi berlaku mutlak. Namun, pengecualian diberikan untuk aplikasi yang dikategorikan sebagai game. Pengguna juga tetap memegang kendali penuh untuk mengaktifkan atau menonaktifkan perilaku default aplikasi melalui pengaturan sistem.

Peningkatan Kamera dan Media Profesional

Sektor media mendapatkan perhatian serius dalam pembaruan ini. Android 17 menghadirkan alat tingkat profesional untuk aplikasi kamera dan media, termasuk transisi yang mulus dan standar kenyaringan suara. Fitur baru updateOutputConfigurations() pada CameraCaptureSession memungkinkan pengembang melampirkan dan melepaskan permukaan output secara dinamis tanpa perlu mengonfigurasi ulang seluruh sesi penangkapan kamera.

Kemampuan ini memungkinkan transisi mulus antara mode penggunaan kamera, seperti beralih dari memotret gambar diam ke merekam video. Hal ini mengurangi biaya memori dan kompleksitas kode, serta menghilangkan gangguan visual atau pembekuan (freeze) yang sering terlihat oleh pengguna saat pengoperasian kamera.

Selain itu, Google memperkenalkan dukungan metadata perangkat multi-kamera logis. Pengembang kini dapat meminta metadata tambahan dari semua kamera fisik aktif yang terlibat dalam penangkapan gambar, bukan hanya kamera utama. Fitur ini sangat berguna saat terjadi peralihan lensa untuk zoom, memberikan informasi lebih rinci untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam aplikasi kamera.

Untuk perekaman video, Android 17 menambahkan dukungan standar Versatile Video Coding (VVC) dan mode kualitas konstan (Constant Quality) pada MediaRecorder. Mode ini memberikan kontrol lebih halus atas kualitas video dibandingkan pengaturan bitrate sederhana, sejalan dengan Fitur Baru yang sering dibutuhkan kreator konten.

Optimasi Performa dan Keamanan

Dalam hal performa, Android 17 memperkenalkan implementasi MessageQueue yang bebas kunci (lock-free). Perubahan ini bertujuan meningkatkan kinerja dan mengurangi frame yang hilang, meskipun mungkin berdampak pada klien yang menggunakan refleksi pada metode privat. Selain itu, pengumpulan sampah (garbage collection) generasional diperkenalkan pada ART Concurrent Mark-Compact collector untuk mengurangi biaya CPU dan durasi waktu pengumpulan sampah.

Google juga memperketat aturan pemrograman dengan membuat kolom “static final” benar-benar final. Aplikasi yang menargetkan Android 17 tidak lagi dapat memodifikasi kolom ini, bahkan melalui refleksi, yang akan memicu IllegalAccessException. Langkah ini memungkinkan runtime menerapkan optimasi kinerja secara lebih agresif.

Dari sisi keamanan, atribut android:usesCleartextTraffic kini tidak lagi disarankan (deprecated). Aplikasi yang menargetkan Android 17 atau lebih tinggi dan mengandalkan atribut ini tanpa konfigurasi keamanan jaringan yang sesuai akan secara default menolak lalu lintas teks jelas (cleartext). Google juga memperkenalkan antarmuka penyedia layanan publik untuk kriptografi hibrida HPKE guna komunikasi yang lebih aman.

Konektivitas dan Produktivitas Pengembang

Pembaruan juga mencakup sektor konektivitas dengan peningkatan riwayat panggilan VoIP. Sistem kini mendukung URI avatar penelepon dan peserta dalam dialer sistem, memberikan kontrol privasi log panggilan yang lebih terperinci kepada pengguna. Wi-Fi Ranging juga ditingkatkan dengan kemampuan deteksi jarak yang mendukung pengukuran berkelanjutan dan penemuan peer-to-peer yang aman.

Bagi pengembang aplikasi perangkat pendamping, CompanionDeviceManager kini memiliki dua profil baru: Perangkat Medis dan Pelacak Kebugaran. Profil perangkat medis memungkinkan aplikasi meminta semua izin yang diperlukan dengan satu ketukan, menyederhanakan proses pengaturan. Sementara itu, profil pelacak kebugaran memastikan pengalaman pengguna yang akurat dengan ikon berbeda dan penggunaan kembali izin peran jam tangan yang ada.

Google menargetkan pencapaian Platform Stability pada bulan Maret mendatang. Pada tahap tersebut, API SDK/NDK final dan perilaku aplikasi akan dikunci. Perangkat yang Rilis Segera di masa depan kemungkinan besar akan langsung mengadopsi standar baru ini. Pengguna perangkat Pixel yang didukung sudah dapat mendaftar untuk mendapatkan pembaruan Beta ini melalui udara (OTA).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU