Telko.id – Google kembali menghadirkan inovasi cerdas untuk mempermudah penggunanya dalam mengelola kenangan digital.
Raksasa teknologi ini baru saja meluncurkan kemampuan baru pada Google Photos yang memungkinkan pengguna mengubah kumpulan foto diam menjadi video menarik hanya dengan menggunakan perintah teks (text prompts).
Pembaruan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengotomatisasi proses penyuntingan yang biasanya memakan waktu.
Fitur anyar ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang sering kali memiliki ribuan foto di galeri namun kesulitan merangkainya menjadi sebuah cerita visual yang utuh.
Dengan kemampuan generatif ini, pengguna tidak perlu lagi memilah satu per satu gambar atau menyusun klip secara manual di timeline editor. Cukup dengan mengetikkan deskripsi singkat, sistem akan bekerja secara otomatis.
Mekanisme kerja fitur ini cukup sederhana namun canggih. Pengguna hanya perlu memasukkan instruksi spesifik ke dalam kolom pencarian atau menu pembuatan kreasi.
Misalnya, Anda bisa mengetikkan perintah seperti “liburan di Bali tahun lalu” atau “momen ulang tahun kucing kesayangan”.
Algoritma Fitur AI Baru Google kemudian akan memindai seluruh perpustakaan foto, mengidentifikasi gambar yang relevan dengan deskripsi tersebut, dan memilih momen-momen terbaik.
Setelah aset visual terkumpul, Google Photos akan menyusunnya menjadi sebuah video kompilasi. Tidak hanya sekadar menempelkan foto, sistem juga secara cerdas menambahkan musik latar yang sesuai dengan suasana, serta menyinkronkan transisi antar gambar agar terlihat profesional.
Hal ini menjadi evolusi signifikan dari fitur “Movie” atau “Highlight Video” yang sebelumnya sudah ada, di mana kontrol pengguna kini lebih presisi berkat input berbasis teks.
Kemampuan untuk memahami konteks bahasa alami ini menunjukkan peningkatan signifikan pada mesin pencari visual Google.
Sebelumnya, pengguna mungkin sudah familiar dengan kemampuan aplikasi ini untuk Cari Teks di dalam gambar atau mengenali wajah. Kini, pemahaman tersebut diperluas untuk tujuan kreasi konten, bukan sekadar pencarian arsip.
Langkah ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin gencar mengintegrasikan AI generatif ke dalam perangkat genggam.
Google tampaknya ingin memastikan bahwa ekosistem mereka tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna Android maupun iOS dalam menyimpan dan mengolah media.
Kemudahan ini tentu sangat membantu bagi pengguna awam yang tidak memiliki keahlian editing video namun ingin membagikan momen spesial mereka ke media sosial.
Selain kemudahan dalam pembuatan video, integrasi AI yang lebih dalam juga terlihat pada berbagai lini produk Google lainnya.
Misalnya, rumor mengenai kemampuan Fitur Edit AI yang semakin canggih di perangkat Pixel generasi mendatang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendominasi sektor fotografi komputasional.
Bagi para pengguna setia, fitur pembuatan video via teks ini menjadi solusi praktis untuk “menghidupkan kembali” foto-foto lama yang mungkin sudah terlupakan di tumpukan galeri.
Alih-alih membiarkan memori digital tersebut mengendap, teknologi ini memberikan cara baru yang segar dan efisien untuk menikmatinya kembali dalam format video yang dinamis.
Pembaruan ini diharapkan akan digulirkan secara bertahap kepada seluruh pengguna global. Dengan adanya fitur ini, Google Photos semakin mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai tempat penyimpanan awan (cloud storage), tetapi juga sebagai asisten kreatif pribadi yang bertenaga bagi setiap penggunanya. (Icha)


